
Mama Andin dan Mama Rossa yang sedang tiduran istirahat sambil ngobrol dikejutkan sama ketukan pintu yang berulang kali dan kelihatan begitu tidak sabar terdengar diketuk beberapa kali.
Mama Rossa bangkit mungkin itu bukan Qu atau Sultan karena kalau mereka pasti membuka pintu setelah mengetuknya dan langsung masuk.
Pintu dibuka satu sosok menjulang di depan pintu dengan penampilan pakaian begitu minim bawahannya mengenakan celana pendek dan atas hanya menggunakan tank top dengan rambut warna blonde ombak tas ransel di punggungnya.
Dengan bicara bahasa setempat Mama Rossa berusaha mengimbangi dan berinteraksi dengan bule di hadapannya.
"Ada Sultan?"
"Sultan lagi keluar, Maaf Anda siapa ya?" jawab Mama Rossa sambil mengamati tamunya dari atas hingga bawah kaki dengan kuku merah menyala hasil polesan pelapis kuku.
"Aku Christy."
"Oh? Aku Mamanya Sultan dari Indonesia ada apa ya? silahkan masuk!" Mama Rossa mempersilahkan Christy masuk walau ragu memasukkan orang asing ke dalam rumah huniannya.
"Aku kekasih Sultan. Senang bertemu Mamanya Sultan, apa perginya sudah lama? karena hari ini Dia tidak menghubungiku bahkan dari kemarin ke kampus juga tak datang apa ada hal dan keperluan lain?" tanya Christy pada Mama Rossa.
"Aku tidak tahu tapi sebaiknya kalian bertemu besok saja karena sekarang sudah sore banget," ucap Mama Rossa merasa itu bukan urusannya walau pengen tahu sejauh mana hubungan Sultan sama cewek di hadapannya ini.
"Aku akan menunggunya sampai Dia datang," jawab Christy bersikap seperti kesal.
"Kalau sampai malam gimana masih mau menunggu?" tanya Mama Rossa lagi sambil mengamati wajah yang tadi menyebutkan namanya Christy.
Cantik dan sexy kalau di Indonesia pasti sudah jadi bintang sinetron.
"Tak mengapa Aku hanya ingin satu jawaban saja apa hubungan selama ini akan seperti apa? Aku tak mau putus tapi Suktan hanya ingin bersenang-senang bersamaku Aku menuntut lebih walau banyak pertentangan dan perbedaan semua bisa dipelajari kalau serius!" ucap Christy memudahkan masalah diantara Dirinya dan Sultan.
"Oh kalau itu Aku tidak tahu, lebih baik kalian bicara saja besok dan jangan di sini," ucap Mama Rossa merasa sedikit tidak suka dengan songongnya Christy walaupun itu adalah kebiasaan dan budayanya. Bicara memang mungkin apa adanya.
"Sorry Mom Aku jadi menunggu, Aku capek cari Dia dan di calling tak jawab jawab jadi Aku tunggu Dia di sini saja." jawab Christy dengan cueknya duduk di hadapan Mama Rossa menumpangkan kakinya.
Mama Rossa diam. Pikirnya kok jadi begini? jangan sampai mereka cekcok di depan Quinna dan Mama Andin sedang harapan mereka Sultan dan Quinna bisa menjalin hubungan dengan serius.
Akhirnya Mama Rossa membiarkan Christy duduk sambil melihat-lihat ponselnya di ruang tamu.
__ADS_1
Mama Andin yang lagi tiduran sambil lihat-lihat tempat wisata di Perth lewat ponselnya bangkit dan duduk di tepi tempat tidur mendengar semua yang di obrolkan Mama Rossa sama tamu yang baru saja masuk yang kedengaran namanya Christy.
Mama Rossa menjadi tak enak bicara apa lagi sama orang di hadapannya ini tak mungkin berbasa basi untuk bicara hal lain kenal dan bertemu saja baru sekarang.
Christy mencoba menelepon lagi tetapi dengan mimik muka kesal memasukkan kembali ponsel ke dalam tasnya.
Mama Rossa bingung sendiri mau di tinggalin merasa tak sopan mau di hadapi mau ngobrol apa?
Akhirnya mereka diam-diaman dan Mama Andin tak berani ke luar membiarkan Jeng Rossa sama Christy di ruang tamu.
"Assalamu'alaikum!" suara khas Qu memecah kesunyian di sore itu kontan Mama Rossa melirik ke pintu dan pintu langsung tdi buka dari luar tampak Sultan dan Qu berdiri sambil tersenyum.
Sekilat senyum di wajah Sultan hilang saat melihat ada Christy di sofa ruang tamu.
Christy berdiri dan menghampiri Sultan yang masih berdiri di samping Qu dan langsung memeluk Sultan di saksikan Qu juga di hadapan Mama Rossa.
Sultan berusaha melepaskan Christy dan mendorongnya tapi Christy begitu kuat memeluk Sultan.
"Kamu kemana aja? di hubungi nggak bisa! ke kampus nggak masuk? capek Aku cari Kamu!" ucap Christy sambil mengecup bibir Sultan yang tak sempat mengelak dan menghindar.
"Bisa duduk dulu nggak?" ujar Sultan pada Christy sambil memegang kedua lengannya melepaskan pelukan Christy yang terus saja bicara dan bertanya pada Sultan.
"Kamu ini kenapa? begitu cepat berubah?"
"Aku ingin Kita putus!"
"Apa? putus? oh no Sultan! Kamu yang mengejar Aku setelah Aku jatuh hati sama Kamu dengan seenaknya Kamu bilang putus?" ucap Christy berusaha kembali memeluk Sultan.
"Sultan! bawa wanita Kamu ini keluar dari sini dan jangan suguhkan pertengkaran Kamu di sini di hadapan Mama, Tante Andin juga Quinna bersikaplah dewasa selesaikan semuanya!" Mama Rossa terlihat marah sambil menunjuk pintu keluar.
"Oke Mam, maaf semua diluar prediksi Sultan," jawab Sultan terlihat malu.
Sultan menarik sebelah tangan Christy dan berlalu dari hadapan Mamanya.
Semua yang di takutkan Mama Rossa akhirnya terjadi juga, Mama Rossa bisa mengerti bagaimana perasaan Qu yang kemungkinan hari ini mereka baru merayakan hari jadian hubungan mereka.
__ADS_1
Mama Rossa masuk terlihat Mama Andin sedang bicara sama Qu dan Qu menangis di tempat tidur.
Mama Andin dan Mama Rossa bisa melihat kalau tidak ada apa-apa antara Qu sama Sultan Qu pasti tidak akan menangis.
Mama Rossa jadi bingung harus bicara dari mana dan bicara apa hanya menarik nafas dalam dan beristighfar.
"Kita baru dua hari di sini Sayang tak enak sama Mama Rossa juga Sultan kalau Kita minta pulang, Mama mengerti perasaanmu tapi berusaha bersikap dewasa dalam hubungan biasa ada masalah dan percekcokan tapi semua bisa di selesaikan tak ada yang tak bisa kalau kalian mau." begitu bijak nasehat Mama Andin sambil mengusap kepala Anaknya yang masih saja menyeka air matanya.
Mama Rossa terhenyak duduk di tempat tidurnya mendengar apa yang di ucapkan Jeng Andin pada Qu, mungkin Qu kecewa dengan keadaan Sultan di sini dan meminta pulang.
"Sudah mandi sana biar segar, jadi tidak mumet lagi biarkan Sultan menyelesaikan masalahnya sendiri." Mama Andin terdengar bicara lagi.
"Qu nggak mau di sini lagi Mam Qu tidak bertanya pada Sultan bagaimana nasib hubungan dengan ceweknya di sini Qu kelewat bahagia sampai Qu nggak berpikir kalau Sultan sudah punya hubungan dengan wanita lain."
"Sayang, sini bangun lihat Mama. Menghargai orang itu butuh pengorbanan dan hati yang cukup sabar juga ikhlas dan harus punya maaf untuk setiap kesalahan pasangan Kita."
"Qu salah Mam. Tak seharusnya Qu mencintai Sultan."
"Sayang semua itu tidak salah kalau datangnya dari hati, sudah jangan banyak yang di bahas dulu kasihan Mama Rossa Kita selesaikan liburan di sini beberapa hari lagi baru Kita pulang."
********
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
__ADS_1
By Enis Sudrajat❤️🙏