
"Qu, sekali lagi Aku minta maaf bukannya bahagiakan Kamu tapi malah membuat Kamu kecewa, semoga lancar perjalanannya, enam bulan lagi Aku selesai sama mungkin sepertimu juga akan selesai semoga Kita dipertemukan lagi dalam suasana lain dan yang terpenting Kamu telah memaafkan ku," Sultan memeluk Qu yang hanya mematung tak memberikan reaksi atau berniat tak m menjawab.
Tapi di pikir sama Quinna masa iya tak ada sedikit pesan sebagai pengingat perpisahan di Airport ini.
"Aku tidak punya stok maaf yang banyak Sultan, tapi seiring waktu semoga masih ada maaf tersisa untukmu, terimakasih atas liburannya dan pengalamannya jaga dirimu baik-baik." Hanya itu yang Qu busa ucapkan sebelum akhirnya Qu berjalan meninggalkan Sultan setelah Mamanya dan tante Andin sudah duluan berjalan jauh di depan menuju pesawat yang akan membawa mereka ke tanah air.
Sultan menatap punggung orang yang di cintainya yang kini begitu kecewa pada Dirinya sejuta penyesalan menggunung di dalam dada Sultan kini.
Seperti juga kerinduan akan kebersamaan manis yang tercipta hanya sesaat, tapi walau begutu cukuplah bagi Sultan menjadi bahan perubahan bagi masa depannya dengan pembelajaran cinta yang Quinna putuskan.
Walupun Qu kini membencinya tapi mereka pernah sama sama memendam cinta dan merasakan manis cinta bersama di sini dan satu yang diyakini Sultan Qu akan memaafkannya dan tetap mencintainya juga menanti dirinya kembali.
Belasan tahun bersama-sama tertawa dan bercerita segala hal pergi ke mana mereka mau sampai kini mereka dewasa rasa yang mereka miliki dan seringnya berkomunikasi akhirnya tumbuh rasa cinta seperti bermetamorfosa dari kehidupan kecil berjalan sampai kini dewasa dan tumbuh rasa lain yang saling pendam.
Giliran mereka punya kesempatan saling terbuka tentang rasa yang mereka rasakan Qu terluka dengan kenyataan Sultan yang telah berubah.
__ADS_1
Kini Sultan berdiri dalam hampa menatap jauh dengan rasa cinta yang terbang di bawa Qu entah ke mana, akankah Qu membalas chat Dirinya setelah ini?
Kehampaan merasuk ke dalam hati Sultan saat tangannya melambaikan tangan pada pesawat yang telah membawa Mamanya, Tante Andin dan Quinna pulang kembali.
Ingin rasanya Sultan segera menulis pesan pada Qu dan tak akan bosan dirinya menulis dan meminta maaf sampai Qu bisa menerima dan memaafkannya.
Sultan sadar ponsel Qu mungkin dalam mode pesawat jadi pesannya akan lama terkirim tapi Sultan telah merancang semuanya kalau dirinya tidak akan pernah absen untuk tetap berhubungan dan berkomunikasi dengan Quinna walau mereka terpisah jauh di pisahkan jarak ruang dan waktu.
Sultan pulang dengan naik mobil Mr Joe kembali dan sepanjang jalan mereka ngobrol ke sana ke mari sampai akhirnya pada pertanyaan Sultan.
"Mister! apa Mister pernah menyesal?"
"Justru karena Aku mencintainya dan Kami sama-sama saling mencintai itu teman masa kecilku yang kini beranjak dewasa dan Kami sama-sama tertarik satu sama lain tetapi satu yang membuat penyesalan di hatiku pergaulanku di sini telah mengantarkan Aku pada seorang gadis yang telah menjebak ku dengan teman-temannya sehingga Aku tidur dengan gadis itu, pacarku merasa dikhianati dan akhirnya pulang dan memutuskan cinta Kami."
Mr Joe diam lalu menatap Sultan.
__ADS_1
"Bos muslim? berdo'a dan bertaubat dengan sungguh sungguh kalau memang gadis itu jodohmu semua akan dimudahkan dan Yang Maha Kuasa akan menjaganya untukmu!"
*******
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
__ADS_1
-Noda Kelam Masa Lalu
By Enis Sudrajat❤️🙏