Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Di ruangan studio


__ADS_3

Agung datang kembali dengan kedua tangan ke belakang mungkin memegang sesuatu untuk diperlihatkan pada Quinna.


"Sayang coba ke sini, bisa tebak apa yang Aku bawa buat Kamu?" Agung tetap menyembunyikan kejutannya.


Qu tersenyum sambil berjalan ke dekat pintu dengan menggeleng. Tak bisa menebak atau mengira-ngira.


"Tebak dulu dong sebelum menyerah!"


"Mawar ya?"


"Belum tepat!"


"Diary?"


Agung tersenyum mandang wajah cantik di hadapannya yang mengerutkan dahinya.


"Sudah lah Aku bawakan bunga edelweiss bunga keabadian walau Aku dapatkan bukan dari ketinggian gunung yang Aku daki tapi dari tempat budidaya di kaki gunung Bromo."


"Ya ampun Agung? suka banget! ini buat Aku?"


"Iya Qu, karena yang Aku ingat selama Kita berpisah hanya Kamu semoga bunga ini walaupun kering akan tetap seperti ini seperti hatiku yang terpaut padamu jadikan bunga ini untuk mengingatkan Kamu kepadaku saat Kamu memandangnya saat Kamu melihatnya yang langsung ada dalam pikiranmu adalah Aku," ucap Agung sambil memberikan bunga itu dengan buket yang sangat cantik kepangkuan Quinna.


Quinna yang suka dengan segala macam bunga termasuk bunga edelweis memandang semuanya dan pikirannya melayang seandainya saat itu dirinya berlibur bersama Agung mungkin akan terasa lebih indah dan Agung memberikannya di tempat itu terasa lebih romantis dan bermakna juga permasalahan dengan Sultan tidak akan serumit ini walaupun hatinya mungkin sampai saat ini belum bisa terbuka.


"Makasih Agung Aku suka banget."


"Sama-sama Sayang, tapi masa cuma terimakasih doang?" jawab Agung sambil menutup pintu.


Qu diam meneliti tiap kuntum bunga kering itu.

__ADS_1


Agung mengambil buket itu dan menyimpannya di meja, lalu meraih kedua tangan Qu dan menciumnya.


Qu hanya diam juga saat Agung begitu dekat di hadapannya dan perlahan mendekatkan mukanya sampai bibir Agung berhasil meraih bibir Qu yang bergetar saat Agung mulai menguasainya.


Qu merasa impas pada Sultan dan membiarkan Agung menguasai bibirnya dalam pagutan dan memeluknya. Qu memberi sedikit perlawanan dengan pelukan.


Tok tok tok ....


"Den Agung, ini minumannya."


Dengan refleks saling melepaskan dan Agung pura-pura biasa dan langsung membuka pintu.


Qu duduk dengan lutut lemas.


Agung mengambil minuman dan menyimpannya di meja.


"Belum Den, mau Bibi bikinkan makanan?"


"Nggak Bi terimakasih Kami sudah makan tadi."


"Baik Den Agung, Bibi permisi."


Agung mengangguk sambil tersenyum. Lalu duduk di sebelah Qu.


"Mau bernyanyi di sini dan Aku iringi dengan apa?" tanya Agung memecahkan diam diantara mereka.


"Dalam hatiku sudah penuh nyanyian cinta mungkin lain kali," ucap Qu sambil tersenyum.


Agung meraih pundak Qu dan menyandarkannya di bahunya dan mencium kepala dan rambut Qu yang wangi.

__ADS_1


"Qu, maukah hidup bersamaku? telah lama Aku mengagumimu, Kamu selama ini telah banyak menciptakan puisi di hatiku dan yang Aku tulis menggambarkan keindahan yang Kamu tebarkan sebagai pesona di hadapanku. Akhirnya kebahagiaan bagiku saat Aku bisa mengenalmu dan bisa sedekat ini sampai saat ini,"


ucap Agung sambil menatap lekat wajah cantik Qu.


Tak ada jawaban dari mulut Qu hanya pelukan. Quinna langsung memeluk Agung dengan perasaannya sendiri.


Itu sebagai jawaban yang di yakini Agung kalau mereka satu perasaan.


"Kamu menguasai semua alat musik ini?" tanya Qu sambil dongak pada wajah Agung.


"Harus bisa! karena kalau teman duet ku memintanya Harus bisa merealisasikannya" jawab Agung sambil membelai bibir Qu dan mengecupnya sekali lagi.


*******


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2