Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Sama-sama sedih


__ADS_3

Sultan sama Qu akhirnya pulang dan mereka tetap diam diaman sepanjang jalan dan di dalam taksi Sultan duduk di sudut kiri dan Qu di sudut satunya lagi benar benar dalam keadaan bisu sibuk dengan pikirannya masing masing.


Kalau saja Dirinya tak ikut liburan ke sini mungkin takkan terjadi hal seperti ini mengalami kepahitan dan patah hati dan menjalani perasaan yang paling rumit yang pernah dihadapi Quinna selama ini.


Bukan menyesal hanya menyayangkan ajakan Agung dan Jihan, mungkin mereka lagi senang sekarang.


Mungkin akan lebih baik membiarkan perasaannya tetap menjadi sahabat Sultan tidak membuka hati dan tidak terbuka pada siapapun mungkin Qu tetap saja berkhayal indah tentang cintanya tetapi sekarang setelah semua terungkap dan sama-sama saling mencintai kenyataan yang sebenarnya jauh tidak sepenuhnya seperti yang diharapkan keindahan hanya sebatas khayalan pada kenyataannya cinta itu sendiri telah menusuk jantung hati yang paling dalam Quinna.


"Qu, bisakah Kita bersikap seperti sahabat kayak waktu dulu-dulu di depan Mama Kita?" ucap Sultan penuh harap.


"Aku masih sahabatmu Sultan tapi maaf Aku tidak menerima konsultasi apapun mulai sekarang, Aku juga perlu ketenangan dan merefresh diri atas semua kejadian yang Aku alami di sini."


Satu kesalahannya lagi muncul kebiasaan Sultan menyakiti hati Quinna adalah selalu curhat tentang semua masalahnya padahal kini Sultan tahu Qu suka dan mencintainya.


Sultan diam mereka berdiri sejak turun dari taksi, angin dingin di musim semi begitu terasa menggigit di kulit Qu dan Sultan membuka jaketnya lalu memberikannya pada Qu yang melipatkan kedua tangannya di dada menahan dingin angin malam karena Qu hanya mengenakan t-shirt dan celana jeans.


"Qu!"

__ADS_1


Qu hanya melirik Sultan yang bersandar di salah satu dinding entah itu bangunan apa.


"Apa yang harus Aku lakukan agar Aku bisa mendapat maaf dan bisa menerimaku kembali?" lirih suara Sultan di sela bisik angin.


"Sultan, tolong jangan paksa Aku untuk berontak pada kenyataan yang Kamu sodorkan, hatiku sakit biarkan Aku tenang dan berpikir setelah pulang maaf Sultan kalau prinsipku terlalu kolot dan kuno tapi bagiku itu yang terbaik dan jadi pilihanku.'


"Qu, Apa Kamu nanti setelah pulang dari sini akan punya pacar?"


"Maksudnya apa pertanyaanmu itu? itu semua hakku mau punya pacar atau tidak Itu adalah urusanku menata masa depan dan merencanakannya juga berkhayal tentang sesuatu yang indah itu bagian dari hidupku."


"Melihat Mamamu serasa melihat Mamaku juga, Apa Kamu tahu di rumahku tidak lepas dari keluargamu selalu ada pembicaraan tentangmu Mamaku dengan Mamamu di rumahmu atau di rumahku yang terlintas adalah semua diantara Kita. Sudahlah Sultan Aku tidak mau berdrama lebih jauh lagi hanya satu pesanku perbaiki dirimu jadi orang yang bertanggung jawab dan lebih baik lagi terutama untuk dirimu sendiri orang tuamu dan juga Pada yang Maha memilikimu."


"Qu rasanya Aku tak sanggup berpisah dalam keadaan begini, kenapa Kita harus jatuh cinta dan sama-sama tahu perasaan Kita di waktu sekarang? kenapa sekalian Kita tidak jatuh cinta dan merasakan kebahagiaan yang hanya sesaat saja? kenapa Kita tidak tetap hanya bersahabat saja walaupun hati kita sama-sama saling mendamba?"


Hati Qu bertambah sakit mendengar penuturan jujur Sultan yang keluar dari dalam hati terdalamnya.


Segera Qu berpaling dan mau melangkah ke tempat huniannya ingin segera bisa tidur, istirahat biar besok melakukan penerbangan dengan hati lapang.

__ADS_1


*******


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2