
"Nak, Mama tak habis pikir dengan dirimu, Mama malu sama Jeng Andin juga Quinna kenapa tak bisa kamu kendalikan semua teman perempuanmu itu? Mama tidak menyalahkan Qu semua orang pasti kecewa tapi Kamu yang harus merubah terutama cara bergaul mu itu!" ucap Mama Rossa sambil melihat sekeliling tempat tinggal putranya itu.
"Maafkan Sultan Mam, semua itu terjadi saat Sultan belum tahu kalau Qu juga ternyata mencintai Sultan," ucap Sultan dengan menjawab perlahan. Sultan merasa Mamanya orang yang paling mengerti dan berharap Mamanya bisa menyatukan kembali cintanya dengan Qu.
"Sekarang bagaimana sikap Qu? bukan sama Mama Kamu harus minta maaf tapi sama Qu dan tak cukup hanya minta maaf perlihatkan perubahanmu itu!" jawab Mama Rossa
"Kami sudah putus kembali Mam, itu keputusan Qu dan Aku tak bisa mempertahankannya mungkin bukan kebahagiaan yang Qu dapatkan dari liburannya di sini, tapi kekecewaan," ucap Sultan dengan lesu.
"Ya ampun hubungan apa kalian itu? Apa kini Kamu merasakan arti kehilangan? sedang kalian besok mau berpisah! pokoknya Mama nggak mau tahu walau berjauhan Kamu harus bisa kembali menanamkan kepercayaan dan bisa mengembalikan cinta Quinna yang telah Kamu kecewakan," ucap Mama Rossa kedengaran seperti ultimatum.
"Sultan rasa itu tidak mungkin dan tak bisa lagi Mam Quinna terlalu kecewa dan kini mungkin membenci," ucap Sultan begitu pesimis dengan kesalahan yang begitu fatal di Dirinya.
"Satu selesaikan kuliahmu dan rubah pergaulanmu, datanglah lagi pada Qu suatu saat dengan keseriusan dan yakinkan hatinya semuanya akan baik baik saja," ucap Mama Rossa tetap memberi harapan pada putra tersayangnya.
"Itu tak mungkin Mam Sultan terlalu dalam menyakiti hati Quinna," jawab Sultan merasa sendiri kalau kesalahan itu mungin tak akan bisa Qu maafkan terlalu sensitif dan terlalu pribadi menyentuh relung hati Qu yang begitu dalam.
"Maksudnya apa?"
__ADS_1
"Sepertinya saja."
"Semua harus bisa, tiada yang tak mungkin kalau ada usaha!" ucap Mama Rossa.
"Hanya Waktu yang akan menjawab semuanya."
"Sekali lagi Mama tekankan mulailah dari sekarang walau tak terlihat sama Mama tatap perbaiki dirimu itu saja kuncinya." Mama Rossa sedih juga melihat nasib cinta yang begitu di diharapkan akan begitu indah direkatkan dengan kedatangan Quinna ke Australia ini tapi kini sebaliknya hanya kekecewaan yang Quinna dapatkan.
"Sudah Mama capek, gimana besok sudah siap dan tak ada kendala apa-apa?" tanya Mama Rossa sambil bangkit dari duduknya.
"Iya Mam tinggal terbang saja besok, tapi Aku titip Qu sama Mama walau Kami sudah putus tapi Sultan tidak menganggapnya seperti itu, Sultan tetap Sayang dan mencintainya mungkin kebalikan dari perasaanku sebelum Qu datang ke sini."
"Ya, semoga waktu bisa mengembalikan semuanya."
Sultan diam dan Mamanya keluar dengan tanpa bicara apapun lagi meninggalkan Sultan yang merenung sendirian di rumah tinggalnya.
Sultan merasa marah pada Joanna tapi tak bisa berdaya apa-apa dan Sultan tak merasakan apa-apa kalau di bilang itu kenikmatan mungkin di bawah pengaruh minuman dirinya merasa begitu kuat dan berenergi saat itu.
__ADS_1
********
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
By Enis Sudrajat❤️🙏
__ADS_1