Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Persiapan terbang


__ADS_3

Dengan mata sembab Qu keluar kamar dengan menyeret kopernya, ransel goni yang sudah dekil melekat di punggungnya saksi perjalanan persahabatannya dengan Sultan yang di belinya sama-sama di Bali saat liburan masa SMA.


Mamanya tak bisa berkata apa-apa saat di tanya semalam kala Mama Rossa ke tempat Sultan. Qu hanya menjawab hubungan dengan Sultan sudah putus dan tak bisa di perbaiki lagi.


Semuanya jadi pertanyaan Mamanya dan jadi penasaran tetapi Qu menutup diri untuk berbicara lebih lanjut jadi Mamanya lebih baik membiarkan Qu tenang dulu sehingga besok berusaha bisa ditanya lagi kalau memungkinkan.


Hari ini semua selesai bagi Qu yang penting pulang dan kembali ke tanah air memulai lagi aktivitas dan bagaimanapun liburan kali ini telah menorehkan berbagai kenangan di hati masing-masing.


Begitu banyak objek yang Qu list tetapi tidak sempat dikunjungi dan tak ingin mengunjunginya Quinna tak ingin lebih lama lagi berada di sini. Di sini terasa bukan dunianya apalagi dunia masa depannya semua cukup menorehkan satu kenangan manis yang berakhir dengan pahit.


Kenyataan merubah semuanya manis yang di damba pahit yang dirasa, Qu seakan semua hanya cerita saja tapi begitu nyata seorang Sultan telah berubah tak seperti yang ada dalam angannya.


Sultan yang berdiri dekat pintu keluar hanya memandang Qu sebentar dan kembali sibuk dengan ponselnya mungkin menelepon Mr Joe.


Qu duduk di sofa menunggu Mamanya keluar dan Tante Rossa yang biasanya juga selalu terakhir.

__ADS_1


Terlihat Sultan mau ada yang di sampaikan atau sekedar menyapa tapi Qu tak perduli sama asyik dengan ponselnya.


Mamanya keluar di susul Tante Rossa sambil bicara sama Mama Andin.


"Jeng, sudah semua barang barangnya masuk takut ada yang ketinggalan walaupun kata orang malah harus meninggalkan sesuatu biar Kita bisa ke sini lagi suatu saat nanti biarlah hanya jejak yang Kita tinggalkan. Qu Sayang sudah semua barangnya tak ada lagi yang lupa?" ucap Mama Rossa setelah pada Mama Andin kini bicara pada Qu yang sudah duduk di sofa depan.


"Iya Tante, Qu rasa semua sudah masuk koper," jawab Qu tersenyum di paksakan.


"Ya sudah, sarapan dulu yuk biar tenang kalau sudah mengisi perut dulu. Masmu mana? tadi sudah kedengaran suaranya," tanya Mma Rossa sambil menyapu pandang ke sekeliling ruangan.


Qu tak menjawab hanya Mama Rossa yang berusaha mencari Sultan keluar.


Suasana kaku masih terasa sampai mereka duduk di mobil menuju Perth Airport semua tampak diam dan seperti habis pembicaraan hanya Mama-mama mereka yang selalu mencairkan suasana diantara mereka.


"Makasih ya Sultan, Qu sama Tante sudah bisa datang ke sini dan banyak merepotkan sampai sampai Nak Sultan ambil cuti kerja juga kuliah sukses selalu ya ke depannya," ucap Mama Andin sambil tersenyum memandang Sultan yang duduk di depan di samping Mr Joe.

__ADS_1


"Sama-sama Tante Sultan baru bisa ajak Tante, Mama juga Qu ke tempat tertentu tak keliling Australia. Mungkin lain kali kalau waktu Sultan banyak Kita bisa liburan lagi ke sini," jawab Sultan dengan ramahnya.


********


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian

__ADS_1


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏


__ADS_2