Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Kenalan pada orangtua


__ADS_3

Agung sama Qu keluar ruangan studio dan berjalan bergandengan sepeninggal Bibi yang mengabarkan kalau Mamanya sama Adiknya Adinda sudah pulang.


Setelah sebelumnya mereka berpelukan di balik pintu dan Qu mendorong tubuh Agung yang menciumnya dengan lembut.


Agung tertawa saat Qu marah karena memepetnya terus.


"Kamu memanfaatkan banget!"


"Itu tandanya Aku suka Kamu dan Aku kangen, biar semua terobati!" alasan Agung sambil tertawa.


Selalu saja Qu merasa itu penghianatan pada dirinya dan cintanya setiap bersentuhan dengan laki-laki lain.


Tapi mengingat rasa kecewanya yang begitu mendalam terhadap Sultan membuat Quinna sanggup melakukan apapun dan berpaling pada laki-laki lain walau hatinya bertolak belakang dengan suara hatinya yang melakukan penolakan.


Sulit di alihkan dengan laki-laki sekaya dan se-tajir Agung sekalipun tapi setiap ingat penghianatan Sultan Qu merasa begitu sulit untuk memaafkan.


Qu merasa hatinya tidak tenang dan menggenggam tangan Agung dengan kenceng tapi pas habis anak tangga yang diinjaknya Qu melepaskan genggaman tangan Agung perlahan.


"Oh alah udah pulang Nak?" sapa seorang perempuan mungkin sebaya Mamanya Quinna Jeng Andin itulah perkiraan Qu saat pertama melihat Mamanya Agung.


"Iya, Mam ini Quinna yang pernah Agung ceritakan sama Mama, masih temannya Jihan juga," ucap Agung mengenalkan Qu pada Mamanya.


Qu mengangguk dan bungkuk hormat lalu mencium tangan Mamanya Agung yang tersenyum menyambutnya sambil menyebutkan namanya.


"Quinna Tante!"

__ADS_1


"Sudah lama di sini nya? maaf ya Mama tadi banyak yang di beli, kenapa Jihan nggak di ajak ke sini juga?" ucap Mamanya Agung karena sudah kenal begitu lama sama Jihan.


"Nggak Mam kan spesial Agung kenalkan pada hari ini sama Mama," ucap Agung membuat Qu malu.


"Oh begitu toh? ya sudah mari silahkan duduk apa Bibi sudah bikinkan kalian minuman?" jawab Mamanya Agung sambildjsjm duduk


"Sudah Mam tapi di ruang studio tadi bibi yang antar," jawab Agung sambil duduk di samping Qu.


Datang Adinda sambil malu-malu ke hadapan Agung dan Qu.


"Pacar Kak Agung ya?" ucap Dinda sambil tersenyum menyodorkan tangannya pada Qu sambil menyebut namanya.


"Iya dong," jawab Agung mewakili Qu.


Qu tersenyum tanpa berkata apa-apa menyambut tangan Dinda.


"Oh, lupa karena melihat adiknya Mas Agung yang cantik banget, Quinna!" ucap Qu sambil tetap tersenyum.


Datang Bibi bawakan lagi minuman di nampan dan langsung ke belakang lagi.


"Qu jago nyanyi lho Nda," ucap Aging membanggakan Quinna di hadapan Adiknya.


"Benarkah? jangan jangan hanya nyanyi di dalam hati dan di kamar mandi saja!" canda Dinda sambil tertawa disambut tawa Agung yang merasa Adiknya begitu mudah mengenalkan diri dan langsung ngobrol bisa akrab padahal baru saja bertemu dan kenalan.


"Ya kurang lebih seperti itu lah Nda, karena sekelas penyanyi internasional juga berawal dari nyanyian hati dan kamar mandi," jawab Qu dengan mengimbangi candaan Adinda.

__ADS_1


Mamanya datang bergabung sambil bawa kue kue kering.


"Papa pulangnya malam ya Mam?" tanya Agung sama mamanya.


"Iya, nggak apa apa ini sudah Mama wakili," ucap Mamanya Agung.


Akhirnya obrolan mengalir ke mana maunya topik pembicaraan di arahkan dan banyak cerita mulai tinggal di mana? dan pekerjaan orangtuanya.


Bertemu Mama sang kekasih ternyata tidak begitu seram seperti bayangan sebelumnya.


Semua biasa saja karena hanya semua bayangan awal yang bikin hati tidak tenang.


*******


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian

__ADS_1


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏


__ADS_2