
"Qu, apa perasaanmu saat ini?" Suara Agung terdengar seperti gemuruh deburan ombak setiap ucapan yang diucapkannya begitu membuat Qu deg-degan, saat mereka duduk di pinggir pantai berdua selepas senja.
"Aku senang, bahagia, antusias banget menikmati suasananya, terimakasih Agung telah ajak Aku ke sini dan telah mengenalkan Aku pada dunia yang berbeda jujur ini dunia baru bagiku dan Aku mungkin langsung jatuh cinta," ucap Qu sambi tersenyum melirik Agung yang lagi memandangnya
"Ish, apaan terimakasih segala? Semua orang berhak menikmati keindahan alam, Aku begitu suka semua yang berbau alam, pantai, hutan, gunung, lembah dan yang lain-lainnya, kalau ada yang sama satu hobi Aku begitu mengapresiasinya karena merasa satu visi," jawab Agung jadi cerita tentang kesukaannya.
"Aku belum hobi, tapi Aku begitu suka!" sahut Qu tertawa kecil merasa Dirinya bukan apa-apa dan pengetahuan tentang visi misi organisasi ini masih jauh. Qu baru menapaki awal dan baru pengenalan jadi belum seperti yang lain telah menjadi satu hobi yang mendarah daging dan tidak bisa ditinggalkan selalu di sempatkan.
"Itu sama saja, menyukai adalah awal Kita menjalani dengan hati senang, lama-lama Kita akan menjadi suka," sahut Agung menyambut tawa Qu yang merasa masih belum pede.
"Aku pertama kali ikut acara seperti ini, kalau Jihan sudah sering?" tanya Qu membalas ucapan Agung.
"Jihan lumayan sering juga, tapi sebatas yang dekat-dekat seperti ini, kalau yang jauh mungkin belum pernah, kebetulan cowoknya satu hobi sama Aku jadi pas bisa sama-sama menjadi penikmat suasana alam," jawab Agung juga
Quinna diam hanya hatinya yang deg-degan, duduk berdekatan dengan seorang cowok di alam terbuka saat malam seperti ini. Itu hal tak biasa bagi dirinya dan boleh di katakan pertama kali.
"Qu, boleh Aku katakan satu hal padamu?" suara Agung agak ragu tetap dalam duduknya
"Apa itu?" Qu melirik cowok yang begitu simpatik dan berwibawa di bandingkan dengan teman-temannya yang lain.
__ADS_1
"Ini tentang satu hati, yang tak bisa Aku hindari tak bisa berpaling, dan semua itu tak bisa Aku bohongi lagi, kalau selama ini Aku suka sama Kamu adakah Kamu bisa menerima mengerti maksud hatiku? itu harapan hatiku banget," Agung jujur mengungkapkan perasaannya.
Qu sedikit kaget karena menurutnya terlalu cepat Agung bicara soal hati. Entah karena memang sudah lama mengincar Dirinya begitu atau memang seperti itu baiknya yang jelas Qu tak bisa menebak secepat itu untuk menjawab perasaan Agung.
"Agung, Aku tidak tahu dengan hatiku, tapi bukan berarti Aku juga menolakmu tapi beri Aku waktu untuk bisa sama-sama belajar mencintai, dan Kita ciptakan suasana yang nyaman di hati kita dulu Aku juga suka sama kamu. Oke Kita dekat dulu saling berbagi dan saling mengasihi jawaban cinta tidak harus ya atau tidak, tapi dengan sikap kuharap Kamu bisa mengartikan rasa itu." Ucapan Quinna membuat Agung tersenyum dan mengangguk.
"Terimakasih Qu, selain cantik kamu begitu pintar, Aku semakin suka sama Kamu, Aku juga tidak menuntut hubungan Kita ini berkomitmen terlalu jauh. Kita sama-sama jalani saja apa adanya dan suatu saat Kita menemukan satu keseriusan mungkin itulah cinta yang sebenarnya." Agung sangat mengerti apa yang di ucapkan Quinna dan menjawabnya juga dengan begitu bisa di pahami.
"Kamu juga begitu romantis Agung mungkin seperti itu seorang pecinta alam mengungkapkan kata-kata cintanya, Aku suka Agung!" Qu mukanya jadi merona dalam tatapan Agung.
"Maaf Qu, Aku mengungkapkan perasaan hanya di tempat seperti ini tidak menyediakan tempat istimewa, tetapi saat Aku ungkapkan semua isi hatiku, ada kebahagiaan buatku. Semoga kedepannya akan selalu ada kebahagiaan buat Kita bersama dimanapun Kita berada."
'Maafkan Aku Sultan, Aku harus lakukan semua ini, betapapun Aku mendambamu tapi Kamu tak akan pernah tahu isi hatiku.'
'Ini adalah langkah pertamaku, Aku akan berusaha menjadi yang terbaik buat Agung, karena aku hanya bisa menjadi yang terbaik buat kamu sebagai sahabat Sultan.'
Ada kesedihan yang mendalam di hati Quinna saat keputusannya bertolak belakang dengan kenyataan perasaannya.
Tapi semua harus berjalan, seperti siklus alam siklus akan berganti, seperti musim yang tak bisa menunda pergantiannya. Semua berjalan pada rel yang sudah jadi kodratnya seperti manusia lahir tumbuh mencinta dan menjalani takdirnya masing-masing.
__ADS_1
Bersambung ….
*****
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
By Enis Sudrajat❤️🙏
__ADS_1