Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Perhatian sahabat


__ADS_3

"Gue prihatin dengan Lo Qu, kenapa harus terjebak pada keadaan yang sangat sulit seperti ini sesungguhnya Gue pengen melihat Lo itu mengambil keputusan sejak awal tapi Gue merasakan semua tak mudah dan sekarang balik lagi pada Lo mana yang lebih mungkin di perjuangkan," ucap Jihan merasa empati pada permasalahan sahabatnya ini.


"Hanya satu mungkin pilihan Gue tetap memilih Sultan walau pada kenyataannya cinta sejati Gue telah ternodai, sebenarnya Gue juga tidak tahu kapan hati ini bisa menerima kembali Sultan mungkin kalau Yang Maha Kuasa mentakdirkan Kami bisa bersatu kembali semua akan ada jalannya setelah Kita pasrah pada keadaan," ucap Qu yang membuat Jihan menggelengkan kepalanya.


Salut pada sikap Qu yang begitu kukuh pada pendirian dan perasaannya memang tak mudah menghapuskan image baik seseorang yang kini menjelma menjadi cinta dengan harapan yang sudah terbangun begitu indahnya.


Qu tetap mengakui kalau hanya Sultan yang bertahta di hatinya sampai saat ini, setampan Agung dan cowok tajir seperti Agung yang begitu banyak di idamkan sama wanita di kampusnya menjadi figur dan trendsetter dalam hal apapun tapi kenangan bersama Sultan tetap indah mengisi hati Qu betapapun rasa itu kini telah tercabik


Sultan jadi sosok yang melekat jadi khayalan Qu yang pada kenyataannya menyebalkan tapi sangat di rindukan.


"Mungkin Gue harus belajar mencintai seseorang dari ketidak kesempurnaannya menjadi sesuatu yang sempurna di mata dan pandangan Kita," ucap Qu mulai menyadari kalau cintanya memang tak bisa di rubah lagi.


Terbukti mencoba hubungan dengan Agung bukannya memberikan solusi hatinya bisa berpaling tetapi malah mendatangkan masalah baru saat Agung dan keluarganya mendesak untuk meminta serius Quinna dengan pikiran yang masih ngambang dan perasaan yang tidak seutuhnya kepada Agung membuat hatinya gamang dan dilema akhirnya kejujuran yang terucap dari bibir Quinna pada Agung mungkin telah menolehkan sakit tetapi itulah kenyataannya.

__ADS_1


"Kalau memang begitu kenyataannya Gue tidak bisa ngomong apa-apa lagi mensupport atau memberikan saran apapun cuman teruslah perjuangkan saja keyakinan hati Lo itu semoga pada akhirnya itulah yang menjadi harapan Lo sama Sultan, jadikan semua ini adalah prosesnya." Jihan Akhirnya mengerti kalau sebenarnya Qu memang tidak bisa berpaling lagi.


"Maafin Gue Jihan, tapi masih bisa Gue sekali-kali ikut tour atau jelajah dengan pecinta alam Lo itu?" tanya Qu merasa telah jatuh cinta dengan group pecinta alam yang di ketuai Agung.


"Ya boleh lah urusan pecinta alam dan cinta lain lagi jurusannya tapi mungkin seandainya bersama pasangan sama-sama menyukai satu hobi yang sama mungkin dirasakan akan lebih indah saja tapi kalau memang dinikmatin bersama teman saudara atau siapa saja juga boleh tidak mutlak itu, tujuan orang lain-lain tapi semua hanya untuk membuat hati Kita nyaman," jawab Jihan tersenyum melihat kemuraman raut muka Quinna.


Qu dan Jihan akhirnya berpisah setelah mengabadikan kebahagiaan dalam balutan pakaian toga kebanggaan.


Qu berfoto sama Mama Papanya dalam pose bahagia mereka. Papanya yang kali ini pulang lepas dan akan kantor di kota ini semakin bertambah kebahagiaan keluarga itu berbanding terbalik dengan sepinya hati Qu.


Dalam pandangan dewasa Qu kini merasa ingin seperti orangtuanya saat nanti Qu memiliki pasangan sangat mesra dan saling menghargai satu sama lain, bijaksana dalam mengambil keputusan dan selalu bermusyawarah dan diskusi saat ada hal yang perlu diselesaikan walau kebanyakan mereka selalu setia telepon dan komunikasi menjadi salah satu alat untuk berdiskusi dan melepaskan kerinduan. Lagi lagi semua itu hanya tertuju pada Sultan yang mungkin bisa bersikap seperti Papanya sekarang ini.


Kadang Qu berpikir mungkinkah bisa meneladani semua kebaikan yang diperlihatkan kedua orang tuanya?

__ADS_1


*******


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian

__ADS_1


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏


__ADS_2