
"Jangan meminta maaf sama Mama, minta maaf pada seseorang yang merasa telah Kamu sakiti bersikaplah bijaksana dan adil terutama pada diri sendiri terlebih kepada orang lain karena kalau Kamu tidak bersikap adil dan bijaksana tidak akan mendatangkan kebahagiaan dan ketenangan di masa depan mu," ucap Mama Andin pada Quinna yang menunduk di hadapannya.
"Qu salah mengambil keputusan telah menjalin hubungan sama Agung padahal hatiku sendiri belum bisa sepenuhnya keluar dari bayang-bayang Sultan." Quinna seperti mengeluh pada dirinya sendiri.
"Perasaan Jangan dijadikan coba-coba atau hanya untuk pelarian jangan sekali-kali karena akan balik lagi mendatangkan masalah pada diri Kita terus terang lah kepada Agung kalau memang selama ini Kamu mencintai seseorang." Mama Andin merasakan dilema pada putrinya.
"Sulit Mam karena Agung sudah memperkenalkan Qu pada keluarganya walau Qu sebenarnya tidak ingin dan selalu menghindar tetapi saat itu semua serba tak terduga akhirnya Quinna diajak ke rumahnya berkenalan dengan Mamanya juga adiknya dan sekarang Agung pengen Quinna dengan sangat ngajakin Qu ke kantor Papanya.
"Kamu kurang mempertimbangkan Sayang, Mama tahu hatimu tidak bisa berpaling dari Sultan Kamu terlalu berani mengambil keputusan yang kini hanya mendatangkan masalah saja pada dirimu baiknya bicara jangan sampai Agung tersakiti tapi mengerti apa yang Kamu sampaikan," ucap Mama Andin sambil menatap wajah cantik putrinya.
"Mam, apa Sultan bicara sama Tante Rossa kalau Sultan sama Qu sudah putus?" Qu malah mengalihkan pembicaraan pada Sultan.
"Sikap Tante Rossa sama kayak Sultan tak menerima kata putus dan yakin dengan perasaanmu Sayang kalau Kamu itu mencintai Sultan seperti yang Mama Papa dan Tante Rossa juga Papanya Sultan Om Harris harapkan."
"Aku jadi nggak enak sama Agung karena begitu jauh mengharapkan Qu untuk masa depannya."
__ADS_1
"Nah, seperti itu masalahnya, di situ diperlukan ketetapan hati saat mengambil keputusan awal Kita jangan semena-mena menyakiti dan mempermainkan hati orang nanti Agung sakit hati Mama tidak mau hal itu terjadi." Jawaban Mama Andin begitu masuk di hatiku Quinna tapi Qu menyadari semua telah terjadi.
"Qu akan coba bicara pada Sultan walau Qu masih saja kecewa dan sebel banget tapi Qu coba tidak mencari masalah dulu daripada seperti yang Mama katakan mengambil keputusan tanpa pertimbangan hanya mengikuti emosi dan ego yang akhirnya tidak nyaman dan jadi dilema.
"Kamu itu harapan Mama juga Papa jadilah yang terbaik sesuai harapan Kami Nak karena sudah banyak yang mengikuti langkah-langkahmu dan semoga selalu keluar dari setiap permasalahanmu."
"Makasih Mam, Qu mengerti keinginan Mama Papa pasti yang terbaik pada Qu."
"Mandilah nanti Antar pudding ke Tante Rossa katanya Tante lagi kurang enak badan."
Qu berlalu masuk kamarnya dengan muka muram. Kalau di tanya dengan sejujurnya Qu masih belum bisa melupakan perasaannya pada Sultan semua kenangan masa kecilnya dan juga saat dewasa hanya bersama Sultan mengisi waktu indah yang tak kan pernah terlupakan dan selalu membayang-bayangi hari-hari Qu.
Sultan memang romantis dan penuh pengertian dalam hal apapun beda dengan laki-laki lain, saat Qu sakit Sultan membawa buket bunga mawar merah yang begitu Qu sukai dengan ucapan dan rayuan serta pujian orang yang lagi kasmaran cinta dengan kata-kata memabukkan.
Kenangan di pantai Cottesloe menorehkan kenangan yang lain daripada yang lain untuk pertama kali Quinna dan Sultan merasakan perasaan cinta yang sebenarnya setelah mereka dewasa, tak mungkin mereka ingkari semua itu jadi pengalaman pertama keduanya.
__ADS_1
Hari demi hari bergulir bukan malah melupakan Sultan, tapi semua kenangan itu jadi candu yang ingin diulang dan di rasakan kembali, Qu tetap merindukan Sultan dalam sendirinya.
********
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
__ADS_1
-Noda Kelam Masa Lalu
By Enis Sudrajat❤️🙏