Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Cerianya Quinna


__ADS_3

Setelah Agung dan Jihan main ke rumahnya, Agung untuk pertama kalinya berani mengantar Qu pulang sampai ke rumah Qu tanpa Jihan.


Suatu pencapaian yang luar biasa bagi Qu sendiri. Juga bagi Agung. Qu berhasil mengijinkan laki-laki lain masuk ke dalam kehidupannya walaupun Qu juga tidak tahu akan seperti apa kedepannya antara dirinya dengan Agung.


Semua dijalani apa adanya tapi lain lagi dengan Agung yang begitu berharap selalu memberikan sinyal yang begitu kuat suka terhadap Qu, baik dari perhatiannya, tatapannya juga kata-kata lembutnya.


Qu bukan tidak melihat semuanya, tapi berusaha menimbang dan memikirkan terlebih dahulu untuk balas memberikan perhatian lebih terhadap Agung. Biarlah semua berjalan saja dulu tidak ada kata cinta diantara mereka malah lebih leluasa bersikap.


Lain dengan Agung yang ingin menempel Qu dan ingin suatu pengakuan kalau mereka tertarik satu sama lain. Satu kata cinta siap diluncurkan kapan saja Qu terlihat siap.


Tapi sampai saat ini Qu juga menemukan satu kecocokan dengan Agung, kecocokan itu mungkin sama yang dirasakan Qu pada Sultan walau tak semua sama. Jelas Sultan tetap unggul dalam hal apapun di mata Qu.


Tapi setidak-tidaknya Agung adalah seorang laki-laki yang tampan juga baik, pintar,  juga menarik. Tapi entah kenapa walaupun banyak mungkin perempuan-perempuan yang mencari perhatian tetapi Agung memiliki pandangan lain terhadap diri Quinna.


Ada hal yang berbeda di diri Quinna yang menarik hati Agung dan ingin menaklukkan hati Qu.


Selain cantik tinggi semampai putih dan bersih juga lembut pembawaannya, dan Qu punya senyum yang sangat mempesona bagi siapa saja yang mengenalnya.


Agung merasa Qu lain dari cewek yang selama ini di kenalnya.


"Makasih loh Agung telah repot antar Gue pulang," ucap Qu sambil bersiap membuka pintu mobil.


"Nggak apa Qu, kan Kita satu jalur tenang aja asal Lo senang Gue juga ikut senang." Qu turun dari mobil Agung di susul Agung juga turun dari mobilnya.


"Masuk dulu yuk, minum kek sambil ngadem sebentar," ajak Qu sambil tersenyum manis.


"Kamu nggak repot?"


"Repot apa? kayak orang tua aja banyak repot nya nggak apa ayo!" ajak Qu membuat hati Agung semakin merasa di beri hati.


Qu mengisyaratkan kalau dirinya sangat terbuka dan membiarkan Sultan mendekatinya sementara begitulah signal yang di perlihatkan Qu.


"Duduk Agung, Gue ke dalam dulu ya." Qu menyalakan AC dan masuk membiarkan Agung duduk di ruang tamu yang lengang dan nyaman.

__ADS_1


"Heemght."


"Assalamualaikum, eh ada tamu. Temennya Qu ya? Qu nya ada?" Suara Tante Rossa dari depan menyapa Agung yang ada di situ. Tante Rossa Mamanya Sultan Qu tahu banget suaranya.


"Tante, ada apa Tan?" Qu menghampiri Tante Rossa keluar dari kamar yang tadi sekedar menyimpan tasnya.


"Mamamu ada?"


"Sepertinya lagi sholat di kamar. Duduk Tan mau Qu bikinkan minum sekalian bikin sama buat temen Qu di depan?" Qu menawari Jeng Rossa yang langsung saja masuk ke dalam.


"Oh nggak usah Sayang, nggak apa biar Tante tunggu Mamamu, Tante cuma mau tanya ke undangan sekalian arisan sore nanti mau jam berapa?" tutur mamanya Sultan sambil duduk di ruang makan di mana mereka suka ngobrolnya di situ.


"Oh sini aja Tante duduknya di depan kebetulan lagi ada teman Qu main, tadi antar Qu pulang karena Kami satu jalur," ucap Qu sambil mengocek minuman di tangannya.


"Lanjutkan saja Qu, Tante tunggu di dalam saja ya." jawab Tante Rossa sambil menatap punggung Qu mengantar minuman ke depan.


"Iya Tante."


"Jeng! itu teman Anakmu apa teman spesialnya gitu?" cerocos Mama Rossa pada mamanya Qu yang baru saja duduk di hadapannya.


"Siapa? yang mana?" jawab Jeng Andin sambil melongokkan kepalanya ke depan tapi tak terlihat siap tamu Anaknya.


"Oh alah, Aku juga nggak tahu Jeng mungkin temannya saja, semoga hanya teman ya Jeng."


"Teman Qu biasanya datang pada main ke sini rame-rame cewek-cowok," jawab Jeng Andin datar saja.


"Hati-hati Jeng, jaman sekarang banyak yang tak terduga berawal dari teman Kita tak tahu asal+usulnya juga keluarganya, jaga Qu dengan baik masih panjang jalan masa depannya lho!" Jeng Rossa sedikit memberi saran dan peringatan hanya sekedar kehati-hatian saja.


"Iya Jeng Rossa, Quinna sudah dewasa sudah bisa memilih jalannya sendiri sudah bisa memilah mana yang baik dan benar juga memilah yang salah, tapi walaupun begitu sebagai orang tua Kita tetap waspada akan hal-hal yang tidak terduga. Aku selalu menanamkan dan selalu menjejalkan nasehat setiap saat," jawab Jeng Andin mungkin merasa diingatkan dan merasa kalau mereka harus saling mengingatkan.


"Hanya kehati-hatian saja Jeng, bukan apa-apa Kita harus saling mengingatkan dan menjaga anak-anak Kita, semalam Sultan telephon. Qu belum balas chat Dia katanya," ucap jeng Rossa lagi sedikit curhat akan sikap Qu yang belum balas chat putranya.


"Mungkin sibuk Jeng jadi belum buka email, katanya sabtu besok Dia mau pergi camping sudah minta izin sama Aku sama teman-teman kampusnya," tutur Jeng Andin merasa biasa saja, Asal sudah menanamkan kebiasaan baik dan nasehat yang baik dan kelihatan Mama Adin tidak terlalu mengekangnya. Qu bebas berekspresi selagi dalam batas wajar pergaulan sosial remaja pada umumnya.

__ADS_1


"Kemana itu Jeng?  harus lebih hati-hati lagi tuh, apalagi camping bermalam segala, siapa temannya Kita wajib tahu." Kelihatan Jeng Rossa yang malah lebih cemas dan khawatir.


"Iya Jeng, Aku sudah wanti wanti semua temannya Aku tahu sudah simpan nomor teleponnya, Kita tidak bisa melarang ini itu pada Anak untuk berkegiatan biarlah asal semua yang positif dan dalam batas pergaulan yang wajar. Tapi semoga Qu bisa menjaga diri sama temannya temannya yang suka datang ke sini katanya ada Jihan, Indah juga temannya yang lain," jawab Jeng Andin meyakinkan dan menenangkan kecemasan Jeng Rossa.


"Pokoknya sama siapa Qu pergi harus tahu siapa teman-temanya Jeng."


"Iya Jeng, terimakasih telah mengingatkan." jawab Mama Andin tetap lembut sambil tersenyum.


"Gimana mau jam berapa ke undangannya? sore saja?"


"Iya Jeng sore saja biar agak adem, banyak banget undangan bulan ini padahal Kita belum mau hajatan ya Jeng," gumam jeng Rossa.


Iya menanam kebaikan aja dulu walau nanti Kita hajatan pada akhirnya Kita tidak mengharap balasan dari orang itu."


Bersambung ….


******


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2