
"Mam, tengok Qu sekarang Mam!" ucap Sultan saat mendengar kabar Qu sakit.
"Iya, ini juga mau sambil kasih soto Mama tadi beli dua sama buat Papamu tapi Papa katanya pulangnya agak malam biar beli saja lagi kalau Papamu belum makan," jawab Mama Rossa sambil menyudahi bicaranya.
'Ya ampun kok Qu jadi sakit?' Sultan langsung nggak enak hati pikirannya jadi terus melayang pada Qu jangan-jangan Qu banyak berpikir tentang masalah dirinya di sini mungkin juga Qu terlalu syok banyak berpikir sehingga lupa makan.
Terpikir Sultan ingin menelepon langsung tetapi apa yang dibilang Mamanya barusan Quinna mungkin lagi dikerok sama Mamanya.
Hanya ingin mendengar suaranya walau pasti dengan jutek Qu menjawab atau malah nggak mau terima telepon Dirinya?
Ah, Sultan begitu merindu, mengingat akan semuanya ciuman pertama mereka di taman kota saat senja mulai merayap dalam hembusan angin dingin akhir musim gugur.
Berpelukan dan berciuman di bawah air saat mereka menyelam di pantai Cottesloe bukti cinta mereka begitu dalam dan begitu lama merindukan saat seperti ini menumpahkan segala rasa yang begitu menggunung di dada mereka.
Galery ponsel mereka penuh dengan momen indah dan kemesraan yang mereka ciptakan bersama.
Sultan meyakini itu ciuman pertama bagi Qu, karena Sultan merasakan getaran gugup dan perasaan malu di wajah cantik Qu.
Sultan hanya mondar mandir saja sampai beberapa kali putaran meja kerjanya dan Alice yang melihatnya tersenyum sambil menghampirinya. Menepuk pundak Sultan yang tampak kaget.
"Kenapa kayak bingung banget? apa barang ada yang nggak sinkron? atau ada yang di pikirkan? barangkali perlu bantuan Kamu boleh mengandalkan Aku!" ucap Alice di hadapan Sultan dengan tangan masih di pundaknya.
__ADS_1
Sultan menggeleng.
"Mau minum?"
"Oh nggak, terimakasih."
"Kenapa?"
"Quinna sakit sehabis pulang dari sini, barusan Aku telfon Mamaku," jawab Sultan sambil duduk di samping Alice.
"Mungkin di sini kemarin banyak Lo sosor jadi masuk angin," ucap Alice sambil tertawa.
"Quinna itu pacar Lo di Indonesia sana?" tanya Alice sambil menyodorkan minuman ringan di kaleng pada Sultan sahabatnya yang sebenarnya juga suka sama Sultan.
"Panjang ceritanya Alice, semua berawal dari rumah Kami yang berdekatan di satu komplek dan Kami teman sepermainan berlanjut menjadi teman sekolah taman kanak-kanak, SD SMP sampai SMA Kami tetap bersahabat walaupun selama itu timbul ketertarikan di hati Kami masing-masing tetapi tidak ada yang berani mengungkapkan sampai pada akhirnya Quinna liburan kemarin ke sini." Sultan bercerita walau rasanya begitu enggan karena semua sudah tak seperti harapannya lagi.
"Lalu Lo jadiannya kemarin itu? terus pacar Lo yang di sini mau di buang kemana?" ucap Alice sambil menatap wajah Sultan.
"Itu salahnya Gue Alice, Gue sama Quinna sama-sama tidak punya keberanian untuk memperlihatkan Kalau Kami sama-sama tertarik selama ini Gue pacaran dengan siapa dengan siapa semenjak SMA dan Quinna juga entahlah mungkin pacaran juga atau tidak karena Gue tak pernah sekalipun di perkenalkan sama pacarnya. Kemarin Mamaku yang menjadi perantara terbukanya hati Kami saat Aku curhat lagi berantem sama Christy Quinna malah ngambek tak terima curhatan Gue."
Alice menatap Sultan tak percaya.
__ADS_1
"Akhirnya Mama Gue yang membuka semuanya ternyata Quinna mencintai Gue semenjak SMA dan ternyata Gue juga sama mencintai Dia dengan sepenuh hati salahnya Kami tak pernah ada yang mau memulai membuka hati atau mengungkapkan, jadian akhirnya putus lagi saat Joanna datang mau minta keseriusan Gue dan semua percakapan Kami didengar Quinna."
"Oh alah, cinta begitu lama di rendam akhirnya terbuka juga tapi putus lagi? sungguh suatu cerita yang sangat luar biasa yang pernah Gue dengar Sultan! lantas langkah Lo apa sekarang?"
********
Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :
-Pesona Aryanti
-Biarkan Aku Memilih
-Meniti Pelangi
-Masa Lalu Sang Presdir
-Cinta Di Atas Perjanjian
-Noda Kelam Masa Lalu
By Enis Sudrajat❤️🙏
__ADS_1