
Melewati kebahagiaan dan mengisi waktu dengan cinta begitu terasa singkat waktu di jalani, begitu juga Qu sama Sultan yang sama sama lagi di mabuk asmara mereka seakan lupa waktu kalau mereka harus mengabarkan pada driver Mr Joe Mamanya juga Tante Andin harus di jemput malah Sultan lupa buka ponsel.
Dengan terburu-buru dan begitu panik Sultan berusaha meraih ranselnya di mana ponselnya ada di situ setelah diambil dari loker tempat penitipan barang.
"Ya ampun Sayang sudah sore aja ini capek Kita menyelam
sampai lupa pada Mamaku juga Mamamu yang lagi belanja!" ucap Sultan sambil mencari ponsel di tas ranselnya.
"Sekarang lihat saja barangkali ada pesan, atau sudah kelewat Kita tak membukanya," jawab Qu sambil menutup handuk ke badannya yang masih mengenakan swimsuit basah.
Suktan dengan terburu-buru melihat ponselnya benar saja panggilan tak terjawab beberapa kali dan sampai pada akhirnya ada pesan chat dari Mamanya.
"Hati-hati jaga Qu Mama sama Tante sudah di jemput Mr Joe karena Mama tadi meneleponnya. Jangan pulang terlalu sore apalagi berenang terlalu lama cuaca memang kadang tidak terprediksi." Sultan memperlihatkan pesan dari Mamanya pada Qu sambil memandang tubuh Qu yang basah dan hanya mengenakan swimsuit yang rapat di body nya. Rambut Qu yang basah begitu kontras dengan kulitnya yang putih membuat Sultan semakin mengaguminya dan menelan ludahnya sendiri.
Sultan tertawa mengingat keteledorannya dan mulai membuka pakaian menyelam menyisakan celananya, Qu hanya tersenyum mengingat asyiknya mereka memadu kasih yang manisnya baru mereka berdua rasakan.
Kebahagiaan yang mereka kecap bersama seakan semua sudah jadi satu momen kebetulan yang mereka impikan. Qu suka pantai Sultan mengimbanginya kenapa mereka dari sulu selalu cocok karena mereka saling menghargai satu sama lain.
Bukan keindahan pantai Cottesloe atau biota lautnya yang beraneka ragam atau pula semua momen yang diabadikan dalam berbagai pose mesra mereka di kamera dan ponsel tapi satu kenangan di hati mereka dari kebersamaan itu yang semua baru dirasakan.
Berpelukan saat menyelam jadi satu pengalaman yang tak akan terlupakan dan berciuman disaat mereka menepi semua kebersamaan di lalui dengan sama-sama penuh cinta.
Satu rasa cinta telah menyatukan hati mereka menciptakan keindahannya sendiri dan mematri cinta mereka semakin tak tergantikan. Dan satu rasa yang sama setelah mereka dewasa walau baru saat ini mereka mengerti satu sama lain dan saling terbuka tapi serasa telah menjalani banyak keindahan semenjak mereka masa kanak-kanak.
"Ganti pakaiannya di sana Sayang Aku tunggu di sana sambil berjemur ya, terlalu lama dalam pakaian basah nanti sakit Aku jadi nggak rela kalau Kamu sakit besok kan Kita lanjutkan ke Blackwood River Valley sudah itu Kita wisata Kota sama Mama Kita," ucap Sultan mengatakan masih banyak agenda yang akan mereka lewati bersama.
__ADS_1
Qu mengangguk dan kelihatan lelah tapi senyum bahagia terlihat begitu senang di wajah cantiknya.
Sultan memandang punggung sahabat masa kecilnya yang kini jadi kekasihnya. Sejak lama Sultan menjaga perasaanya dan berkelana ke sana ke mari tapi tak pernah bertemu dengan satu sosok wanita yang begitu cocok di hatinya karena mungkin hati Sultan telah begitu cocok menjalani kebersamaan sekian lama dengan Qu. Akhirnya kini semua jadi terbuka ternyata mereka saling cinta pada kenyataannya.
Semua wanita yang dikenal dan dipacarinya selalu merasa tidak adil dalam pengakuan Sultan sendiri karena Sultan selalu menyamakan dengan sesuatu yang plus di diri Quinna, baik cantiknya, pintarnya, manjanya, pintar masak, pintar nyanyi jago puisi dan begitu lembut keibuan pembawaannya.
Sultan sudah mengeringkan tubuhnya dan sudah berganti pakaian juga. Mereka duduk di gerai makanan siap saji sambil tangan mereka tetap berpegangan.
"Makasih Sayang, untuk hari ini telah bawa Aku ke tempat impian yang sangat indah dan juga untuk cintanya." ujar Qu sambil menyandarkan kepalanya di sebelah bahu Sultan dan memeluk sebelah lengannya.
Sultan tersenyum dan mengangguk, kalau boleh jujur hanya Qu yang ada dalam hatinya bukan wanita lain dari dulu sampai kini.
"Qu, Aku baru bawa Kamu ke satu tempat ini saja Kamu sudah mengucapkan terima kasih, Aku belum pernah merasa memberikan apa-apa kepadamu selain cinta yang begitu luar biasa ini. Semoga selama seminggu ini Kamu bisa puas walaupun semua tidak akan bisa Kita explore tetapi setidaknya Kita telah melewatinya bersama-sama di Australia ini dan satu yang membuat Aku sangat bahagia Sayang Aku telah menemukan cinta yang sebenarnya dan semoga kebersamaan di liburan kali ini menjadi awal yang baik untuk masa depan Kita nanti." ucap Sultan begitu panjang dan di ucapkan dengan lembut.
"Sama Sayang, Aku jadi tidak sabar dan begitu semangat ingin menuntaskan studi ku pulang hidup bersamamu atau membawa Kamu ke sini saat Kita sudah halal!" Sultan mengecup kepala Qu yang berada di bawah dagunya.
"Ah, Sultan begitu ingin semua Kita realisasikan dan betapa ingin Aku kabarkan semua ini kepada orang tua Kita Aku yakin mereka akan bahagia sebahagia hati Kita berdua," ucap Qu sambil tertawa mengingat konyolnya mereka berdua selama ini saling cinta tapi saling tertutup seakan tidak saling butuh.
"Makan yuk!" ajak Sultan sambil mendorong box makanan ke hadapan Qu.
Qu hanya mengangguk dan meraih box makanannya. Sultan memandang Qu saat makan dengan lahapnya dan sesekali Sultan melap bibir Qu yang belepotan dengan saus dan juga mayonaise.
Habis makan mereka pulang dengan naik kereta yang sama Qu yang kelelahan tidur pelukan Sultan setelah melewati hari yang begitu terasa singkat tetapi begitu menyenangkan.
Dengan sepenuh perasaannya Sultan ingin melindungi dan memberi rasa nyaman pada Qu, rasanya ingin menebus semua kesalahannya selama ini dan kedepannya ingin membahagiakan Qu dan memberinya satu harapan dengan cintanya kalau masa depan mereka akan begitu indah di lalui bersama nanti.
__ADS_1
Lelapnya Qu dalam pandangan Sultan begitu menggambarkan lelah yang menguasainya, Sultan hanya mengusap-usap dan sesekali mencium kepalanya tak sedikitpun ingin menganggu tidurnya. Lumayan setengah jam bisa memejamkan mata kalau benar tidur atau Qu hanya menikmati kehangatan dan kenyamanan pelukan Sultan dan kereta yang membawanya pulang.
Suktan membangunkan Qu saat kereta sudah mai sampai dan semua penumpang yang mau turun di stasiun itu bersiap dengan semua barang bawaan milik nya.
"Sampai Sayang Kita telah meninggalkan jejak di Pantai Cottesloe hari ini," ucap Sultan sambil merapikan kerah jaket Qu.
Quinna tersenyum dan bersiap untuk turun dari kereta.
********
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
By Enis Sudrajat❤️🙏
__ADS_1