Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
PR dari Mama


__ADS_3

"Qu Sayang ada apa? Kamu berantem sama Masmu?" tanya Mama Rossa sambil memandang Qu yang masih saja tiduran.


Qu tak menjawab hanya diam saja membuat semuanya bingung.


"Baiklah Qu, kalau Kamu ingin tetap pulang oke Kita pulang tapi tolong jangan besok sembuh dulu Kamu ya. Jangan melakukan penerbangan dalam keadaan tidak fit nanti tidak enak pada semua. Kamu sehat dulu dan Tante meminta besok Kita jalan-jalan dulu bersama, kan Kita belum jalan-jalan bareng setelah itu lusa Kita baru pulang bagaimana penawaran Tante kali ini?" Tante Rossa melakukan penawaran pada Qu berharap ada waktu dan momen mereka bersama sama dan kemarin mereka mengikuti keinginan Sultan dan Qu yang ingin pergi berdua ke Pantai Cottesloe dan mereka sebagai Ibu mengalah hanya pergi berdua belanja sama Mama Andin.


"Iya Qu masa Kita liburan sama- sama tapi nggak ada momen dan poto berempatnya? Qu kan masih minum obat jadi lusa saja pulangnya biar Kita pergi bersama dulu jangan pergi yang jauh jauh ke pusat kota saja," jawab mama Andin memberi pengertian pada putrinya.


"Pokoknya maunya Tante begitu bisa kan satu hari lagi di sini?" tanya Mama Rossa bertanya maksudnya sama Qu.


"Bisa lah Jeng walau nggak jadi seminggu Kita di sini, Ayo bangun Sayang Mama belanja banyak banget ada buat Kamu juga Sultan juga," sahut Mama Andin menjawab semua pertanyaan dan penawaran Tante Rossa karena Qu masih saja diam.


Qu bangun dan Mama Andin juga Mama Rossa tertegun melihat mata Qu yang bengkak seperti habis nangis.


Qu tak menjawab iya atau tidak masalah besok mau pergi bersama itu urusan besok biarlah Dirinya berkorban demi kebahagiaan Mamanya juga Tante Rossa.


Semua menjadi mendung dan diam saat Qu bangkit dan masuk ke kamar mandi.


"Ada apa Jeng? tanya Mama Rossa sambil melihat punggung Qu dari belakang.


"Aku tidak tahu datang-datang Aku lihat koper sudah di situ dan Qu minta pulang besok." jawab Mama Andin sambil membuka kerudungnya.


"Nanti Aku tanya Sultan, tadi katanya mereka berdua di tempat Sultan dan Qu nemenin Sultan beres-beres rumahnya," ucap Mama Rossa sambil berpikir apa yang terjadi dengan mereka.


"Mungkin berselisih paham saja dan itu hal biasa nanti juga baikan lagi," jawab Mama Andin bicara di pelan kan karena Qu takut keluar kadari kamar mandi.


"Iya Jeng rasanya aneh saja kemarin sepertinya senang banget dan sekarang begitu mengkhawatirkan apa begitu orang pacaran?" ucap Mama Rossa sambil tersenyum lucu juga melihatnya.

__ADS_1


Jeng Rossa merahasiakan pada Qu juga Jeng Andin kalau tadi melihat satu cewek bule keluar dari hunian Sultan, tak ingin berprasangka dulu tetapi ada kemungkinan semua masalah yang membuat Quinna diam dan terlihat ngambek juga mereka tidak bersama-sama adalah ada keterkaitan dengan cewek bule yang bukan Christy tapi ceweknya lain lagi.


Biarlah nanti malam akan ada pertanyaan bagi Sultan kalau memang Quinna tak bisa dipinta keterangan.


Waktu berjalan dalam kekakuan terutama antara Quinna dengan Mamanya dan juga Tante Rossa merasa tak enak hati akhirnya Mama Rossa datang ke tempat dimana putranya tinggal.


"Pokoknya Mama mau kejujuran dari Kamu Nak. Apa Kamu sudah menjalin hubungan dengan Quinna?" tanya Mama Rossa sambil memandang wajah putranya yang sudah dewasa.


"Iya Mam, memang kenapa?" jawab Sultan dengan jujur.


"Masa Kamu tidak tahu kenapa Qu mau pulang? nangis dan sudah packing pakaiannya segala dan meminta pulang besok?" semprot Mama Rossa pada Sultan.


Sultan diam tak mungkin dirinya jujur untuk hal satu ini kepada Mamanya sendiri juga pada siapapun. Sultan tak akan mengungkapkan kalau tidak tahu dengan sendirinya seperti Quinna yang tanpa sengaja menguping pembicaraan dirinya dengan Joanna tadi siang.


Sultan malu pada dirinya juga pada dunia malu atas segala keteledorannya atas segala kecerobohannya dengan gampangnya terjerat bujuk rayu sehingga terjerumus kepada jebakan temannya sendiri dan akhirnya terjadi hal yang tidak diinginkannya tetapi semua telah terjadi.


"Sungguh Sultan nggak tahu Mam, mungkin karena Qu sakit jadi tidak betah lagi di sini dan tidak mood lagi untuk meneruskan liburan jadi Aku juga tidak bisa berbuat apa-apa tadi sedikit bersitegang sebelum akhirnya Qu balik sambil ngambek ke tempatnya." Sultan berusaha beralasan.


"Iya Mam sepertinya seperti itu alasan Quinna kenapa ingin pulang," jawab Sultan terlihat berusaha tanpa beban.


"Mama sudah tahan pulang jadinya lusa dan besok satu hari lagi kita jalan-jalan dulu bersama-sama. Mama tak ingin Quinna pulang dengan meninggalkan kesan yang tidak baik dan tidak enak terutama kepadamu Mama ingin kalian berpisah secara baik-baik apalagi diantara Kalian telah terikat satu janji pertalian hubungan yang akan berlanjut ke masa depan," ucap Mama Rossa sambil tetap menanti kejujuran cerita yang sebenarnya karena alasan Sultan terlalu dangkal untuk dianggap serius hanya karena sakit tidak betah tidak mungkin membuat Quinna langsung memutuskan ingin cepat pulang kalau bukan hal besar di antara mereka.


Apalagi mereka sudah jadi sepasang kekasih yang seharusnya mereka lewatkan dengan kebahagiaan di awal-awal masa pacaran mereka.


Sultan diam terpaku di hadapan Mamanya sendiri, jujur salah tak jujur juga Mamanya bisa menebak kalau dirinya memang bicara tidak jujur.


"Mama melihat satu wanita keluar dari sini tadi siang apa itu penyebab semuanya?" Akhirnya yang ditakutkan Sultan keluar juga mungkin dirinya harus jujur walaupun tidak dengan sejujurnya.

__ADS_1


"Itu Joanna Mam pacar eh teman Sultan juga..." jawab Sultan terdengar gugup.


Mama Rossa menarik nafas panjang dan berat lalu menghembuskannya sampai terdengar seperti keluhan dan kekecewaan.


"Berapa banyak lagi teman dekat Kamu di sini Nak? apa yang di cari? Mama bukannya nggak boleh bergaul dan berteman dengan siapa pun tapi batasi menurut apa yang terbaik dan pakailah aturan." Mama Rossa seperti merasa heran Joanna juga pasti teman dekatnya juga dan mungkin masih ada yang lain?


Sultan diam merasa bersalah dan tak bisa membela diri dan terlihat pasrah. Sultan merasa dirinya bebas tak terikat dengan siapapun walau dalam khayalannya hanya Qu saat sebelumnya terasa jauh untuk di jangkau. Tapi kini setelah semua bisa dirinya raih tahu hati Qu juga sama mencintainya semua seakan keluar dengan sendirinya pergaulan bebas dan playboy Sultan jadi bumerang bagi dirinya.


"Pokoknya Mama mau selesaikan semuanya jadikan Quinna masa depanmu titik! perbaiki semuanya minta maaf sama Qu dan rubah kesedihannya menjadi senyum bahagia lagi," ucap Mama Rossa terdengar begitu tegas.


"Sultan sudah berusaha membujuknya Mam tapi Qu tetap saja marah dan minta pulang," jawab Sultan pendek.


"Makanya Mama tahan pulangnya lusa besok ajak jalan jalan dulu dan kesempatan kalian bisa baikan lagi Mama tak ingin pulang kalau kalian masin berantem dan Qu membawa kekecewaannya," ucap Mama Rossa seperti PR yang di bebankan pada Sultan sebagai muridnya.


*******


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian

__ADS_1


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏


__ADS_2