
Sultan menarik tangannya dan menahan tubuh Quinna melangkah sehingga mereka berhadapan begitu dekat.
"Qu izinkan Aku memelukmu sebagai sahabat walau pengakuan dalam hatiku tetap Kamu seseorang yang Aku cintai," ucap Sultan dengan nada tak percaya kalau dirinya kini sudah putus cinta hanya 3 hari saja setelah mereka sepakat dan saling mencintai.
Manis madu cinta hanya di nikmati sesaat hanya jadi kenangan sepanjang hidupnya.
Semua berakhir tak bersisa sama sekali, Sultan tak berpikir sejauh itu merasa pergaulan yang di jalaninya telah mengantarkan Dirinya pada permasalahan yang begitu serius bagi Qu dan hubungan cintanya yang baru saja terjalin.
Quinna memeluk Sultan dengan berlinang airmata dan Sultan menahan kesedihannya dengan kekuatannya sendiri. Memeluk Qu dengan erat mencium kepalanya dan membelai rambutnya dengan perasaan yang entah seperti apa.
Hati Sultan juga terluka hanya menahan airmatanya jangan sampai keluar, berjuta maaf ingin rasanya Sultan teriakkan hingga gemanya melegakan berat beban bersalah di dadanya yang kian sesak.
Kini tinggal kehampaan dengan kenangan manis yang baru saja di kecapnya, mungkin kepulangan Quinna dan Mamanya juga Tante Andin besok adalah puncak sesal yang tak terbatas bagi Sultan.
Terbayang sepi menyapa Dirinya nanti hanya mengenang semua yang telah Dirinya sama Qu lewati bersama akan lebih menyakitkan bagi Sultan saat mendengar pantai Cottesloe atau Elisabeth Quay dan satu yang terasa begitu indah Quinna sendiri yang sangat mencintainya dan kini membencinya.
__ADS_1
Qu menarik tubuhnya dan berjalan tanpa bicara lagi hilang semua harapan indah yang begitu di damba dan Sultan mengikuti dengan perasaan sama berjalan lambat di belakang Qu.
Setelah mengetuk pintu Qu masuk dan langsung di sambut Mamanya juga Tante Rossa yang duduk di sofa depan dan di meja ada box makanan mungkin Mamanya tadi beli di jalan sambil pulang, itulah menurut pemikiran Sultan.
"Eh, Anak Mama sama Tante Andin sudah pulang, Duduk sini Nak pasti capek tadi ada yang kirim makanan ke sini orangnya baik banget namanya Alice apa itu teman kuliahmu Nak atau teman kerjamu?" ucap Tante Rossa sambil menggeser box makanan itu berharap Sultan yang membukanya karena itu buat Sultan kata sang pengirim.
"Oh, Alice? apa Dia tidak pesan apa-apa Mam? Dia teman kerjaku kemarin Aku minta di belikan itu buka aja Mam, Tante, Qu sini dulu Kita makan dulu!" ujar Sultan sambil duduk di sofa dan melirik pada Qu yang sudah masuk kamar mandi. Sultan berusaha bersikap biasa saja padahal kalau di telusuri Alice adalah orang yang menyukainya juga dan Sultan menganggapnya biasa saja.
"Tidak Nak, hanya kasih makanan ini saja dan salam sama Kamu katanya karena buru-buru sudah terlalu sore," jawab Mama Rossa sambil melihat roman muka Putranya yang tetap kelihatan mendung.
"Mama ada yang mau di bicarakan sama Kamu Nak, baiknya Kita bicara di tempatmu," ucap Mama Rossa sambil melirik Jeng Andin yang masih duduk di situ.
Mama Andin mempersilahkan dengan menamprak kan telapak tangannya dan mengangkat bahunya.
Tanpa bicara lagi Sultan berjalan keluar diikuti Mamanya.
__ADS_1
********
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
__ADS_1
By Enis Sudrajat❤️🙏