Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Jaga kesehatan


__ADS_3

"Qu Sayang, Kamu sakit ya?"


"Siapa yang bilang begitu?"


"Mamaku!"


"Kenapa Lo jadi perhatian begitu? aneh!" jawab Qu dengan nada judesnya.


"Emang nggak boleh Aku perhatian?" jawab Sultan tak kalah sama bersikap judes juga.


"Tak biasanya, jadi aneh saja!"


"Makan, minum obat, tidur, dan mimpi Gue!"


"Nggak ada planning kalau harus mimpikan Lo, masih banyak hal yang lebih bermanfaat lain yang bisa Gue lakukan serasa Kita berbeda dunia!"


"Qu! tapi Gue sadar sepenuhnya kalau hati Gue belum bisa menerima keputusan Lo, Lo sendiri yang memutuskan tanpa Gue setujui dan Gue sepakati jadi sampai saat ini Gue masih menganggap Lo kekasih Gue," ucap Sultan seperti ada nada marah saat bicaranya.


"Hidup hanya mau di mimpikan tak berkualitas banget!"


"Katakan apapun kemarahan Lo mau se-gimana pun bencinya Lo sama Gue tapi Gua tahu hati Lo tak akan bisa melupakan momen di pantai Cottesloe Gue jamin kalau Lo tak sanggup melupakan itu!" ucap Sultan mengingatkan semuanya.

__ADS_1


"Gue tak mau marah dan ngobrol dengan tanpa faedah sama Lo, katakan yang mau Lo katakan sebelum Gue tutup teleponnya!"


"Qu, maafkan Gue, Gue Sayang Lo dan cinta sama Lo berdamai lah dengan keegoisan hatimu cukup sekian tahun Kita tersiksa mendam semua rasa yang tak terungkapkan dan camkan Gue janji akan menjadi lebih baik lagi dan ingat walau Lo ada di Indonesia dan Gue di Australia Gue akan tahu apapun yang Lo lakukan atau pergi dengan siapapun!"


"Haha... kedengaran seperti ancaman Tuan Sultan Ali? Lo punya Christy, Joanna dan yang katanya teman kerja Alice dan koleksi Lo lainnya! Gue jujur sama Lo kalau Gue juga punya Agung yang yang dengan seriusnya Gue jalan cukup lama Gue juga berhak menjalani kehidupan Gue sendiri dan yang Gue yakini itu yang terbaik!" ucap Qu merasa sama sama memamerkan kekasih.


Jleb! Sultan mengatupkan rahangnya hatinya panas dan marah, Qu tak mungkin bohong dengan segala ucapannya baru kali ini mengatakan kalau dirinya memang punya kekasih tak bisa dipungkiri Qu cantik pergaulannya luas mungkin di kampus juga jadi bintangnya.


"Baiklah Qu, semua balik lagi pada hati Kita yang menjalani setelah Gue tahu Lo mencintai Gue, Gue sambut dengan sukacita dengan kebahagiaan karena Gue juga mencintai Lo tetapi pilihan juga saat Kita menjalani bagaimana cinta Kita selanjutnya saat Lo bilang putus tapi Gue belum menerima sepenuhnya karena Gue juga tahu hati Kita akan bertentangan menjalani cinta dengan siapapun mulai saat ini!" Sultan bicara dengan serius.


Qu diam itu masalahnya sama dengan pemikiran yang barusan Sultan ucapkan. Seandainya dirinya juga menjalani cinta meneruskan hubungan dengan Agung tetap tidak akan sepenuhnya hanya untuk memperlihatkan bahwa dirinya juga bisa punya kekasih tapi sanggupkah, tega kah hati Qu menjadikan Agung hanya sebagai untuk pemanas hati Sultan?


"Oke cukup, Gue mau istirahat dan nggak mau ngomong lagi, kalau Gue tutup telepon ini tanpa persetujuan takut ada yang lapor sama Mamanya!"


"Ya sudah kalau mau istirahat, semoga cepat sembuh dan jaga kesehatan, Gue selalu akan merindukan Lo, bye!" Sultan menutup sambungan telepon dan Qu juga memijit tombol merah dan membiarkan ponsel itu tergeletak di tempat tidurnya.


Qu berperang dengan hati nuraninya dengan kekecewaan pada Sultan juga dengan pertentangan hatinya sendiri yang tidak rela dan tidak menerima semuanya. Masih terngiang ucapan Joanna saat itu.


"Apa? berakhir? semua sudah berakhir? bagiku semua baru dimulai Sultan bagiku tidak ada kata berakhir karena Aku merasa mulai mencintaimu! itu semua nyata Sultan di mana perasaanmu setelah semua Kita lakukan walau atas dasar suka sama suka!" ucap Joanna pada Sultan.


"Kenapa Kamu jadi menuntut perasaanku? Aku tidak merasakan apa-apa!" ucap Sultan dengan ucapan keras.

__ADS_1


"Oh no Sultan! semua tak seperti itu, Aku menyukaimu walau semua hanya iseng saja Aku menuntut dengan serius kalau Aku mulai mencintaimu!" Joan mulai bicara serius.


"Tidak Joan! semua terjadi di luar dugaan dan keinginanku sorry banget anggap itu sebuah kejadian biasa saja!"


Kalau ingat kejadian dan percakapan itu rasanya tak ingin memaafkan Sultan, tapi bisakah semua Qu jalani?


*******


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian


-Noda Kelam Masa Lalu

__ADS_1


By Enis Sudrajat❤️🙏


__ADS_2