Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Masih marah


__ADS_3

Sultan tersenyum dengan senyum khasnya menyalami Mama Papa Qu dan terakhir berdiri di hadapan Qu.


"Hai! selamat ya di belakang namamu sudah ada gelar sekarang!" ucap Qu menyodorkan tangannya ke hadapan Suktan.


"Iya makasih Qu, Lo juga sama kan?"


"Gue hanya biasa saja tak luar biasa seperti Lo!"


"Hahaha ...sama saja lah intinya kuliah dan sekarang tamat."


"Gue balik duluan ya ada janji sama teman!"


"Baru saja bertemu nanti dulu lah kalau nggak Gue ikut!"


"Ikut ke mana?"


"Gue mau ada yang di obrolkan sama Lo serius," ucap Sultan.


"Apaan?"


"Ayo aja dulu biarin Mama sama Papa Lo di sini Gue sebentar saja."


"Nggak mau ah."


"Qu, hanya sebentar saja kenapa sih?"


"Masa orangtua Gue di sini Kita ke rumah Gue? kayak mau ngapa ngapain gitu!"

__ADS_1


Sultan menarik pergelangan tangan Qu ke luar saat Mamanya ikut Mamanya Sultan ke belakang mungkin bikin minuman dan Papanya ngobrol sama Papanya Sultan di ruang tamu.


Sultan lewat jalan samping menarik Qu ke halaman dan mereka berjalan menyusuri jalan komplek di mana mereka dulu sering bermain di situ.


"Qu, Gue masih tetap tidak terima dengan keputusan Lo waktu itu Gue sudah merubah semuanya dan kini ada di dekat Lo hanya satu pinta Gue maafkanlah dan Kita mulai lagi di sini yang lebih serius lagi."


"Gue masih merasa di khianati Sultan, sampai saat ini masih belum bisa melupakan kejadian itu kehidupan bebas Lo di sana begitu menghantui kehidupan Gue!"


"Tapi Gue begitu mencintai Lo Qu sama sepeti cintanya Lo sama Gue!"


"Itu dulu sebelum Gue tahu Lo yang sebenarnya."


"Itu salah Qu, Gue merasakan kalau hati Lo tak bisa berpaling ada Gue di tiap hembusan nafas Lo, Gue akui salah tapi bukankah semua ada maaf dan perubahan juga niat baik untuk berubah ke depannya?"


"Jangan paksa Gue! biarin Gua jalani apa adanya mencoba lepas dari bayang bayang Lo dan kenangan Kita."


"Harus bisa!"


"Perlu waktu dan itu bukan pilihan bijaksana bertolak belakang dengan hati nurani sendiri semua akan menyiksamu jangan egois dengan hatimu biarkanlah Aku tetap menjagamu jangan bunuh rasa cinta itu dengan terpaksa dan kebencian!"


"Lo bebas berkata apapun tapi sampai saat ini Gue belum bisa menerima Lo kembali!"


"Tapi kenyataannya Lo juga tidak bisa menjalani hubungan baik dengan pria manapun bukan?"


"Lo segitunya memata-matai Gue itu semua urusan Gue nggak ada hubungannya dengan Lo dan cinta Lo semua Gue jalani ini hidup Gue dan masa depan Gue. Gue yang tentuin! Gue datang ke rumah Lo hanya mengikuti keinginan orangtua memenuhi rasa kekeluargaan yang telah lama terbina dan telah Lo sia siakan!"


"Qu! kenapa Lo begitu keras kepala?"

__ADS_1


"Karena Gue punya prinsip!"


"Oke Lo punya prinsip tapi apa prinsip itu membuat hati Lo nyaman? Kalau Gue nyamannya di dekat Lo betapapun banyaknya perempuan di sini ataupun di Australia tapi yang ada di pikiran Gue yang terbaik hanya Lo."


"Sayang Lo bukan yang terbaik buat Gue Sultan!"


"Baik Qu, berarti Lo belum memaafkan Gue tetapi Gue akan terus berjuang bagaimanapun caranya membuat hati Lo berbalik lagi mencintai Gue. Jangan harap Lo bisa nyaman berhubungan dengan siapapun karena akan Gue obrak abrik sampai Lo menyadari kalau Gue yang terbaik buat Lo!"


Qu menatap Sultan dengan tatapan sulit diartikan dan bangkit lalu berjalan bergegas menuju rumahnya.


Sultan menghela nafas dalam-dalam sambil menatap punggung Qu yang berjalan semakin menjauh.


********


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian


-Noda Kelam Masa Lalu

__ADS_1


By Enis Sudrajat❤️🙏


__ADS_2