
"Hai Qu, apa kabar?"
"Hai juga Bimo di sini juga? sama siapa?" tanya Qu sedikit merasa heran melihat Bimo terlalu sering akhir-akhir ini bertemu dengan dirinya.
Kini Qu melihat sendiri Bimo datang ke hadapannya tanpa siapapun di sisinya Qu curiga kalau Bimo punya maksud tertentu.
Walupun merasa heran tapi Qu berusaha tenang dan santai menunggu apa yang akan di sampaikan Bimo.
"Sorry Qu, Aku bikin bosan Kamu biasanya Aku hanya kebetulan bertemu Kamu tapi kali ini memang Aku ingin bertemu denganmu langsung dan bicara sama Kamu," ucap Bimo sambil duduk di hadapan Qu dan Jihan yang siang itu mau minum di salah satu pusat jajanan di dekat kampusnya.
"Ada apa memang? juga bicara soal apa?" Quinna memperlihatkan keheranannya.
"Ada perlu aja," sahut Bimo sambil melirik Jihan di samping Qu.
"Oke, Aku juga sebenarnya heran melihat Kamu begitu sering berada di sekitar di mana Aku berada," jawab Qu santai sambil memandang wajah Bimo yang baby face.
"Boleh Aku bicara di hadapan sahabatmu ini?" tanya Bimo sekali lagi memandang Jihan yang mulai mengocek minumannya.
__ADS_1
Jihan bersiap-siap pergi pindah meja kalau seandainya Bimo ingin berbicara rahasia diantara Qu dan dirinya tapi karena melihat Bimo santai dan Quinna juga sepertinya tidak masalah menjadikan Jihan tak jadi saat mau bangkit.
"Boleh silahkan saja karena di antara Kami tidak ada yang disembunyikan," jawab Qu sambil memanggil pelayan memesankan minuman lagi buat Bimo.
"Qu, sebenarnya Aku ini membawa pesan atas nama Sultan, Sultan di Australia sana tidak bisa tenang tidak bisa konsentrasi dan fokus pada apa yang dikerjakan dan pikirannya begitu terbagi Dia curhat padaku permasalahannya seperti ini seperti ini dan akhirnya meminta tolong padaku hanya untuk menjagamu memastikan Kamu aman dengan siapapun dan kemanapun Kamu pergi," ucap Bimo mengawali pembicaraannya membuat Jihan melongo dan Quinna sudah bisa menebak dan hanya tersenyum saja mendengar penuturan Bimo.
"Maksudnya apa? Kamu di suruh Sultan untuk jadi bodyguard Aku?" Qu tertawa tapi di tahan karena melihat reaksi Jihan dan Bimo kelihatan begitu serius ingin mendengar lebih lanjut penuturan Bimo.
"Tidak seperti itu juga sih cuma lebih kayak Sultan ingin menjaga Kamu dan menitipkan kepadaku itu saja selama Sultan masih ada di Australia," jawab Bimo meyakinkan maksudnya pada Quinna.
"Bimo, apa Kamu tahu permasalahan kenapa Aku memutuskan sepihak kepada Sultan? mungkin Kamu tahu ataupun mungkin tidak tapi Aku sudah lebih dulu kecewa dan sakit hati dengan keadaan Sultan yang tidak seperti Aku harapkan sebelumnya!" ucap Qu dengan suara tegas.
"Untuk apa? kalau setiap saat hanya mendengar perkataan minta maaf, Aku bosan bukan itu yang Aku harapkan tapi perubahan nyata, perbaikan diri untuk kedepannya!" ucap Qu memang itu uneg-unegnya.
"Baik Qu akan Aku sampaikan pada Sultan karena sekarang Sultan bilang sudah di putuskan semua pacar pacarnya! bukan itu yang diinginkan Sultan sebenarnya tapi Kamu Qu!" jawab Bimo dengan jelas mewakili Sultan.
"Aku tidak mengharapkan Sultan berubah karena Aku Bimo, tapi Aku ingin karena kesadarannya sendiri biarlah waktu yang akan merubahnya karena Aku juga sekarang punya kekasih karena menganggap hubungan dengan Sultan sudah berakhir," ucap Qu dengan suara begitu berat.
__ADS_1
"Qu, apa Kamu yakin? dengan pilihanmu saat ini Aku hanya mengingatkan saja kalau yang Kamu cintai adalah Sultan begutu juga sebaliknya. Sultan begutu berani mengambil keputusan demi Kamu, berpikirlah dulu sebelum semua pada menyesal!"
Qu diam semua kata Bimo ada baiknya tapi kekecewaan membuat Qu ingin berpaling.
*******
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
__ADS_1
-Noda Kelam Masa Lalu
By Enis Sudrajat❤️🙏