
Akhirnya Mama Rossa sama Mama Andin pulang duluan karena alasan capek, hanya sekedar ingin tahu dan antusiasnya tak seperti anak-anak muda kayak Sultan dan Quinna.
Mungkin juga sengaja membiarkan mereka karena tahu mereka sedang tidak baik baik saja. Dengan berharap semua bisa kembali damai dan enak di lihat tak seperti sekarang terlihat sendiri sendiri.
Sultan sama Qu mengantar Mama mereka ke pelataran parkir di mana Mr Joe telah siap dengan jemputan pulang dan Mama Andin juga Mama Rossa merasa tentram karena Mr Joe adalah langganan Sultan setiap pergi kemanapun ataupun urusan pekerjaan lainnya.
Sultan memang sudah mengkondisikan seperti itu biar tidak menyita waktunya terlalu banyak dan semua busa efektif kemanapun Mamanya juga Tante Andin juga Qu mau pergi walau tanpa Dirinya.
Sultan berusaha menggandeng tangan Quinna dan Qu berusaha berjalan sendiri dan perlahan melepaskan tangan Sultan. Sultan pun tak memaksa merasa dirinya banyak salah hanya berusaha membahagiakan Qu dengan mengikuti keinginannya.
Semua tak seperti yang di harapkannya kebahagiaan di pantai Cottesloe mungkin jadi kebahagiaan mereka dan kenangan akan cinta yang baru saja terucap dan kini harus pupus kembali.
Hati Sultan sakit mendapatkan kenyataan orang yang di cintainya Qu begitu kecewa dan memutuskan sepihak hubungan yang baru saja manis terjalin.
Bayangan indah berdua di pantai Cottesloe saat mereka diving dan berenang bersama, peluk cium mewarnai tawa dan canda bahagia berdua, Sultan merasa jadi orang yang paling bahagia saat pulang Qu tertidur dengan kepala bersandar di pundaknya dan Sultan membelainya dengan perasaan Sayang.
"Qu, Aku rasa Kita perlu bicara dan Aku perlu meluruskan segalanya," ucap Sultan di sela-sela Qu sibuk mengabadikan suasana senja di Elisabeth Quay.
Seperti tadi di dalam lift yang hanya berdua Sultan berusaha memeluknya tapi Qu dengan tegas menahannya dan menjaga jarak aman untuk tidak hanyut dalam suasana berdua karena menurut Qu Sultan bukan kekasihnya lagi kini.
"Mau bicara apa lagi? bukankah semua sudah jelas kalau Kita berbeda prinsip? Semua tak akan ketemu Sultan karena pada dasarnya Kita sudah berbeda Aku menganut kalau kesetiaan itu bukan hanya omongan tapi perlu pembuktian nyata di manapun kita berasa kesetiaan ada dalam hati bukan untuk di pertontonkan seperti Aku yang setia pada perasaan cinta padamu selama ini yang akhirnya Aku kecewa oleh perasaan itu sendiri, sedang Kamu selama ini jauh dari kata itu kebebasan yang sepertinya kebablasan. Kita mungkin hanya bisa cocok jadi teman saja," ucap Qu dengan tidak melihat muka Sultan di sampingnya.
Hatinya luka dan rapuh mendapatkan kenyataan yang jauh dari prediksinya, orang yang dirinya harapkan ternyata tak seperti yang benar benar dirinya harapkan.
"Tidak Quinna semua bisa Aku jelaskan Aku berpacaran dengan siapapun mau di Indonesia dan di sini tapi Aku tidak seperti yang Kamu sangkakan, Aku tidak sebodoh itu dan tidak se-bobrok itu Aku masih punya etika dan sopan santun yang Ku jaga kalau kejadian sama Joanna itu murni keteledoran ku dan teman yang menjebak ku, Aku tidak punya perasaan apa-apa pada Joanna tapi kalau Joanna Aku tidak tahu karena selalu saja mengejar ku," ucap Sultan dengan alasan dan pembelaannya.
__ADS_1
"Silahkan simpan pembelaan dirimu itu karena Aku tidak memerlukannya lagi, Aku tidak mudah jatuh cinta dan tidak mudah melupakan tapi kali ini semua harus mulai Aku rubah karena cinta yang selama ini hanya untukmu semua telah hancur luluh lantak tak bersisa lagi yang tinggal hanya jiwa keringku yang hanya bisa meratapi perasaan yang telah tertinggal di hatimu!" Qu mengusap air bening dari sudut matanya mungkin ini saat terakhir dirinya bicara dari hati ke hati dengan Sultan. Di tempat yang Sultan janjikan akan menghadirkan keajaiban dengan keindahannya inilah Elisabeth Quay tempat yang Sultan janjikan akan memberi suasana lain ternyata inilah perasaan Qu yang sesungguhnya terluka!
Ya, kawasan Elisabeth Quay menjadi saksi kecewanya hati Qu dan pemintaan maaf Sultan atas semua yang telah Sultan lakukan pada Qu.
"Tak adakah maaf untukku Qu? dengan muka menyesal dan tak terima di putuskan sepihak Sultan berusaha memperbaiki semuanya. Aku tidak merencanakan semua itu dan semua bukan murni kesalahan ku," ucap Sultan kedengaran putus asa.
"Hanya waktu yang akan menjawab semuanya dan waktu juga yang mungkin akan merubah hatiku, kalau sekarang maaf Sultan hatiku terlalu sakit untuk bisa maafkan walau itu terjadi sebelum Kita resmi pacaran tapi Aku menganggapnya Kita sudah pacaran sejak kanak-kanak, jadi bisa dimaklumi bagaimana cintaku itu ter-hianati dengan begitu dalamnya Aku tidak bisa dengan mudah begitu saja bisa memaafkan!"
"Baik Qu, kalau itu keputusanmu Aku menghargai terimakasih atas cintamu dan manisnya saat kebersamaan Kita di Pantai Cottesloe tempo hari mungkin itu kenangan paling indah yang Kamu berikan padaku," jawab Sultan terdengar lirih.
"Besok Aku pulang dan sampaikan pada Mamamu kalau diantara tidak ada apa-apa dan tetap hanya berteman seperti dulu dulu," ujar Qu menatap sekilas wajah Sultan yang sedang menatapnya.
"Qu, Aku terlanjur mengatakan pada Mamaku kalau Kita sudah jadian. Bagaimana bisa Aku menarik kembali ucapanku?" ucap Sultan sedikit menunduk mungkin berpikir.
"Ah, ****! kenapa Kamu bicara begutu? yang Aku cintai hanya Kamu Quinna! Aku masih menganggap Kamu adalah milikku nanti kalau Aku pulang ke Indonesia dan mendapatkan Kamu berpacaran dengan siapapun lihat saja Aku tak akan biarkan hidupmu tenang dan bahagia dengan yang lain!" ancam Sultan.
"Hai! jangan mengancam! bukankah Kamu sendiri yang bikin ulah? Kita buktikan kalau Aku akan bahagia dengan siapapun karena Aku telah mengalami kekecewaan sebelumnya," jawab Quinna dengan sedikit emosional.
"Aku sudah berusaha jelaskan lalu apa yang harus Aku lakukan agar Kamu memaafkanku?" ucap Sultan
"Pikirkan saja sendiri semoga jadi bahan pemikiran dewasamu kalau semua tindakan tak bisa merubah prinsip seseorang termasuk Aku!"
Sultan diam ucapan Qu begitu masuk ke dalam sanubarinya menghadirkan kesadaran dan penyesalan yang tiada guna, menghancurkan harapan indah dan angan angannya bersama Qu yang dirinya cintai sejak dulu kini giliran semua bisa bertemu dan menjalin kasih semua berantakan dengan datangnya Joanna yang pernah ada
"Sudah! Aku mau pulang! di antara Kita sudah tidak ada yang perlu dibahas lagi semua sudah berakhir."
__ADS_1
Quinna berjalan ke arah jalan yang dirinya tahu itu arah pulang. Qu merasa bisa dan tahu jalan pulang.
Sultan mandang punggung Qu yang berjalan meninggalkan dirinya dan akhirnya Sultan mengejarnya juga.
"Qu! Aku belum selesai bicara!" ujar Sultan menggapai sebelah tangan Quinna.
"Aku capek Sultan, Aku Ingin tenang dan ingin pulang di sini bukan tempat yang nyaman buatku."
********
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
By Enis Sudrajat❤️🙏
__ADS_1