
"Sayang, Masmu sudah datang Mama dapat kabar dari Mamanya Sultan tadi ketemu di tukang sayur sana temui dulu." ucap Mama Andin saat melihat Qu hanya malas malasan saja di kamarnya.
"Iya Sayang, biasanya dari dulu Papa lihat kalian selalu antusias dalam hal apapun berdua," sela Papanya Qu menambahkan.
"Malas Mam, Qu malu kayak mau minta oleh-oleh saja," jawab Qu tak seperti biasanya selalu saja sumringah walau saat bertemu terlihat Qu sangat jaim.
"Nggak gitu juga kali beri ucapan selamat atau sekedar basa-basi Sultan masih temanmu jangan begitu. Minta oleh-oleh juga Mama anggap wajar Kamu temannya walau sebenarnya Mama banyak keheranan diantara kalian asalnya berteman baik jadi pacaran kok cuma sebentar putus lagi lantas masalahnya apa? kenapa kalian ini tak mencari jalan keluarnya terkadang saat Mama ngobrol sama Jeng Rossa sama-sama tak mengerti dengan cara pikiran Anak sekarang," ucap Mamanya sekalian mengungkapkan keheranan dan rasa penasarannya.
"Mama sendiri aja yang ke sana bukankah Mama juga jarang ketemu Tante Rossa?" jawab Qu dengan datar.
"Baik, Mama mau ke sana sama "Papa Nak Sultan sudah seperti Anak Mama juga jadi wajar Mama memberi ucapan selamat tapi idealnya ya sama Kamu juga," jawab Mamanya sambil tersenyum.
"Qu nggak mau ke rumahnya Tante Rossa kalau mau Sultannya yang ke sini toh Dia juga bisa ucapin selamat sama Qu apa bedanya?" Qu menjawab tidak mau kalah dan memang benar adanya.
"Sayang, yang lebih dulu punya niat baik dan itu dilaksanakan itu jauh lebih baik daripada hanya ada dalam niat saja, memang begitu juga tidak salah intinya kalian saling support saja. Kenapa masalahnya?"
"Qu lagi nggak mau saja!"
"Kalau Nak Sultan ke sini mau ucapin selamat?"
__ADS_1
"Dia ucapin juga tidak ke Qu?"
"Pasti Sayang, Kamu itu sejak kecil sudah bersahabat begitu juga Mama sama Mamanya Sultan dan keluarganya jadi ayo Kita ke sana sekarang ya Pa?"
"Iya, Papa malah kangen dan mau melihat Sultan setelah dewasa kini kayaknya paling tampan deh lama banget tidak bertemu pasti pangling."
"Ya sudah, Qu ikut tapi nggak lama mau jalan sama Jihan sudah janji."
Akhirnya mereka pergi juga ke rumah Sultan mungkin hanya alasan etika dan saling menghargai membuat mereka merasa berkewajiban memberi ucapan selamat atas keberhasilan salah satu anggota keluarganya termasuk keluarga Sultan juga Tante Rossa juga Om Harris saat Papanya pulang dan tidak melaut lagi dan akan berkantor di daerahnya mereka mengucapkan selamat juga karena itu bagian dari ikut bahagia.
Masih seperti biasa keluarga Qu di sambut dengan antusias Om Harris dan Tante Rossa dengan sapa senyum dan rangkulan walau hati Qu deg-degan juga di mana Sultan belum keluar?
"Sama-sama Jeng, rasanya lebih lengkap kebahagiaan Jeng Andin deh Papanya pulang Qu juga selesai kuliah gimana sudah dapat channel buat kerja Sayang?" Mamanya Sultan bertanya ditujukan pada Qu.
"Ada Tante, rekomendasi kampus mungkin untuk awal diambil saja daripada nganggur," jawab Qu sambil tersenyum.
"Bagus Sayang untuk awal nggak usah pilih pilih dulu nanti kalau sudah punya jam terbang baru bisa merasakan mana yang lebih nyaman akan cocok dengan sendirinya."
"Iya Tante."
__ADS_1
"Sultan mana ya tadi habis sholat Ashar kok nggak keluar jangan-jangan tidur sore sore kebiasaan jelek itu!" gumam Tante Rossa sambil bangkit menuju kamar yang tertutup lalu mengetuknya.
Qu sudah ingin pulang saja buat apa lama lama di sini semua hanya basa-basi tapi saat Tante Rossa keluar diikuti seseorang tak urung hati Qu merasa tak tenang juga.
*********
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
__ADS_1
By Enis Sudrajat❤️🙏