Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Mengertilah


__ADS_3

Qu dan Mamanya juga Mama Rossa menempati satu kamar tepatnya kamar kost-kostan atau kalau di Australia menyebutnya kondominium atau satu kamar sewaan lengkap dengan fasilitas buat keluarga muda atau mahasiswa juga pegawai, di disulap menjadi tempat mereka tinggal selama akan liburan seminggu ke depan di sini.


Terletak tak jauh dari kamar Sultan hanya selang dua kamar, dan berada di lantai dua. Kamar mirip apartemen tapi lebih kecil cukup dihuni dua tiga orang atau satu keluarga muda.


Tempatnya begitu asri dan enak nyaman ditinggali, kebanyakan penghuninya adalah sama seperti Sultan masih mahasiswa. Tapi ada juga keluarga yang suami istri sama-sama kerja.


Qu menikmati angin sore di balkon depan, Akhir musim gugur awal bulan juni masih begitu terasa, dengan hembusan angin sejuk, dan daun-daun mulai kekuningan ada juga yang sudah memerah dan terhempas di terpa angin. Musim gugur dimulai pada awal mei dan sampai sekarang masih berlangsung. Mama Andin dan Mama Rossa lagi istirahat tiduran di kamarnya. Qu asyik dengan keindahan pemandangan bundaran jalan yang di tengahnya ada taman asri yang rindang dengan pepohonan di musim gugur akhir dan akan memasuki musim semi.


"Welcome to Perth Australia Qu! Lo senang ada di sini?" tiba-tiba Sultan mengagetkan Qu yang lagi sendiri. Senyumnya seperti biasa membuat dada Qu panas dingin.


"Lo juga senang nggak ada Gue di sini?" Qu malah balik tanya dan memalingkan mukanya memandang jauh ke depan dengan pemandangan lalu lalang jalanan dan taman.


"Senang lah, Gue bisa mewujudkan impian Gue ajak Lo ke tempat ini besok Kita ke pantai. Gue belum lupa kalau tempat favorit Lo itu pantai!" jawab sultan sambil memandang Qu dan mensejajarkan diri memegang pagar besi melihat ke arah jauh.


'Apa Sultan tahu isi hatinya kini? tapi dari mana? Ah mustahil! Tenang Qu sekarang baru datang dan belum saatnya semua terbuka dan membuka diri karena akan merusak liburan yang baru di mulai.


'Sultan betapa ingin Gue katakan semua rasa pada kesempatan ini, tapi kemana semua keberanian itu hilang kini saat sudah berhadapan? apa nanti akan ada kesempatan dan keberanian Gue ungkapkan semuanya?' Qu terus bermonolog dengan hatinya sendiri.


Qu hanya menebak sendiri, dan menjawab suara hatinya yang berkata, 'mungkinkah semua akan seperti harapannya? Kenapa begitu berat mengatakan beberapa kata saja pada laki-laki di sampingnya ini?'


"Gue suka musim gugur Sultan, terasa aneh dan begitu indah saja kelihatannya semua tumbuhan disini seperti bermetamorfosa dengan kehidupan baru, semua tumbuhan seakan melepaskan diri dan berganti dengan kehidupan baru di musim semi mendatang." Qu selalu bicara dengan indah penuh makna. Berharap ada sedikit masuk di hati Sultan dan mengartikan sendiri kata hatinya yang terdalam.


"Akan lebih indah lagi kalau Kita bisa menyusuri Blackwood River Valley dengan berjalan kaki menyusuri lembah-lembah nya Qu, Lo pasti suka Gue jamin keindahan musim gugur yang tak akan Lo lupain dan pengalaman tak terlupakan seumur hidup Lo." Sultan berkata dengan berbinar.


"Wow dimanakah itu?" jawab Qu begitu antusias sambil melirik Sultan di sampingnya.

__ADS_1


"Tempat itu dapat dijangkau dengan menempuh tiga jam perjalanan dari kota Perth, ibukota Australia Barat. Tapi semua akan terbayarkan saat Kita sampai di sana, Lo berminat? Gue juga beberapa kalian pergi ke sana yang Gue ingat hanya Lo karena keindahannya besok Kita mulai eksplor setiap yang Lo inginkan." ucap Sultan membuat semain sada Qu berdebar hebat.


"Boleh banget itu Sultan!"


"Kalau Lo mau boleh, di sana Kita bisa menemukan berbagai tanaman dan bunga liar khas Australia. Ada sekitar 3.000 tumbuhan asli Australia di sana yang terdiri dari 1.000 spesies berbeda. Mungkin Kita bisa pergi berdua saja, Mamaku sama Tante Andin Kita antar dulu biar bisa puas belanja di CBD, Untuk yang suka shopping, begitu banyak tempat wisata di Perth yang menawarkan kenikmatan berbelanja. Pusat perbelanjaan dari yang murah hingga high end bisa di temukan di Central Bussines District (CBD) Perth."


"Jauh nggak?" tanya Qu.


"Nggak juga, Perth CBD adalah pusat perdagangan dan budaya dilengkapi dengan butik-butik desainer di King Street dan bistro-bistro yang bergaya di State Building era Victoria. Di sini juga ada bar-bar di atap gedung yang menyajikan wine lokal di kawasan Elizabeth Quay. Lo mau coba juga?"


"Nggak! biarin ibu-ibu aja, Gue tertarik berpetualang ke Blackwood River Valley karena Gue belum ibu-ibu, Gue nggak bisa bayangin tempat itu Sultan, tapi Gue bisa bayangin indahnya saja. Semua pasti akan memenuhi galeri ponsel Gue nanti." Qu tersenyum lebar, mereka berpandangan. Senyum Sultan begitu menusuk hatinya.


"Qu, Gue lagi berantem sama cewek Gue!" suara Sultan memecah kesunyian di sela obrolan mereka.


"Ada apa sih sama Lo Sultan? Kenapa hanya itu yang Lo ucapkan ke Gue? selalu itu? dari dulu curhat soal cewek Lo! Padahal Gue baru datang, Gue malas bahas kebiasaan jelek Lo dari dulu putus nyambung sama cewek-cewek, Gue bukan psikolog dan nggak mau lagi jadi tempat konsultasi pribadi Lo mulai sekarang!" jawab Qu seperti emosi, lalu mau meninggalkan Sultan sendiri di balkon depan, tapi tangan Sultan menahannya dengan kuat.


"Qu...."


"Apa? Gue nggak mau lagi jadi teman curhat tentang cewek-cewek Lo! Gue juga banyak beban, Gue sudah dewasa punya problem sendiri, tolong mengertilah, Gue kesini mau liburan bukan mau dengar semua keluhan segala masalah Lo! Itu semua karena ulah Lo sendiri, Lo yang playboy! tak mengerti hati seorang perempuan, perbaiki diri Lo sendiri baru tanya hati nurani Lo, kenapa kejadian seperti itu terus terulang dari masa Kita SMA! stop! Gue nggak mau lagi bicara dengan topik tentang semua persoalan cewek Lo itu di setiap pertemuan Kita! Gue selalu mengerti tentang Lo, kapan Lo ngerti Gue?" Qu melepaskan pegangan tangan Sultan dan berjalan menuju kamarnya. Ada titik bening di ujung bola matanya. Sultan menjadi lemas semua itu benar adanya dirinya dengan bebas dan blak-blakan bicara tentang apapun pada Qu siapa Qu dan siapa dirinya?


"Qu! gu-gue nggak maksud...."


Sultan tertegun, Qu telah berlalu masuk kamarnya.


'Ada apa dengan Quinna? kenapa tak seperti dulu lagi selalu memberikan solusi dan kata-kata bijaknya? Selalu mengerti dirinya.'

__ADS_1


'Apa Gue salah selama ini jadikan Dia teman curhat segala keluhannya?"


'Ah Gue salah besar curhat saat Qu yang masih capek dan baru datang, membuat mood Qu nggak nyaman dan Gue goblok banget ternyata merusak suasana liburan yang baru akan di mulai!'


Sultan berdiri lama menyadari semua kesalahannya, menatap pintu kamar yang di tutup Qu.


Bersambung ….


******


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2