Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Rasa yang tetap bertahta


__ADS_3

"Qu Sayang, sepertinya Kita jadi liburan ke Australia kata Tante Rossa Sultan telah memesankan tiket dan mengirimkannya termasuk buat Kita," ucap Mama Andin saat mereka duduk di meja makan.


"Oh ya? Kapan Kita berangkatnya Mam?" Qu tahu itu pasti jadi, satu kebiasaan Sultan yang Qu suka di antara banyak kebiasaan lainnya yang Qu suka yaitu selalu menepati janjinya.


Sultan orangnya konsisten misal janji mau memberikan apa atau janji mau mengajak ke mana pasti akan dipenuhinya walau tak hari itu dan saat itu juga dan merupakan satu kebiasaan yang Qu sangat di sukanya kadang Qu sendiri suka sudah lupa tapi Sultan selalu datang dengan kejutan-kejutan yang mengingatkan akan janjinya lada Qu.


Tapi sayang antara Qu dan Sultan belum ada janji hati, mungkin juga nggak akan pernah. Mungkin kalau sudah jadi ketetapan hatinya Sultan akan jadi orang yang sangat setia terbukti pada persahabatan mereka yang sangat di jaganya sekian belas tahun telah berlalu telah melewati beberapa masa kebersamaan yang sangat manis dan membekas khususnya di hati Quinna.


Satu kebanggan juga bagi Qu mungkin juga Sultan kalau mereka bisa menjaga tali persahabatan melewati pasang surut kehidupan dan suka duka dalam menjalaninya, juga perjalanan yang panjang berhasil mereka lalui tanpa ada kendala dan permasalahan yang serius diantara mereka selain kejahilan Sultan yang kadang bikin nangis Qu lalu baikan kembali dan yang lebih sering mereka tertawa bersama. Selebihnya Qu akhirnya jatuh hati tanpa terungkapkan sampai saat ini pada Sultan dan Sultan tidak tahu itu.


Permasalahan Qu jatuh hati sama Sultan seperti bermetamorfosa dari sahabat masa kecil, ABG dan kini setelah dewasa semua menjadi maslah serius bagi Qu semua menyita hari-hari dan pikirannya juga menyiksa dengan kerinduan saat-saat sendiri.


Quinna tak menginginkan dan bercita-cita untuk mencintai dan menyayangi Sultan melebihi persahabatan mereka, tapi apalah daya saat cinta itu sendiri datang tanpa di duga menyapa hati dan perasaannya.


Kali ini sultan kelihatannya masih gamang dan playboy selalu mencoba dan mencoba terbang dan hinggap dari wanita cantik yang satu ke wanita cantik lainnya. Entah seperti apa type cewek idamannya kadang Qu juga tak mengerti Sultan tak pernah cocok dengan semua ceweknya terbukti pacaran tak pernah lama dan gonta ganti itulah kebiasaannya seperti ingin memecahkan record kalau dirinya penebar pesona dan paling tampan.


Qu menarik nafas panjang, sambil bangkit membuka kulkas melihat lihat apa ada isi yang Qu suka. Tapi sepertinya semua tak menarik seleranya untuk makan apapun.


Tanpa sadar Qu menutup kulkas begitu kencang seakan ada emosi dalam dadanya.


Mamanya kaget dan memperhatikan apa yang dilakukan Qu putri satu-satunya sambil geleng-geleng kepala. Semakin kesini tingkah dan kelakuannya Qu semakin aneh saja semua itu tak lepas dari perhatiannya, seperti hubungannya dengan Agung yang kesini sini malah jarang datang berdua, ngobrol diskusi tertawa bersama di teras depan menyiratkan renggangnya hubungan mereka atau diantara mereka hanya sahabat saja?


Satu yang membuat Mama Andin kaget tapi sudah menduganya, dugaannya selama ini memang benar kalau Qu ada hati sama Sultan benar adanya.


Suatu pagi setelah Qu berangkat kuliah Mamanya selalu inspeksi kamar putrinya, entah sekedar melihat membereskan atau membersihkan juga mengganti seprai putrinya Mama Andin mendapatkan kamar Qu begitu berantakan.


Mamanya berinisiatif mengganti seprai yang sudah lecek, di bawah bantal ada diary yang terbuka dan penuh dengan coretan seperti seorang yang galau, dan kata-kata nya begitu berganti ganti antara kenangan, harapan, dambaan, persahabatan, dan cinta.


Satu yang membuat Mama Andin mendapat kesimpulan kalau putrinya jatuh cinta sama Sultan teman masa kecilnya, karena membaca satu tulisan di antara tulisan dan curahan hati Qu lainnya.

__ADS_1


Apa Aku ini pintar? Tapi kenapa untuk ucapkan satu kata saja tak bisa?


Apa Aku ini bodoh? Tak bisa melihat laki-laki lain yang begitu baik dan begitu perhatian?


Kenapa hanya ada satu nama dan kenangan itu di otakku?


Jatuh cinta begitu berat dan menyiksa, Ya Allah tolonglah.


Hai pengembara! Apa yang harus Aku lakukan agar Kamu tahu isi hatiku?


Hai sahabat masa kecilku! sampai Kapan Kamu menyiksa hati dan perasaanku ini? Apa Kamu tak melihat Aku sudah dewasa? Pandanglah secara dewasa!


Dunia boleh berputar, siang dan malam silih berganti dan masa telah mendewasakan hati dan perasaan Kita, tapi ada yang harus Kamu tahu hatiku telah bermetamorfosa tanpa bisa Aku bendung 'Aku mencintaimu!' Semua itu menjadi beban terberat, karena Kamu tak mengerti rasa ini semakin kuat bertahta di hatiku.


Aku benci setiap curhatan tentang kekasih-kekasihmu, Aku benci setiap khabar tentang gonta ganti pacarmu, Aku benci semuanya! Aku ingin merobek photo wajah ganteng mu, tapi Aku takut nanti menyesal dan nangis sendiri saat tak bisa menyatukan kembali sobekan itu menjadi wajah gantengmu.


Pandanglah Aku secara dewasa!


Terlalu sungkan seorang orang tua masuk terlalu dalam pada masalah privasi anaknya, walaupun Mama Andin begitu terbuka tentang segala hal dengan putrinya.


Satu-satunya cara harus ada perantara diantara mereka. Siapa itu entahlah yang pasti harus ada yang menyampaikan, masalah mau bersambut atau tidak itu urusan belakangan.


Mama Andin merasa kenapa Qu tak pernah pacaran, tak suka bawa cowok ke rumahnya, jarang bicara tentang teman cowok, sekarang semua jelas ada sosok Sultan di hatinya.


"Kemungkinan awal minggu besok kita sudah berangkat Sayang, Mama sudah telepon Papa minta izin, malah Papa bersyukur kita bisa pergi liburan, karena Papa belum bisa berkumpul sama kita." Mama Andin bicara saat Qu duduk di meja makan dengan air putih di tangannya.


"Iya Mam, Qu senang."


"Tapi kenapa nggak ada ekspresi banget? Apa Kamu tidak senang Sayang? Australia itu luar negeri kalau kita bukan teman dekat keluarga Mama Rossa mana mungkin Kita punya kesempatan?"

__ADS_1


"Mam, apa Qu harus loncat-loncat saking senangnya? Qu sudah dewasa Mam."


"Iya, Mama tahu, sebentar lagi Kamu lulus dan akan jadi sekretaris cantik dan pintar. Bukan itu maksud Mama Qu tak kelihatan senang saat mau pergi bertemu Masmu? harusnya senang seperti senangnya hati Mama sama Tante Rossa." ucap mama Andin sambil tersenyum melihat kalau putrinya sudah dewasa sudah bisa menyimpan rahasia hatinya kalau ternyata sedang jatuh cinta pada teman masa kecilnya.


"Qu senang Mam tapi Qu bingung ninggalin janji juga di sini sama teman yang mau liburan ke Bromo, menjadikan Qu dilema diantara pilihan yang ada."


"Ke Bromo kan bisa kapan saja Sayang tapi ini ke Australia yang belum Kita bayangkan sebelumnya apalagi semua akomodasi di tanggung semuanya mungkin ini kesempatan yang tidak akan terulang kembali Sayang!"


"Iya Mam, Qu bisa kok berasalan sama teman pecinta alam di sini Qu tak ingin mengecewakan hati Mama juga Tante Rossa."


"Yang pasti hati Sultan juga Sayang, kan Dia yang membiayai semuanya."


Qu tersenyum semakin sering saja nama Sultan hadir kembali di rumahnya dan jadi topik pembicaraan Mamanya juga Tante Rossa setiap mereka. ketemu.


Bersambung ….


******


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian

__ADS_1


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏


__ADS_2