
ASYIKNYA MAU LIBURAN
"Jadi? Jeng Rossa sudah melihat sorot mata Qu sejak lama?" Mama Andin tak sabar mendengar tanggapannya seperti apa.
"Aku malah sejak mereka di SMA Jeng! sering sama Bapaknya suka ngobrol iseng tapi senang banget kalau Kita benar-benar besanan, anak-anak tahu dari kecilnya keluarganya sudah seperti keluarga Kita sendiri seringkali Kami ngobrol berdua membicarakan semua itu, tetapi dalam hatiku ada keraguan begitu banyak kekhawatiran dan ketakutan."
Mamanya Sultan sedikit agak mengeluh tentang anaknya sendiri.
"Apa yang membuat Jeng Rossa takut?" tanya Mama Andin penuh tanda tanya.
"Takut Anakku salah langkah, kenapa dari dulu Anak Kita tidak pacaran ya Jeng? padahal Aku sangat setuju banget tapi sepertinya mereka nyaman banget bersahabat, entahlah seperti apa hati mereka Aku selalu menunggu sejak lama kapan mereka bawa khabar kalau mereka pacaran tapi semua itu tak kunjung datang sampai saat ini," ucap Mama Rossa begitu berharap kelihatannya.
"Tapi kenyataannya sudah jelas Qu punya perhatian lebih dari sekedar seorang sahabat. Qu begitu dalam mencintai Sultan, Quinna sendiri yang merasa jatuh cinta sama Sultan. Punya rasa terhadap Sultan tetapi Sultan entahlah, mungkin perempuan lebih bisa sembunyikan rasa jadi tidak kelihatan." Mama Andin seperti menyampaikan pesan perasaan Anaknya.
"Iya Jeng, Aku tahu Qu punya rasa tapi malu menyampaikannya soalnya Sultan cuek saja, gimana kalau Kita cari kesempatannya buat lebih dekatkan lagi mereka?jadikan masa liburan kali ini kesempatan Kita bagaimanapun caranya supaya mereka bisa terbuka satu sama lain saat nanti liburan di sana Aku akan atur semuanya. Aku begitu setuju Jeng kalau mereka benar-benar bisa melewati masa kecil bersama masa sekolah dan masa remaja sampai jadi suami istri." Mama Rossa begitu antusias dan optimis dengan harapannya semua bisa merealisasikan harapannya dan harapan Quinna.
"Aku malah baru tahu akhir-akhir ini Jeng, karena waktu beres-beres kamar Qu menemukan buku ini dalam keadaan terbuka, iseng Aku baca aku tertegun." tutur Mama Andin dengan sejujurnya.
"Tapi sepertinya kalau Kita besanan asyik juga kali Jeng Anak Jeng Andin satu Anakku juga satu suruh merek cetak mahluk cantik dan ganteng juga lucu yang banyak biar keluarga Kita jadi rame, hehehe …." jawab Mama Rossa sambil terkekeh sendiri. Membayangkan pasangan yang begitu cocok ganteng dan cantik orangtua setuju apalagi?
"Sejujurnya Kita sebagai orang tua pasti merasa senang, tapi lebih bijaksana bila bukan Kita yang menjodohkannya, biar mereka yang memilih dan saling cocok itu akan lebih bagus." ucap Mama Andin bijaksana merasa ada rasa bersalah telah membuka hati Anaknya sendiri, tapi semoga saja bisa membuka jalan yang di harapkannya.
Mama Andin hanya tersenyum, berarti orang tua Sultan senang seandainya Anak mereka berjodoh tidak hanya berteman saat mereka sudah dewasa.
"Aku kan pihak perempuan Jeng, lebih ideal semua itu datang dari pihak laki-laki, yang paling penting Anak Kitanya dulu apa mereka saling cinta tidak? Jangan-jangan Sultan sudah punya calon pilihannya sendiri bule di Australia sana." ucap Mama Andin menambahkan. Setidaknya ingin tahu apa Sultan selama ini jujur soal pacar pada orangtuanya?
__ADS_1
"Aku sama Papanya Sultan sangat tidak setuju Jeng, bener lho Jeng apa di sini sudah kekurangan gadis-gadis? Quinna yang sangat cantik, baik, sopan, pintar, pintar masak kayak Mamanya calon sekretaris kadang Aku sama Bapaknya juga heran kenapa Anakku Sultan gonta-ganti mulu teman dan pacar?" Jeng Rossa seperti menggerutu sendiri.
"Namanya masih mencari yang cocok ya mungkin begitulah Jeng!" timpal Mama Andin seolah membela masa remaja yang masih labil dalam pilihan Sultan.
"Itu lho Jeng yang Aku heran dari dulu jalan sana sini sama Qu kok kelihatannya seperti jauh dari rasa? Apa Anakku Sultan terlalu sungkan untuk mengatakan perasaannya? Mereka berdua malah asyik saja bersahabat seperti dulu-dulu jangan jangan Sultan juga kelewat cinta sama Qu tapi malu juga sama persahabatan mereka? kadang Aku sama Bapaknya berpikiran begitu Jeng." Mama Rossa baru kali ini jujur tentang keheranan pada Anaknya.
"Kalau belum merasakan ya begitulah Jeng, mungkin saja mereka berdua takut merubah persahabatan mereka."
"Pokoknya nanti di Australia sana Aku akan berusaha korek isi dalam hati Sultan, karena Aku nggak setuju kalau harus dapat orang lain budaya apalagi keyakinan, ribet temanku juga banyak perbedaan malah memperingatkan kepada siapa saja kalau masih bisa memungkinkan janganlah mengikuti langkahku menikah dengan berbeda negara, berbeda budaya, berbeda keyakinan begitu berat dijalani." cerocos Mama Rossa seolah memberi alasan begitu setuju dan cocok kalau Anaknya milih mutiara yang ada di depan matanya.
Mama Andin hanya diam, entah seperti apa nanti liburan mereka di sana, akankah Qu bahagia atau sebaliknya?
"Aku serahkan saja semuanya pada Jeng Rossa, Aku seolah tak tahu apa-apa ya Jeng."
"Jeng Andin tenang saja sebenarnya Aku melihat sorot terdalam yang tak terungkap di mata Anakku Sultan setiap mereka bertemu dan saat memandang Qu, Aku yakin seyakin yakinnya selama ini Anakku Sultan hanya pelarian saja atau hanya ingin melihat Qu cemburu sepertinya, makanya kenapa pacaran selalu tidak cocok dengan siapapun dan selalu berganti," jelas Mama Rossa dengan keyakinannya.
"Jeng! kemungkinan Sultan ingin menyelami isi hati Qu dulu baru mengungkapkan perasaannya tapi karena selama ini Qu begitu rapi menyimpan rahasia hatinya jadi Sultan merasa Qu tak mencintainya itu pandanganku Jeng."
"Bisa jadi juga, tapi kadang lucu lho Jeng Aku ingat waktu Sultan baru datang Qu menyambutnya dengan ketus dan lama saat Sultan menyodorkan tangannya tapi kelihatan ingin segera bertemu dan keluar dari kamar dengan terburu-buru, Akhirnya mereka saling sapa dan ngobrol sangat akrab."
"Yang lucu lagi Sultan Jeng pas datang langsung mengeluarkan bungkusan dari dalam kopernya dan bertanya padaku katanya, 'Mam bagus nggak bungkusnya? Qu kira-kira suka nggak ya?'
'Apa dulu isinya?' tanyaku. Eh Dia malah jawab 'Ada deeeh...!'
Jeng Rossa sama Jeng Andin tertawa berdua, mengingat kelakuan konyol anak-anak mereka yang seolah lebih menjaga gengsi dari pada rasa dalam hati mereka.
__ADS_1
"Kita bantu do'a ya Jeng semoga mereka benar-benar berjodoh dan Kita jadikan momen liburan nanti pembuka hati mereka dan masa depan mereka yang lebih baik lagi walau cerita mereka sepeti cerita dalam dongeng saja."
"Iya Jeng Aamiin, selalu dan selalu ada do'a terbaik buat anak-anak Kita, jangan lupa tanya sama Sultan nanti bawa baju apa tebal apa tipis yang harus di perbanyak?" jawab Mama Andin sambil mengusap lengan Mama Rossa.
"Iya Jeng secepatnya Aku kabari ya, sudah dulu ya Aku pulang duku nanti calon menantuku datang ketahuan Kita lagi bergosip hehehe..." ucap Mama Rossa sambil tertawa menutup mulutnya.
"Ah, Jeng bisa aja!"
Bersambung ….
******
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
__ADS_1
By Enis Sudrajat❤️🙏