
"Apa? Lo mau liburan ke Australia? Ya ampun Qu, Lo akan tega ninggalin Agung di sini? padahal Dia sudah bahagia banget dan merencanakan liburan akhir tahun ini, Kami akan mengadakan camping kembali tahu nggak Lo tempatnya camping itu nanti adalah tempat paling romantis banget di pegunungan Dieng Jawa Tengah, coba pikirkan lagi deh mau apa Lo ke Australia menyakiti diri sendiri? melihat orang yang Lo cinta pacaran? ah Qu! Gue nggak rela Lo menjadi penonton Si playboy tak berperasaan itu!" ucap Jihan menyesali semua keputusan Qu.
"Sepertinya Gue nggak bisa ikut Jihan, soalnya semua sudah di rencanakan jauh-jauh hari Mama Gue sama mamanya Sultan dan itu tak mungkin tanpa kehadiran Gue." jawab Qu dengan muka mendung.
"Lo nggak nyesel? Nggak ikut liburan ke dataran tinggi Dieng? Qu, Dieng adalah impian semua pecinta alam termasuk Gue. Terletak di Provinsi Jawa Tengah dan berada di dua wilayah Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Terletak di ketinggian 2.093 m dari atas permukaan laut, sebuah kawasan yang subur karena terletak di kawasan gunung vulkanik yang masih aktif. Udara yang sejuk di siang hari, dingin pada malam hari dengan pemandangan hijau nan subur, coba Lo bayangkan indah dan romantisnya tempat itu Qu! apalagi sama orang yang Kita sayang melewatkan liburan akhir tahun pasti itu tak akan terlupakan sepanjang hayat Kita." Jihan sepertinya belum habis mempengaruhi Qu kalau keputusan camping akan lebih indah di banding pergi ke Australia hanya menelan pil pahit saja.
"Gue nggak bisa menolak dan nggak punya alasan yang kuat untuk tak ikut dengan Mama Gue, apa alasan Gue Lo nggak tahu seperti apa hubungan keluarga Gue sama keluarga Sultan? yang di pentingkan Mama Gue adalah keluarga Sultan dan sebaliknya Tante Rossa juga begitu." Qu mencoba memberi pengertian pada sahabatnya itu.
"Sepertinya Lo juga senang karena akan bertemu pujaan hati Lo! ya kan?" sindir Jihan dengan senyum sarkas nya, merasa tak punya perasaan tuh Si Sultan dan merasa prihatin saja dengan sahabatnya Qu yang punya perasaan tapi seperti menepuk angin saja.
"Jihan jujur Gue tersiksa banget, di satu sisi mungkin Gue senang tapi semua itu hanya satu harapan palsu berupa angan-angan Gue yang tak bisa Gue raih, kalau bisa ingin Gue cari alasan yang bisa mereka mengerti tapi sampai saat ini tak menemukan cara selalu saja Gue di hadapkan pada dilema perasaan sendiri." Qu kelihatan begitu tersiksa dengan perasaannya sendiri, terlihat dari raut mukanya yang terlihat sedih dan murung kalau sedang membahas soal hatinya.
"Lo masih saja belum bisa keluar dari masalah itu Qu? Jadi Agung Lo anggap apa selama ini?" Hatai hati Jihan mencoba mendalami isi hati Quinna.
"Jihan, Lo tidak merasakan semuanya Lo tidak tahu betapa banyak kenangan Kami di sini dari dulu sampai Kami merasa dewasa untuk menyikapinya, Gue tidak sanggup untuk melupakannya kecuali mungkin Gue sudah mendapat kepastian dan mungkin akan berhenti berharap saat Sultan telah menikahi orang lain. Hanya itu satu-satunya harapan Gue baru mulai dari situ mungkin Gue beranjak mulai menata diri sendiri dan masa depan Gue sendiri." Ada air mengembang dari mata indahnya yang cepat cepat Qu hapus dengan tissue dari dalam tasnya.
"Ya ampun Qu? Lo segitunya? memendam perasaan yang begitu dalam. Gue tidak menyalahkan Lo tetapi hanya sedikit memberi saran berhentilah berharap atau katakan yang sejujurnya perasaanmu. Hanya dua itu yang bisa Kamu lakukan! setidaknya lebih cepat Lo bisa mendapat kepastian tidak hanya menunggui jodoh orang lain jadinya." Prihatin sekali Jihan melihatnya. Memang kata orang bijak mengatakan sulit melarang orang yang jatuh cinta. Apapun alasannya kalau sudah masalah hati dan perasaan hanya sendirinya yang merasakan.
"Itu yang Gue nggak bisa Jihan, Gue terlalu banyak pertimbangan yang Gue takutkan Mama Gue sama Mamanya Sultan menjadi pecah pertemanannya, juga persahabatan Gue sama Sultan menjadi berantakan dan tidak nyaman lagi hanya karena ungkapan perasaan Gue dan Sultan tak perasaan sama Gue kasarnya Gue di tolak."
__ADS_1
"Lo tahu setiap yang Kita lakukan ada sebab akibat? Coba ubah cara berpikir dan cara pandang Lo Quinna. Biarkan pertemanan Lo yang kini menjadi kenangan toh semua akan berlalu begitu saja karena semua itu pada saatnya akan berlalu. Sudah jangan berpikir terlalu jauh katakan perasaan Lo walaupun lewat email lewat chatting atau video call biarkan waktu yang akan menentukan kemana arahnya perasaan Lo itu biar Sultan tahu kalau Lo mencintainya."
Quinna mengusap air matanya, Jihan menghela nafas berat. Memandang Quinna dengan perasaannya sendiri yang tak bisa dimengerti.
"Kenapa Lo terima cinta Agung waktu itu? Kalau kenyataannya akan seperti ini?"
"Maafin Gue Jihan."
"Bukan ke Gue Lo harus minta maaf, tapi Lo harus minta maaf sama Agung karena Gue akan tahu seperti apa perasaan kecewa dia saat tahu selama ini dia hanya jadi tempat pelarian Lo Dia hanya memiliki ucapan Lo tapi tidak hatimu."
"Gue benar-benar minta maaf."
"Jadi Lo sudah deal nggak ikut liburan camping akhir tahun sama Kita?"
"Quinna, jadi seperti apa nasib hubungan Lo sama Agung nantinya?"
"Gue tidak tahu Jihan, Gue tak bisa apa-apa terserah Agung, Gue pasrah mau menunggu Gue dengan keputusan yang di sampaikan tadi itu syukur tak bisa menerima Gue tak masalah walau jujur Gue tak adil pada Agung dan perasaannya."
"Gini aja, Gue mohon jangan ada kata putus antara Lo sama Agung Gue belum siap terima curhatan kecewa Dia. Agung sahabat terbaik Gue banyak sekali cewek yang naksir Dia tetapi hatinya tidak bergeming hanya pada Lo tertuju Qu! Gue tak bisa bayangkan bagaimana kecewa hatinya saat dia tahu hati Lo yang sebenarnya jangan rusak dulu kebahagiaannya."
__ADS_1
Quinna tak bereaksi apa-apa, kebimbangan begitu melanda hatinya, dihadapkan pada pilihan yang semua sangat sulit Quinna tak mampu mengambil keputusan yang terbaik untuk dirinya.
Agung begitu baik pada dirinya begitu setia begitu memahami dan pengertian dalam segala hal, tapi perasaan pada Agung tak bisa menghapuskan perasaan terhadap Sultan, semua tentang Sultan begitu kuat mengisi relung hatinya, harapan Qu hanya ingin masa depan bersama Sultan. Tapi semua akan berakhir di satu kata keputusan Qu dan itu yang Qu belum bisa menentukan pilihan.
Bersambung ….
*******
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
__ADS_1
-Noda Kelam Masa Lalu
By Enis Sudrajat❤️🙏