
"Sayang, sudah mau magrib bangun! tidur kayak orang pingsan saja," ucap Mama Andin menggoyangkan lengan Quinna yang masih saja tidur dengan nikmatnya.
Di sampingnya Ponsel Qu yang tanpa suara terlihat beberapa kali menyala dan panggilan tak terjawab begitu banyak juga pesan yang belum di baca.
Qu melek tapi kelihatan masih malas bangun dan masih malas-malasan di tempat tidurnya.
"Sayang sakit nggak?" tanya Mama Andin sambil memegang kening putrinya yang ternyata panas, biasanya kalau lagi nggak enak badan Qu langsung bilang tapi kali ini hanya diam saja.
"Bangun, bangun! mau berobat atau Mama kerokin? kayaknya masuk angin perubahan cuaca kemarin sepertinya tubuhmu kurang bisa adaptasi," ucap Mama Andin sambil berlalu ke belakang mencari seduhan herbal masuk angin dan langsung menyeduhnya.
Membawanya pada Qu yang masih di tempat tidur dengan berselimut.
"Coba minim dulu ini tolak angin dan madu biar hangat tubuhmu." Mama Andin begitu telaten menyodorkan gelas d ngan seduhan hangat.
Mam, rasanya Qu mau dikerok saja badan nggak enak banget sepertinya mau muntah saja," jawab Qu sambil bangun menutup mulutnya dengan sebelah tangan dan berlari ke kamar mandi memuntahkan semua isi perutnya.
"Ya ampun Qu, Kamu benar benar sakit ke dokter saja ya biar tenang Mama jadi khawatir." Mama Andin mengambil tindakan dan keputusan kalau Qu harus ke dokter.
"Qu hanya masuk angin Mam kerokin aja nanti juga baikan sepertinya pagi tadi cuman makan roti," jawab Qu sambil duduk kembali di ujung tempat tidur.
Mama Andin mengalah mencari minyak angin dan koin khusus buat kerokan tapi sayang minyak angin lagi habis di beberapa toples juga minyak kayu putih.
"Qu, Mama cari dulu minyak angin sebentar ya, coba tiduran lagi dan minum teh hangatnya soalnya tadi minuman herbal tolak angin sepertinya sudah kamu muntahkan kembali." Mama Andin keluar paling ke Gang sebelah kalau bukan ke Mama Rossa ke mana lagi kalau harus ke warung mesti jalan jauh atau pakai motor.
__ADS_1
Seperti itu perkiraan Qu dan memang benar adanya selalu seperti itu saat ada kebutuhan kecil dan mendadak kalau nggak Mama Andin ke rumah Mama Rossa, Mama Rossa yang ada keperluan ke sini.
"Assalamualaikum!"
"Waalaikum salaam, masuk Jeng ada apa? Aku baru saja mau makan yang hangat hangat sekalian ya Aku habis beli soto dua porsi banyak nih beli nasi juga karena belum sempat masak nasi soalnya Papanya Sultan pulangnya agak malam ini beli hanya antisipasi saja takut Papanya belum makan suka tanyain kalau mau makan gampang nanti beli lagi," ucap Mama Rossa sambil manarik kursi makan buat Mama Andin.
"Makasih Jeng, silahkan saja Aku hanya mau minta minyak angin Qu muntah-muntah sudah di ajak ke dokter malah mau kerokan," jawab Mama Andin sambil tetap berdiri.
"Oh alah, Quinna sakit? belum makan kali jeng? bawa satu sotonya ya sama nasinya juga, sebentar Aku cari dulu di kotak P 3 K." Mama Rossa dengan tergesa bangkit dan berjalan ke dalam datang dengan botol kecil minyak angin.
"Makasih ya Jeng biar Aku kerok saja tapi kalau nanti berlanjut pasti ke klinik yang dekat saja."
Mama Andin menyambar minyak angin dan langsung keluar, Mama Rossa yang sedang mendandani makanan yang baru di beling hanya mandang punggung Mama Andin yang sudah jauh keluar.
"Yaaaaah .... tapi biar nanti diantar saja biar Qu bisa makan sepertinya belum makan itu, atau makanan di sana tidak cocok?" Mama Rossa bicara sendiri.
"Halo Mam? gimana sudah sampai?"
"Alhamdulillah Sayang, baru saja Mama beli makanan soalnya berasa tak makan selama empat hari di sana!"
"Oh ya?"
"Iya malah Qu yang sakit, barusan Mamanya ke sini minta minyak angin karena muntah-muntah katanya diajak ke dokter nggak mau malah minta di kerokan."
__ADS_1
"Oh, ya ampun pantesan Aku telepon berkali-kali nggak diangkat dan chat belum di baca!"
Bersambung...
Ada visual spesial Sultan & Quinna dari reader tercinta, love untuk semua dan terimakasih tak terhingga atas dukungannya juga atensinya, Apresiasi tak terbatas atas imajinasi yang tanpa batas dari semuanya semoga Author semakin semangat ❤️🙏🤗
********
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
__ADS_1
-Noda Kelam Masa Lalu
By Enis Sudrajat❤️🙏