Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
RAHASIA


__ADS_3

Semua di rasa Qu, Sultan semakin jauh, jauh dari hati jauh juga dari sisinya. Jauh di mata tapi selalu kangen di hati. Yang belum berubah adalah kebiasaannya curhat tentang ceweknya seakan Qu adalah seorang Kakak atau orang yang biasa diajak konsultasi soal asmaranya.


Membiasakan diri dalam menekan perasaan dan menyembunyikan rona kerinduan semua menjadi hal biasa bagi Qu.


Semakin hilang dan pudar saja harapan Qu untuk masuk pada hati Sultan, jauh sudah angannya melayang entah kemana. Sampai saat ini Qu tak bisa menyelami hati Sultan dan bertahta di dalamnya bersemayam dengan nyaman dalam belaian cinta yang didambakannya.


Sultan memang tak mencintainya, Sultan asli memandang dirinya sebagai sahabat, tak kurang juga tak lebih. Begitulah dirinya juga harus berpendapat dan memposisikan dirinya. Terutama setelah dua tahun berpisah Quinna mendapatkan sikap Sultan sama saat mereka berpisah dua tahun lalu.


"Gue punya satu rahasia buat Lo Qu! tapi semua hanya Kita berdua yang tahu. Mama juga nggak Gue kasih tahu maksud Gue belum aja gitu tapi suatu saat harus tahu juga," ucap Sultan sambil tersenyum menggetarkan hati Qu yang balas menatapnya.


"Apaan itu?" jawab Qu penuh keingintahuan. Hatinya sibuk mengira ngira apa yang akan di buka Sultan sebagai rahasianya? Qu sibuk juga menenangkan hatinya jika yang diucapkan Sultan tidak sesuai sama sekali dengan ekspektasi dan harapannya.


Sultan begitu hati-hati saat akan menyampaikan rahasianya, membuat hati Qu deg-degan, penuh tanda tanya. Jangan jangan dan jangan jangan inilah saatnya Sultan mengungkapkan isi hati yang sebenarnya, Sultan juga akan jujur dengan perasaannya.


Sultan menggeser satu porsi makanan yang diantar Pak Kumis ke hadapan Qu, dan menarik satu piring bagiannya menurut apa yang diucapkan keterangan Pak Kumis sesuai model pesanan masing-masing.


"Gue di Australia sebenarnya kuliah sambil nyambi kerja juga walau freelance, Gue cuma mau koneksi saja gabung sama perusahaan itu biar nanti saat Gue lulus pulang ke Indonesia masih bisa bergabung dengan perusahaan itu yang ada di Indonesia." Sultan akhirnya buka suara tentang rahasianya.


Sultan kelihatan dewasa dan serius kali ini.


"Wow ... langkah bagus Sultan, tak semua orang punya kesempatan seperti itu," jawab Qu antusias dan memandang kagum dan tambahan satu poin plus lagi yang ada di diri sahabatnya itu.


"Gue berusaha menerapkan ilmu di kehidupan nyata Qu, Mama Gue nggak tahu kalau selama ini Gue punya penghasilan semua di tabung karena Mama masih saja kirim jatah bulanan juga. Gue cari rekomendasi beasiswa Alhamdulillah dapat walau tidak full juga hanya untuk pelatihan pelatihan saja Gue sudah tidak berbiaya kalau sekedar mengikuti seminar dan pelatihan jadi uang Gue utuh, pokoknya kuliah di sana begitu banyak kemudahan bagi Gue karena banyak plus yang bisa Gue jalani," ucap Sultan meyakinkan Qu dengan pencapaiannya selama ini.


'Asal jangan plus main ceweknya Sultan!' hati Qu bermonolog dalam kekagumannya.


"Banyak duit jadinya Lo sekarang?"


"Lumayan lah buat traktir cewek Gue hahaha...."

__ADS_1


Ups! selalu ujung-ujungnya nggak enak di hati Qu. Tak adakah sedikit tenggang rasa Sultan? jangan bicara soal cewek di depan cewek!


"Maksud Gue Lo bisa ajak Gue dan biayain liburan Gue nanti ke Australia nggak?" tanya dan selidik Qu ingin tahu seberapa serius Sultan mengajak dirinya liburan.


"Serius Gue tunggu, dan akan jadi satu momen paling bahagia bagi Gue Qu. Makanya Gue kumpulin semua uang biar bisa ajak Lo liburan menikmati musim gugur yang romantis, musim semi yang hangat, musim salju yang mengasyikan." berbinar sorot mata Sultan saat mendengar harapan Qu


Qu hanya tersenyum sambil menikmati makan malam yang tak biasanya, tak biasa bersama kini kembali lagi masih dengan rasa yang sama.


"Coba Lo cari perusahaan itu yang ada di Indonesia, Gue berharap suatu hari Gue bisa menduduki jabatan tinggi di perusahaan itu dan Lo bisa jadi sekretaris cantik gue!" oceh Sultan sambil tersenyum menyendok nasi goreng dari piring Qu dan menikmatinya, maksudnya mencoba pedasnya seperti apa.


Qu menatap Sultan yang cuek dengan kebiasaan lamanya ya seperti itu kebiasaan mereka. Beda makanan yang yang di pesan tapi ujung-ujungnya saling cicip.


Ya ampun Sultan, Gue mau jadi pacar Lo, dan nantinya mau jadi istri Lo bukan sahabat, juga bukan hanya sekretaris Lo! My God help me!


Haruskah Gue tersiksa terus seperti ini? sampai kapan semua bisa tahu dan terbuka? Qu hanya ingin Sultan tahun hatinya yang sebenarnya kalau persahabatan mereka telah berubah kini Qu begitu mencintai.


"Makanya Gue traktir Lo, Gue pengen berbagi banget kebahagiaan hati Gue, juga hasil kerja Gue yang belum seberapa ini," ucap sultan penuh kebahagiaan memandang wajah cantik Qu.


"Lo bisa bagi waktunya? Apa nggak bentrok sama kuliah?" Qu menatap balik wajah Sultan di sela-sela suapannya.


"Kuliah di sana sabtu minggu libur jadi Gue manfaatin waktu itu, ya kerja dua hari." jawab Sultan


"Oh, begitu ya?"


"Kerja Gue cuma mengirim produk ke tempat penjualan, kalau memungkinkan mencari tempat atau agen penjualan baru, enteng kan? Gue berpikir malah sudah mau merekrut orang lain biar Gue nggak turun ke lapangan otomatis punya sepuluh juga mahasiswa yang nyambi berapa barang yang bisa Gue keluarin dari pabrik itu? trik yang mau Gue terapkan sepertinya optimis Gue realisasikan tahun ini." Ucapan Sultan penuh dengan semangat dan kekaguman dalam benak Qu.


"Lo emang pinter, semoga sukses triknya, biar Gue bisa di traktir tapi bukan di sini tapi di Australia sana!"


"Hahaha... boleh banget Qu, nanti saat Gue mulai sibuk Lo yang datang ke sana liburan, Mama Lo sama Mama gue juga."

__ADS_1


"Siap Bos!"


"Tapi Lo harus janji, jangan dulu cerita sama Mama Gue, dia suka heboh duluan, Gue malu juga takut nya Mama khawatir kuliah Gue terganggu. Maunya jadi kejutan manis saat Gue lulus nanti." ucap Sultan penuh harap.


"Tenang saja, Lo bisa andalkan Gue kalau soal rahasia!" jawab Qu enteng.


"Sepertinya Gue nggak pulang dua tahun kedepan mungkin sampai lulus, makanya lo yang datang kesana, karena Gue pasti kangen sama Lo Qu."


Deg! kenapa selalu kangen yang diucapkan Sultan? tak ada kata lain selain kata itu? membuat hati Qu gamang dan tak bisa menebak. Melambungkan dirinya sekaligus menghempaskan ke dalam kekecewaan yang di rasa Qu.


Apa Sultan sebenarnya sudah tahu perasaannya tapi pura-pura apa di perlukan keberanian ekstra cewek dulu yang menembak? Aaargh! semua bikin Quinna pusing memikirkannya.


******


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2