Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
NONTON


__ADS_3

Akhirnya Qu sama Sultan jalan juga, kebahagiaan Qu tak bisa digambarkan dengan apapun dan kata-kata, ada kebanggaan tersendiri berjalan di sisi Sultan.


Melihat orang gagal fokus entah pada dirinya atau pada ketampanan Sultan membuat Qu merasa melambung dan sekaligus terhempas saat menyadari mereka hanya sebatas sahabat dan teman masa kecil yang di diamanatkan orangtua mereka untuk saling menjaga.


Terkadang bergandengan tangan atau sesekali Sultan merengkuh bahunya atau juga sekedar membantu turun dan naik dari kendaraan yang mereka tumpangi, saat menyebrang Sultan selalu mencari tangan Qu untuk di tuntunnya itu hal biasa tapi di rasa Qu membuat hatinya berdebar.


Jadi perhatian orang itu sudah pasti itu lebih membuat hati Qu malah minder, padahal bagi sebagian orang dengan pendapatnya betapa beruntungnya seorang Quinna. Pasti menilai dan mengatakan sangat serasi cantik dan tampan bisa berjalan dengan seorang Sultan sangat mempesona mata yang melihat.


Qu mengakui dirinya juga tidak jelek-jelek amat ditunjang dengan kemampuannya yang diatas rata-rata otaknya memang terbilang pintar terbukti dengan sederet prestasi yang di raihnya sejak kanak-kanak, seharusnya bisa lebih percaya diri tapi entah kenapa setiap bersanding dan berjalan dengan Sultan dirinya merasa tidak nyaman dan minder walaupun jauh di dalam hatinya menginginkan kebersamaan ini.


Jauh di sudut hati yang yang lain dan terdalam berharap suatu saat Sultan bisa memahami perasaannya, apapun tanggapan Sultan terhadap dirinya penerimaan atau penolakan itu adalah suatu risiko yang harus diterimanya, tetapi untuk mengungkapkan sungguh tidak ada keberanian dari dalam hati Qu. Malah lebih memilih biarlah cinta itu tetap ada dan tumbuh subur di dalam hatinya walau begitu menyakitkan saat cinta itu menyalahkannya ketika meminta ruang dan tempat untuk bermuara.


"Hai, melamun aja! Ayo turun Cantik, dari tadi diam aja ngobrol apa kek, cerita kek, atau stand up comedy juga boleh! hehehe ...." sapa Sultan dengan maksud bercanda mencolek tangan Qu yang duduk di sampingnya lalu menghentikan kendaraannya di parkiran.


Terlihat Qu melihat-lihat ponselnya dan memasukkannya ke dalam tasnya bersiap untuk turun.


"Gue nggak melamun, tapi Gue lagi mikir." jawab Qu sekenanya sambil membuka sabuk pengaman dan membereskan pakaiannya.


"Mikirin Gue bukan?" selidik Suka sambil nyengir menyodorkan sebelah tangannya berniat membantu Qu turun.


Deg! Qu memandang Sultan memandangi setiap inci muka tampan di atas mukanya nya. Apa Sultan mulai tahu isi hatinya dan melihat sorot mata Gue? ya ampuuuuun .... jangan! jangan! sungguh Gue belum siap.


"Lo pede banget ya? emang mau Lo Gue pikirin?" balas Quinna dengan nada sama seperti biasa begitu di dengar Sultan, Ketus.

__ADS_1


"Iya, ya? ngapain habisin waktu sia-sia mikirin Gue? tapi Lo lagi mikir apa? pacar Lo?" Mereka berjalan bersisian menuju Mall yang di salah satu sudut lantai atasnya ada bioskop.


'Ya ampun Sultan, Gue ini tidak punya pacar, belum pernah merasakan pacaran, tidak seperti Lo!' Dalam hati Qu menyalahkan dirinya sendiri.


"Terserah Gue lagi mikirin apa, pacar, tugas, kuliah, film de el el." ucap Qu seperti biasa juga tak mau terbuka soal yang satu ini setiap di singgung siapapun.


"Dari dulu Lo sangat tertutup banget soal pacar sama Gue Qu, Gue pengen banget denger Lo cerita soal pacar Lo, tapi setiap Gue tanya selalu ketus jawaban Lo itu, kenapa?" Sultan menggandeng tangan Qu berjalan ke ruang tunggu bioskop biasanya Sultan sama Qu melihat-lihat dulu film apa yang mau mereka tonton, lalu diskusi dulu baru membeli tiket.


Qu diam merasa tak bisa lagi berakting harusnya sikap seperti apa di hadapan Sultan dan setiap bertanya soal pacar.


"Qu, Lo punya pacar nggak? jangan-jangan kali ini Gue ajak nonton pacar Lo marah nanti, makanya Lo ketus begitu!" Sultan bicara serius sambil menggoyangkan tangan Qu yang di gandeng nya.


Qu berusaha mencari jawaban untuk berkelit yang masuk akal dan tidak terlihat kalau dirinya lagi pura pura dan berakting.


"Oh ya? kok putus sih? Kan Gue belum kenal sama Doi, belum memberi penilaian sama Dia, belum Gue tantang ajak panco!" antusias Sultan menanggapi ucapan Qu.


Ada saja ucapan Sultan yang membuatnya mengkerut, tentang pilihannya soal cowok pasti habis di koreksi semuanya sampai di ajak panco segala.


"Ya, Lo nya aja yang telat, dan sayangnya Gue bukan Lo yang dengan mudah pacaran lalu putus, pacaran lagi lalu putus jadian lagi dan lagi. Lo datang saat Gue baru putus, tapi Gue janji kalau nanti punya pacar lagi pasti Gue kenalin ke Lo. Asal janji jangan terlalu di nilai segalanya!" terang Qu berharap Sultan nggak tanya lagi juga bahas soal itu.


"Lo misterius amat sih Qu, pacar itu dipublikasikan bukan di umpet-umpet. Dari dulu Lo belum pernah satu juga ngenalin sama Gue, Gue kan pengen tahu seperti apa selera dan pilihan Lo itu, apa se-pintar otak Lo apa enggak dalam memilih pasangan? jelas nanti Gue seleksi lah kan pacar Gue juga semua Lo diseleksi dulu kalau lolos QC Lo baru Gue pacari" Sultan kedengaran bijaksana.


Astaghfirullahaladzim Sultan! Yang Gue suka itu Lo! Selera Gue itu Lo! Ingin rasanya Quinna tabok mulut Sultan kenapa Lo nggak ngerti-ngerti? Kenapa Lo nggak ngeliat sinyal yang diberikan, apa emang Gue terlalu pasif dalam memperlihatkan perasaan Gue?

__ADS_1


Memang perasaan nggak bisa dilihat tapi bisa di rasakan juga dan di perlihatkan lewat tingkah laku. Apa Gue kelewat ketus hingga Sultan tak melihat damba di mata Gue?


Qu hanya tersenyum, hari ini Dirinya berhasil meyakinkan hati sultan kalau dirinya juga normal dan bisa berpacaran walau fiktif, dan membungkam Sultan dengan akting baru putus.


Qu merasa semuanya semakin jauh dan jauh untuk diraihnya, tapi setidaknya Qu telah mengatakan kalau dirinya juga pernah pacaran yang kenyataannya semua bohong belaka.


Biarlah saat Sultan ada di sini Qu bisa membahagiakan hatinya dengan rasa yang hanya Dirinya tahu, dan khayal itu kembali hilang saat Sultan kembali terbang nun jauh ke Australia sana dan bersama pacar bulenya yang selalu jadi ocehan tiap kali mengabarinya.


****


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian


-Noda Kelam Masa Lalu

__ADS_1


By Enis Sudrajat❤️🙏


__ADS_2