
"Buat Kamu yang paling cantik dan Aku sayangi!" ucap Sultan sambil memeluk Qu setelah memberikan buket itu. Sultan bisa saja membuat hati Wanita meleleh termasuk Qu.
"Makasih Sultan." Hati Qu jadi menghangat hilangkan rasa marah yang masih ada di hatinya.
"Ya, cepat sehat Sayang biar Kita bisa ke tempat yang kamu inginkan," ucap Sultan mengajak Qu duduk di ruang tamu tempat huniannya.
Sejenak Qu melupakan semua kejadian kemarin walau hatinya masih saja belum bisa menerima seutuhnya semua yang terjadi di depan matanya. Kejadian seperti kemarin begitu menghantuinya menjadi phobia yang terus ada di dalam hati Qu.
Qu berharap ada bahasan serius dari Sultan tentang semua kisahnya dan semua bisa meyakinkan hatinya agar sedikit tenang dan bisa dengan nyaman melanjutkan pertalian hubungan yang baru saja kemarin terjalin itu.
Qu bukan ingin janji setia yang diucapkan dan diumbar dengan mudah tetapi Qu ingin semua dinyatakan Sultan dengan sebenarnya dan di perlihatkan lewat kesungguhan kalau cinta mereka cinta yang sebenarnya bukan hanya sekedar permainan atau tertarik sementara waktu atau juga hanya cinta lokasi saja yang bisa terjalin secara spontan karena seringnya bertemu.
"Tempatmu berantakan banget Mas?" ujar Qu sambil melihat-lihat semua ruangan dan isinya juga kamar tidur Sultan yang di dominasi warna abu-abu dan biru muda yang sama berantakan.
"Dimana-mana kamar cowok begini," sahut Sultan sambil tertawa merasa tak bersalah.
"Ada kok kamar cowok yang rapi," jawab Qu sekenanya. Qu merasa kalau Agung tak seperti ini kamarnya melihat dari rapinya kalau berpakaian atau teliti dalam hal apa apa tapi nggak tahu juga Qu hanya mengira ngira.
"Kamar siapa yang pernah Kamu lihat Sayang?" tanya Sultan sambil mengerutkan keningnya.
"Kamar aktor Korea pujaanku!" jawab Qu mengalihkan.
Sultan tertawa Qu hanya tersenyum.
"Bantuin beresin dong, kayaknya asyik di temani Kamu beres beresnya," kelakar Sultan sambil memegang kedua pergelangan tangan Qu.
"Jauh-jauh ke Australia lagi nggak enak badan juga, masa cuma bantuin beres beres kamar yang berantakan?" jawab Qu bercanda juga.
"Oh Qu Sayang, maksudku temani Aku saja Kamu duduk manis sambil putar DVD cari musik kesukaanmu Aku servis semua ruangan paling hanya setengah jam semua akan beres lagi habis itu Kita pacaran atau jalan-jalan, soalnya dari kemarin Aku sibuk jemput Kamu sama Mama dan kemarin pergi ajak Kamu jadi mana sempat Aku beresin semuanya," jawab Sultan memang masuk akal semua jawabannya.
Qu menilai Sultan bukan seorang pemalas yang bisanya hanya memakai sesuatu barang dan membiarkan bekasnya tanpa diperhatikan kembali kalau Sultan itu orangnya apik bahkan saat mainannya tertinggal di rumahnya dulu Sultan sampai mengantarnya sendiri ke rumah Qu.
"Baiklah! Aku mengerti Aku bantu yang ringan-ringan saja ya dan kalau dikerjakan berdua pasti cepat selesai," jawab Qu tersenyum pada Sultan.
__ADS_1
"Nggak usah Sayang duduk aja kalau nggak tiduran sana Aku biasa kok bersih bersih dan beresin semuanya ini hanya karena kesibukanku saja dari kemarin karena Aku juga seorang pria yang suka akan kebersihan dan kerapihan," sahut Sultan merasa sok biasa.
"Gini aja karena Aku juga bukan orang yang suka diam melihat orang lain bekerja dan tak suka yang berantakan tak tertata Aku Nyapu Mas ngepel Aku beresin seprai dan barang yang berantakan Mas tempatkan lagi pada tempatnya! gimana?" ucap Qu begitu bijaksana.
"Oke Sayang deal!" Sultan mencium pipi Qu sambil berlari ke belakang.
"Sultaaaan ih! Kamu selalu mencuri kesempatan!" teriak Qu sambil mengacungkan gagang sapu.
"Hahaha.... mumpung nggak ada Mama sama Tante!" Sultan tertawa dari kamar mandi.
'Berdua itu lebih baik' itu kata pepatah pada kenyataannya memang begitu adanya kebahagiaan mereka di pagi itu telah menciptakan sesuatu yang sangat bermanfaat selain Sultan bisa mencairkan suasana dan Quinna sendiri seperti tak terlihat jadi pikiran atas semua kejadian yang kemarin, berdua terlihat seperti masa kecil mereka saat diajak orangtuanya di hari minggu belajar bersih bersih rumah.
Hanya sekarang di selingi candaan dewasa dan tangkapan di tangan Sultan juga tatapan penuh cinta keduanya.
Setengah jam semua selesai Sultan membuka pakaiannya karena berkeringat. Qu yang hanya mengerjakan pekerjaan ringan sudah cuci kaki dan tangannya kini duduk di tempat tidur Sultan sambil melihat koleksi buku yang sebagian ada di samping meja tempat tidur Sultan.
Sultan tersenyum melihat Qu dan langsung masuk kamar mandi mau membersihkan diri.
Qu melihat lihat semua isi kamar dengan pintu terbuka ada banyak hal yang Qu lihat termasuk jam beker dengan gambar dirinya di pajang Sultan di meja kecil samping tempat tidurnya.
Sultan masuk sudah berpakaian rapi gelendotan di samping Qu, Qu berharap Sultan bicara kejujuran dan membiarkan Sultan memeluk sebelah lengannya.
"Mas, apa harapanmu setelah Kita jadian dalam dalam cinta juga nanti setelah studi Kita selesai?" tanya Qu membuat Sultan bangun dan duduk berhadapan.
"Dalam pekerjaan dan studi Aku ingin melanjutkan kerja tapi yang di Indonesia mungkin akan memudahkan karena Aku bekerja di pusatnya di sini jadi perusahaan yang Di Indonesia akan lebih percaya semoga saja semua terlaksana walau orangtuaku terutama Papaku mengharuskan meneruskan usaha keluarga tetapi Aku ingin menimba pengalaman dulu di perusahaan orang lain," ucap Sultan terlihat dewasa.
Setelah menarik nafas panjang seakan ingin melonggarkan semua beban yang ada di dalam pikiran dan perasaannya Sultan bicara juga pada harapan cintanya.
"Untuk yang satu lagi harapanku selesai kuliah Aku ingin melamar mu dan menjadikan semua cita cita masa kecil Kita jadi kenyataan, Aku sadar kalau Aku mencintaimu Quinna."
Sultan mencium tangan Qu dan hati Qu menghangat berbunga-bunga.
"Aku juga sama mencintaimu Mas, tapi Aku ingin cinta yang tanpa ada masalah baik masa lalau Kita berdua karena untuk masa depan yang akan Kita jelang nanti."
__ADS_1
"Baik Quinna, semua akan Aku selesaikan kebahagiaanku hanya bersamamu dan masa depanku ada bersamamu."
Janji Sultan akan menyelesaikan semuanya menjadi angin segar bagi Qu, berdua saling menumpahkan kerinduan yang selama ini hanya ada dalam hati mereka.
Berpelukan dam berpagutan membuat seprei yang baru di ganti kusut kembali. Qu pasrah pada cintanya dan hatinya kini hanya Sultan yang memiliki.
"Mas, Aku capek ciuman terus lapar lagi jalan yuk keluar!" ujar Qu sambil melepaskan pelukan Sultan.
"Hahaha...iya juga ya, lagian Kamu masih belum sehat bener Sayang apa Aku saja yang keluar di luar anginnya kenceng tinggal bilang saja mau makan apa nanti Aku belikan," jawab Sultan sambil membelai bibir Qu dengan jarinya.
"Boleh, lagian Aku aneh ya ngantuk tapi lapar juga." Qu tertawa dengan manisnya.
"Tiduran saja Sayang Aku keluar dulu apa-apa yang Kamu inginkan?"
"Aku nggak tahu yang penting yang enak dan banyak," sahut Qu sambil tiduran. Sultan hanya tertawa mengucek rambut Qu dan berlalu keluar.
*******
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
By Enis Sudrajat❤️🙏
__ADS_1