
"Jeng apa Qu pernah cerita bagaimana kelanjutan hubungan Anak Kita itu?" tanya Jeng Rossa sambil memandang Mamanya Qu.
"Nggak pernah Jeng, Aku tidak pernah bertanya hanya waktu itu saja pas baru datang dari liburan saat sampai di sini Qu sakit Aku kerokin eh malah Qu bilang sendiri kalau hubungan dengan Sultan katanya sudah putus, Aku pikir Qu ini hanya bercanda masa baru jadian sudah putus?" jawab Jeng Andin sebenarnya merasa heran juga dan menunggu pembicaraan seperti ini dari Mamanya Sultan sejak kemarin kemarin.
"Aneh, tapi Sultan selalu saja menelepon dan bertanya kabar Qu apa mereka tidak pernah komunikasi lagi?" ucap Mama Sultan lagi.
"Kalau hanya kabar kabari mungkin masih Jeng cuman untuk hal yang pribadi sebenarnya Aku tidak tahu ada keinginan bertanya sama putriku masalahnya apa? Mereka begitu lama sama-sama saling cinta tapi giliran semua sudah terbuka begitu cepat mengambil keputusan putus?" keluh Mama Andin memperlihatkan keheranannya juga.
"Harusnya Kita sama-sama bertanya pada Anak Kita Jeng agar semua menjadi lurus kembali bukankah Kita juga yang telah menjadi perantara terbukanya hati mereka dan saling mengakui saat di Australia sana?" ucap Jeng Rossa merasa penasaran dengan masalah Anak mereka.
"Mungkin baiknya seperti itu Jeng."
Anakku di Australia sana jadi kelihatan tidak tenang Jeng setelah kepulangan Kita dari libur dan kita mendapat kabar mereka jadian dan tidak lama putus aku takut semuanya akan mengganggu kepada pendidikan akhir putraku yang sebentar lagi akan selesai dan pulang, Jeng Andin juga tahu tolong cari tahu di Qu apa masalahnya dan Aku mencari tahu dan bertanya tentang kejujuran ini kepada Anakku sendiri, dua malam ini Sultan terus saja menelepon yang ujung ujungnya tanya kabar Qu Aku bilang telpon saja sendiri sana tapi Qu nggak pernah jawab katanya."
"Baik Jeng kalau demi kebaikan Aku setuju saja walaupun Kita tidak bisa memaksakan kehendak mereka. Alangkah bahagianya Kita jika harapan itu menjadi satu kenyataan tapi jika kenyataan menakdirkan lain kita harus tetap menghargai keputusan mereka karena mungkin itu yang terbaik." Mama Andin seakan menegaskan kalau semua harus atas keinginan anak-anak mereka.
"Iya Jeng, Aku mengerti bagaimanapun Kita mengarahkan anak-anak kita agar menjadi pasangan hidup yang Kita harapkan tetap saja balik lagi kepada Anak Kita sendiri dengan pilihannya masing-masing syukur-syukur kalau mereka cocok dan mengikuti keinginan Kita, kalau mereka punya pilihan sendiri tentu itu juga yang harus Kita terima."
__ADS_1
"Maafkan Qu jika berlaku kurang baik Jeng," ucap Mama Andien mewakili putrinya seandainya Sultan menyampaikan sesuatu kepada Mamanya tentang perlakuan atau penolakan Quinna sendiri.
"Ah, jangan dijadikan pikiran Jeng beda prinsip itu biasa Qu Anak baik kok mungkin juga Sultan yang salah sehingga Qu mengambil keputusan seperti ini."
Dua teman sejak lama Antara Jeng Rossa sama Jeng Andin saling diam sama-sama berpikir tentang masalah Anak mereka setelah dewasa kini.
Tak ada permasalahan yang tidak bisa mereka pecahkan saja anak-anak mereka duduk di bangku Taman Kanak-kanak selalu ada solusi baik masalah sekolah atau masalah lainnya.
Kini anak-anak mereka telah dewasa dan diharapkan tetap terjalin lebih dari persahabatan walau itu hanya keinginan mereka tetapi pada kenyataannya begitu sulit semua itu diwujudkan.
Qu yang datang di antar Agung merasa ragu masuk rumah tapi Qu berusaha biasa saja menerima tatapan Tante Rossa yang penuh selidik.
"Baik Sayang, baru pulang ya?"
"Iya Tante, kenalkan teman Qu di grup pecinta alam."
Agung dengan sopan menyalami Mama Qu juga Tante Rossa.
__ADS_1
Qu membuat minuman buat Agung dan mereka ngobrol di ruang tamu sedang Mamanya sama Tante Rossa tetap ngobrol di meja makan.
*******
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
__ADS_1
By Enis Sudrajat❤️🙏