Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Pulang


__ADS_3

Sultan membawa susu di gelas ke ruangannya diikuti Pak Irawan yang merasa heran kok Pak pimpinan masih minum susu?


"Gimana Pak Sultan sudah berkenalan langsung dengan sekretaris barunya?"


"Perkenalan sudah tetapi ngobrol soal pekerjaan belum Aku masih melihat dulu agenda-agenda yang ada yang mesti Aku jalankan," ucap Sultan begitu berwibawa.


"Agenda sepertinya belum lengkap Pak karena ini hari pertama Bapak kerja tetapi mungkin besok sudah Kita agendakan program yang menjadi agenda Bapak pimpinan tiap harinya."


"Baik Pak Irawan terima kasih maaf tadi Aku makan siang duluan karena Aku ingin berkenalan dengan sekretaris baru jadi tidak makan di sini juga tadi inspeksi ke dapur sekalian minta susu karena pencernaan ku lagi kurang bagus kata teori katanya harus di netralisir pake susu," ucap Sultan di sambut anggukan dan senyuman Pak Irawan.


"Oh? nggak apa-apa Pak Sultan itu bebas mau di mana pun makannya sepertinya sekretaris itu cekatan dan terampil juga ya?" Pak Irawan senang sepertinya pimpinan suka dengan Mbak Quinna. Hari pertama kerja saja sudah diajak makan di luar.


"Benar, penilaian Pak Irawan sama juga dengan penilaianku jadi terima kasih telah merekomendasikannya untuk menjadi asistenku semoga betah dan bisa cocok kerja denganku," ucap Sultan merasa lucu saja bicara seakan baru kenal dengan Quinna.


Sepeninggal Pak Irawan Sultan menghampiri meja Quinna dan menatapnya tajam membuat Quinna gelagapan, tapi berusaha bisa tenang dan bisa mengendalikan diri.


"Apa tugasmu sebagai sekretaris?" tanya Sultan tiba-tiba membuat Qu mengerutkan keningnya pertanyaan menjebak atau mengujinya?

__ADS_1


"Aku? ya Sesuai dengan Pasal 617 bahwa tugas sekretaris adalah membantu Kepala Badan dalam melaksanakan rumusan rencana program dan kegiatan, mengkoordinasikan, monitoring, urusan administrasi umum dan kepegawaian, keuangan, perencanaan serta evaluasi dan pelaporan!" jawab Qu tegas dan jelas.


Sultan tersenyum meneliti wajah cantik Qu dari atas sampai bawah membuat Qu juga ikut meneliti pakaiannya takutnya ada yang salah.


"Baik, semua itu benar tapi ada hal lain di luar itu yang harus Kamu ketahui mari Aku tunjukkan sesuatu padamu Kamu memang Aku akui pintar tapi apa sepintar itulah dalam memilih seseorang dalam hidupmu nanti?"


"Maksudnya apa? kok urusannya jadi masalah pilihan?" tanya Qu bangkit dari duduknya dan malah berdiri di balik meja kerjanya.


"Maksudku Aku ingin perlihatkan kalau di mejaku akan selalu ada Beker dengan wajah Kamu yang menghadap ke arahku dan di laci meja kerjaku ada tas goni juga ada gelang tradisional yang ketinggalan di Australia semua itu bagiku begitu berharga, Kita ngobrol saja di hari pertama ini tentang perasaan kalau Kamu tetap benci dan tidak mau maafkan Aku silahkan saja! Aku hanya ingin memperlihatkan kalau sampai saat ini Aku masih tetap seperti yang dulu masih mencintaimu dan sekali lagi jangan jadikan kejadian waktu di Australia itu sebagai penghianatan bagi cinta Kita. Karena jujur Aku tidak sengaja melakukan semua itu karena saat itu Aku belum terpikirkan kalau Kamu benar-benar mencintaiku! Aku sengaja bicara seperti ini karena Kita akan mengawali kerja bersama-sama di kantor yang sama di ruangan yang sama terserah mau Kamu seperti apa!" tutur Sultan dengan menarik tangan Qu menuju ke mejanya.


"Sultan apa-apaan ini di kantor!"


"Hai! Kamu bicara begitu seakan Aku ini siapa mu pimpinan?"


"Kamu calon istriku!"


"Sultan Ali!"

__ADS_1


"Ssstttt .... Aku tidak kuat karena perutku mulas dan panas tolong bawa mobilku antar Aku ke rumah sekarang juga!" perintah Sultan pada Qu.


Entah benarkah Sultan kepedesan atau akibat tidak nyaman di perutnya ataukah Sultan hanya berbohong karena kelihatan Dia sudah tidak kepedesan lagi tapi entahlah kalau rasa panas dalam perutnya yang masih terasa semua terlihat bagi Qu penuh drama.


*******


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian

__ADS_1


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏


__ADS_2