
"Senang liburannya?"
"Begitulah paling dapat suasana baru dan pengalaman baru," jawab Qu sambil mengocek juice stroberi kesukaannya.
"Aku punya surprise oleh-oleh buat Kamu dari Bromo Qu," ucap Agung sambil tersenyum menatap Qu.
"Apa tuh?"
"Ada deh, tapi mau nggak ke rumahku soalnya Mamaku mau kenal Kamu katanya." Agung menatap Qu yang langsung salah tingkah. Tak menyangka kalau Agung akan se-serius itu Quinna diam berpikir mencari jawaban untuk permintaan Agung kali ini.
Kalau Mama Agung mau kenal berarti pasti ada tuntutan bagi Qu setelah ini, seperti serius menganggap hubungan mereka berdua.
Jujur Qu belum berpikir serius dengan siapapun termasuk dengan Sultan apalagi dalam kondisi sekarang ini hati Qu belum bisa menentukan siapa yang akan menjadi masa depannya tetapi Qu sekarang memilih Agung karena merasa hubungan dengan Sultan tidak ada kepastian sampai saat ini karena dirinya menganggap putus walaupun hatinya belum 100% merelakan dan Sultan sendiri belum menerima keputusan itu tetap menganggap dirinya adalah kekasihnya tapi Qu tak perduli biarlah memberi pelajaran bagi Sultan sendiri atas semua mengkhianatannya tetapi kalau di sini Qu dihadapkan pada keseriusan keluarga Agung Qu tak berpikir sedikitpun ingin cepat-cepat serius karena dirasa masih panjang jalan langkahnya, ingin mengalami masa kerja dulu sesudah lulus nanti mendedikasikan ilmu yang di dapat.
"Oh? Agung apa semua itu tidak terlalu cepat hubungan Kita di bawa ke orangtua Kita?" ucap Qu sambil menatap wajah simpatik Agung di hadapannya.
__ADS_1
Mereka mampir di cafe saat pulang kuliah sekedar istirahat sambil ngobrol melepas kangen setelah 4 hari tidak bertemu dan sebelumnya Agung duluan pergi ke Bromo bersama rombongan jadi kurang lebih seminggu mereka tidak bertemu.
"Tapi Aku sudah bilang sama Mamaku kalau Aku sudah punya seorang yang sangat cantik calon sekretaris," ucap Agung sambil menggenggam jemari Qu.
"Kenapa tak minta persetujuan Aku dulu sebelum Kamu bicara sama orang tuamu? mungkin Kita berbeda pendapat tetapi Kita mencari jalan keluarnya yang enak Kita jalani karena Aku merasa tidak ingin terlalu cepat masih panjang jalan yang harus Aku jajaki. Aku ingin berkarir dulu setelah lulus dan menerapkan ilmu yang kudapat." ucap Qu dengan serius.
"Maaf seminggu ini Kita tidak ada komunikasi karena Kamu berkomitmen seperti itu biar liburan Kita sama-sama tenang tidak terganggu satu sama lain. Jadi saat Mamaku meminta seperti itu tadinya juga Aku mau ngomong dulu tapi sudahlah karena Aku nggak bisa menghubungi Kamu," jawab Agung memang masitk akal.
Qu menghela nafas dalam dalam menurut Agung Qu tidak setuju untuk diajak kepada orang tuanya tapi kenapa? bukankah mereka telah sama-sama dewasa seperti itu karena Agung telah dibentuk dan di peruntukkan sama kedua orang tuanya untuk meneruskan usaha keluarganya.
"Bukan Aku tidak setuju Gung, tapi nanti saja dulu Kita jalani semuanya dan itu adalah langkah serius sebuah hubungan kalau menurutku," jawab Qu sambil menunduk.
"Baiklah kapan Kamu ajak Aku ke rumahmu, sekarang?"
"Qu, Kamu mau? boleh boleh Mamaku pasti seneng bertemu denganmu juga Adinda Adikku yang sudah lama mau kenalan sama Kamu."
__ADS_1
Agung terlihat mukanya sumringah dan langsung membayar semua makanan dan minuman yang di pesannya bersama Qu tadi dan keluar dengan mengandeng tangan Qu.
********
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
__ADS_1
-Noda Kelam Masa Lalu
By Enis Sudrajat❤️🙏