
"Apa? yang bener aja Bim masa segitunya Qu pelukan di tempat umum?" jawab Sultan meradang. Sepertinya Qu memang benar pacaran.
Hati Sultan mulai panas mungkin rasa cinta yang begitu dalam juga terhadap Quinna menimbulkan kecemburuan yang akut sakit hati Sultan seperti tak rela Quinna menjadi milik orang lain dan sekian lama dirinya menjaga perasaannya sendiri berpacaran dengan siapapun sampai saat ini tidak pernah ada kecocokan karena hatinya hanya berpaut pada Quinna saja.
"Betul itu Sultan kalau menurut pengamatanku Qu pacaran sama cowok itu karena terlihat begitu lengket dan akrab mereka pulang bareng diantar cowok itu dari kampus, pokoknya gimana kalau orang pacaran gitu, mampir di kafe atau jalan-jalan ke mana dulu." jawab Bimo meyakinkan Sultan.
"Ah! sial bener kenapa Aku harus tersangkut permasalahan dengan Joanna? Pokoknya ikutin terus dan yakinkan kalau Qu itu tidak pacaran!" Sultan seperti marah tapi entah pada siapa.
"Sultan kenyataannya seperti itu semua orang pasti punya penilaian seperti Aku. Pernah bertemu muka sekali bersamaku Dia masih ingat sama Aku sepertinya Qu juga sudah mulai curiga padaku karena Dia beberapa kali melihatku memergoki Aku dengan tidak sengaja melintas di hadapannya sungguh Aku tidak bisa berpura-pura dan menjadi mata-mata tidak ada bakat sama sekali Sultan." Bimo seolah mau mengundurkan diri saja.
"Cuma begitu aja masa kamu nggak bisa? tolong Aku lah Bimo sebenarnya Aku mau pulang saja tapi tanggung hanya beberapa bulan lagi Aku malah tidak fokus nanti kontrasentasi pada belajar di akhir-akhir masa kuliah mendengar kabar seperti ini apalagi kemarin mendengar juga Mamaku melihat sendiri Qu diantar seorang cowok ke rumahnya pulang kuliah," Sultan bicara seperti tidak suka.
Bimo hanya diam tak menjawab.
"Aku jadi cemas pokoknya begini saja kamu datang aja ke hadapanku Qu kalau Kamu membawa misi dariku!"
"Maksudnya gimana?"
"Maksudnya biar Quinna merasa di perhatikan sama Aku dan di jaga gitu!"
"Kamu aja sendiri yang ngomong"
__ADS_1
"Qu nggak pernah membalas sapaan chating tidak pernah mengangkat teleponku."
"Aku malas kalau harus jadi perantara orang bertikai Sultan!"
"Aku bukan bertikai, Qu hanya marah saja sama Aku sebenarnya hatinya mencintaiku sama seperti Aku, cuman karena kemarahan dan kecewa makanya Kita seperti ingin melupakan sesuatu tapi sama-sama tidak bisa."
"Jadi Aku harus gimana lagi?"
"Datangi Qu dan tanya kalau Dia itu pacaran atau tidak? karena Aku masih mencintainya dan tak terima kata putus dan tak menganggap ada kata putus diantara Kami."
"Ya lah, nanti Aku coba."
"Ya dah tapi miniatur motor gedenya dua beda jenis jangan sama!"
"Iya gampang miniatur aborigin telanjang juga Aku beli asal Kamu selesaikan tugas dulu!"
"Kalau nggak sukses?"
"Kamu bukan saudara Aku!" Sultan bercanda pada Bimo Saya ingin menenangkan hatinya saja.
"Yah, berat juga." Bimo seperti mengeluh dengan banyaknya tugas dan beratnya misi dari Sultan.
__ADS_1
Bagaimana Sultan dengan mudah harus melupakan Qu? Semua tampak indah yang selama ini ada di dalam hari-hari dan hidupnya hanya dengan Qu. walau berpacaran dengan beberapa wanita itu hanya pelarian Sultan saja hanya ingin tahu reaksi Quinna seperti apa karena terbukti sampai saat ini Sultan tidak ada yang serius dan berpikir untuk masa depan bersama siapapun.
Mencium pertama kali bibir Qu saat mengakhiri persahabatan mereka dan memulai jalinan cinta di antara keduanya dan pelukan hangat dari Qu menyambut kebahagiaan hati mereka dengan saling mendengar detak jantung masing-masing dalam gelora kerinduan yang sekian lama di pendam. Dan kenangan paling indah yang mereka ciptakan berdua di pantai Cottesloe saat diving dan berenang dan pulangnya Qu tidur di pelukannya semua ingatan tentang itu begutu menyiksa hati Sultan.
*********
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
By Enis Sudrajat❤️🙏
__ADS_1