Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Bukan yang terbaik


__ADS_3

"Lalu apa rencana Lo Qu? liburan ketemu Sultan di Australia sana biar semakin makan hati? lalu setelah itu semua menggerogoti jantung dan anggota tubuh indah Lo! melihat Sultan kenalin pacar bulenya sama Lo lalu Lo duduk di pojokan meratapi nasib Lo sendiri? terus pulang ke Indonesia dengan membawa luka? lalu putus sama Agung karena Lo labil dalam mengambil keputusan Lo sendiri gigit jari atau lanjut berkhayal indah tentang pacar idaman Lo itu sama saja membuat masalah semakin kompleks, bahkan tak sedikitpun Lo mencari jalan keluar dan mencari penyelesaian dengan happy ending yang Lo harapkan!" cerocos Jihan dengan semua pendapatnya.


Quinna diam, memang dirinya juga begitu bingung langkah apa yang akan diambil semua tak semudah apa yang dikatakan dalam menjalani.


"Atau Lo mau mencoba mengatakan dan membuka hati berupa kejujuran di hadapan Sultan? Kalau Lo selama ini begitu mencintainya? kalau itu Gue terus terang mendukung sepenuhnya keputusan Lo tapi kalau liburan Lo cuma meratapi nasib mending jangan!" Jihan tak putus memberi semangat yang menurutnya paling masuk akal dan terbaik.


"Mungkin Gue akan mencobanya Jihan, tapi Gue melihat situasi dulu pokoknya gimana nanti saja yang pasti akan Gue coba sebaiknya seperti apa. Yang Gue khawatirkan Sultan juga sama seperti Gue ketakutannya." gumam Qu ada pikiran kalau sultan juga sebenarnya mencintainya hanya penuh keraguan saat ingin mengatakan dan terbuka soal perasaannya.


"Kalau begitu memang harus ada yang memulai, kenapa cinta begitu menyiksa kalian kalau menurut Gue sepahit apapun akan di katakan daripada tidak ada usaha sama sekali dan menjadi beban dalam hati kalian!" Benar sekali apa yang diucapkan Jihan kali ini memang harus ada yang memulai kalau tidak sampai kapanpun tetap akan ada dalam hati mereka.


"Itu yang akan Gue coba, dan Gue berharap kalau Sultan juga sama se-perasaan sama Gue pokoknya lihat situasi dan gimana nanti saja kalau sudah ada kesempatan dan suasananya enak pasti Gue memulai." Qu berusaha meyakinkan hatinya dan hati sahabatnya Jihan kalau semua memang harus diakhiri sepahit apapun hasilnya nanti.


"Jangan gimana nanti Qu, niatkan semuanya, diungkapkan atau nggak perasaan Lo tak akan menghentikan rotasi bumi yang tetap akan berputar sesuai porosnya, air tetap mengalir pada area paling rendah, angin berhembus menerpa apa saja yang dilewatinya, matahari terbit dan tenggelam pada waktunya juga siang malam akan berjalan seperti biasanya dan deburan ombak tak akan berhenti hanya karena Lo mengungkapkan perasaan Lo pada seseorang." Panjang lebar kali tinggi Jihan mengibaratkan perubahan dan tak akan berubah semuanya. Intinya Jihan merasa care pada Quinna dan ingin sahabatnya itu bisa memiliki masa depan yang lebih baik dan busa bahagia dengan pujaan hatinya.


"Gue tahu ungkapan Gue takkan merubah apapun Jihan apalagi buat dunia dan semua isinya, tetapi mungkin Gue sama Sultan yang jadi berubah dan persahabatan Gue yang berubah setelah Gue jalani belasan tahun, persahabatan Mama Gue sama Mama Sultan Tante Rossa yang berubah, Gue tak akan sanggup melihat perubahan itu," jawab Qu mantap dengan alasan yang juga sangat masuk akal.


"Qu, cinta itu perlu pengorbanan jangankan cuman perasaan yang kita korbankan kalau sudah saatnya apapun juga bisa Kita korbankan, Gue pikir Mama Lo sama Mamanya Sultan akan mengerti seandainya cinta Lo mentok tak mendapat sambutan. Malah menurut Gue itu akan lebih baik seandainya kedua orang tua orang tua Lo sama orang tuanya Sultan tahu Lo mencintai Sultan terus Sultan tidak mencintai Lo siapa tahu mereka bisa menjadi pemersatu dan merekatkan kan tali cinta Lo," ucap Jihan memang sangat masuk akal dan di mengerti sama Qu

__ADS_1


"Iya Jihan Gue tahu, semoga nanti Gue bisa merealisasikan harapan Gue minimal bisa memberitahu pada Sultan kalau selama ini Gue menyayanginya melebihi dari persahabatan Kami jalani selama ini," jawab Qu merasa kalau Jihan sahabatnya yang tulus dan begitu perhatian.


"Harus seperti itu, niatkan dalam hati Lo karena itu akan merubah segalanya semoga perubahan itu perubahan yang Lo harapkan tapi seandainya semua tidak sesuai yang Lo harapkan jangan kecewa karena Lo telah berusaha." Sekali lagi Jihan berucap hal yang sama soal semangat dan keberanian untuk memulai dan merubah segalanya.


"Iya Jihan Lo memang teman Gue yang paling baik Gue mengerti harapan Lo, kekecewaan Lo, tetapi yang Lo pikirkan adalah perasaan Gue sendiri, Gue sendiri siap kecewa dengan keputusan yang akan Gue terima, tapi Mama, Mamanya Sultan, akan seperti apa perasaannya, dan nanti bagaimana persahabatan mereka? itu yang Gue pikirkan selama ini."


"Maaf Qu, memang pandangan dan pendapat Gue hanya sepihak, Gue mengerti sekarang kebimbangan dasar pertimbangan Lo memang sangat berat, sekarang lakukan menurut baiknya apa kata hati Lo karena yang Gue sampaikan itu yang menurut Gue paling baik." Jihan menatap Qu dengan lembut merasa prihatin dengan semua permasalahannya.


"Sebenarnya Gue belum siap pacaran, tapi asalnya apa salahnya Gue jalani dan mencoba bersama Agung, ternyata semua tak berhasil membuat hati Gue berpaling." Quinna merasa hatinya tak bisa seutuhnya mencintai seseorang.


"Oke maafkan juga Gue ya, sekarang Gue mengerti, pergilah! semoga akan ada pencerahan dan Lo sendiri mendapatkan celah yang baik untuk bisa menelisik hati Sultan dan Lo berkesempatan memperlihatkan dan mengungkapkan perasaan Lo yang sebenarnya."


"Gue tahu perasaan Lo, jadikan momen liburan kali ini sesuatu yang sangat spesial dan berarti juga lebih memberikan arti bagi cinta dan perasaan Lo jangan pikirkan Agung dulu kasih alasan yang masuk akal kalau Lo mau liburan ke Australia bersama saudara apa saja terserah Lo alasannya apa." Ucapan Jihan kali ini begitu membesarkan hati Qu, itu yang membuat Qu sedih apalagi teman satu group pecinta alam sudah sangat begitu kenal semuanya.


Quinna tersenyum, hatinya merasa sedikit tenang, telah mengungkapkan perasaan pada Jihan, entah seperti apa nanti jadinya Quinna hanya berserah diri. Apa keputusannya akan bahagia atau kecewa semua siap Qu terima.


Satu kesalahan dan akan tetap menjadi perasaan bersalah bagi Qu selama ini dirinya telah berbohong pada Agung tidak jujur dengan perasaannya sendiri, dan mungkin akan tambah dengan kebohongan kedua tentang liburannya nanti.

__ADS_1


Mungkin itu dasar pilihan yang diambil Qu bukan untuk menduakan tapi memperjuangkan perasaannya sendiri.


Bersambung ….


*******


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian

__ADS_1


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏


__ADS_2