Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Qu sakit


__ADS_3

Malamnya Semua tampak kaku hanya Mama Andin dan Mama Rossa yang kelihatan biasa saja setelah kejadian sore tadi. Orangtua masih bisa dan harus bisa bersikap memberikan contoh baik pada anak-anaknya terutama soal kesabaran dan bersikap.


Quinna tak mau makan malam dengan alasan kenyang dan capek jadi mau istirahat dan tidur saja tak menghiraukan ajakan siapapun.


Suktan beberapa kali datang ke tepat tidur Qu tapi Qu masih saja belum bisa keluar dari perasaan kesalnya.


Akhirnya Sultan pasrah membiarkan Qu tidur walau Sultan tahu Qu tidak tidur. Akhirnya Suktan balik ke kamarnya tanpa bisa meminta maaf atas kejadian tadi sore karena Qu sudah berselimut sejak habis magrib.


Malamnya Mama Rossa datang ke tempat Sultan dan sedikit marah dengan kejadian tadi sore.


"Maaf Sultan Mam, Sultan nggak tahu kalau Christy akan datang ke sini," ucap Sultan sambil nunduk.


"Kamu ini bagaimana? tidak dewasa dewasa jangan seperti itu Quinna yang mencintaimu dan sekarang lagi seneng senengnya terus Kamu hempaskan ke dalam jurang paling dalam! pikirkan perasaanya sekian tahun mencintaimu dan Kamu juga sama saling cinta sekarang waktunya kalian sudah saling terbuka Mama nggak mau Kamu sia-siakan kesempatan untuk merebut hati Qu kembali! mintalah maaf dan selesaikan hubunganmu dengan bule itu!" ucap Mama Rossa dengan suara nyaring.


"Sultan sebenarnya sudah lama nggak cucok dan mau putus dan menganggap semua sudah selesai tapi Christy nggak mau putus dan tetap mengejar ngejar Sultan," bela Sultan meyakinkan Mamanya.


"Itu karena Kamu tidak tegas dengan keputusan dan perasaanmu sendiri cobalah bersikap baik-baik pasti semua juga hasilnya akan baik-baik juga pasti ada penyelesaiannya!" jawab Mama Rossa merasa kecewa pada putranya itu.


"Yang Sultan cintai hanya Qu Mam tapi sekarang kelihatan Qu kesal Sultan harus bagaimana meyakinkan kembali hatinya?" Sultan seperti meminta bantuan karena Dirinya merasa telah melakukan kesalahan yang fatal di depan Qu walau semua bukan keinginannya.


Semua memang tidak ada dalam perkiraannya semakin ke sini semakin banyak perbedaan diantara mereka, selain Christy begitu mencintai Sultan Christy telah mengenalkan Sultan pada orangtuanya yang antusias banget menyambutnya. Christy punya saudara yang tinggal di Indonesia juga berharap suatu hari nanti bisa mengikuti Aunty sama Uncle nya yang kini sudah mukim di Indonesia dan jadi pengusaha perhotelan di Bali.


"Itu urusanmu Mama tidak mau tahu pokoknya Kamu jangan sampai Qu merajuk dan minta pulang sebelum liburan ini yang hanya seminggu selesai! Mama malu sama Qu juga Tante Andin!" tegas Mama Rossa pada Sultan alhasil menginginkan pada kondisi semula sebelum datangnya Christy ke sini.


"Iya, Sultan mau minta maaf besok, tadi juga berkali kali mau minta maaf tapi Qu sepertinya masih saja marah."


"Terang saja marah! melihat Kamu sama bule itu sudah kelewatan, semua juga pasti akan bersikap seperti Qu harusnya Kamu bisa mengantisipasi semuanya sebelum semua terjadi!" Mama Rossa masih saja dengan menyalahkan Sultan. Tak mengira semua akan terjadi seperti ini.


"Mam, Sultan nggak tahu liburan kali ini akan jadi momen terbukanya hati Qu juga hatiku, Aku merasa menjadi cowok yang bebas bisa pacaran dengan siapapun walau hati tak bisa dipungkiri Qu cewek yang ada di dalam hati dan perasaanku juga di pikiranku." Jujur Sultan bicara dari hatinya.


"Kamu baru sadar sekarang Mama melihat sikap kalian sejak kalian keluar dari SMA bahkan Mama sama Papa sudah mereka reka akan seperti apa masa depanmu sama Qu, sekarang gimana temanmu itu sudah bisa menerima keputusan mu?" tanya Mama Rossa lagi.

__ADS_1


"Belum! Christy tetap nggak mau putus Dia keras kepala dan keukeuh dengan keinginannya Aku tak bisa mengimbanginya semua sudah Aku jalani semua tak menemukan satu kesamaan baru pacaran saja banyak ketidak cocokan Christy minta ketemu besok Aku jadi bingung." Sultan seperti berpikir langkah apa yang akan di ambilnya.


"Ya sudah pokoknya pagi buat Qu tersenyum kembali dan mau meneruskan liburannya di sini minta maaf sama Qu juga Tante Andin." Jeng Rossa menatap Sultan putranya dan bangkit mau kembali ke kamarnya.


"Baik Mam."


Sultan mengangguk sambil mengantar Mamanya keluar lalu menutup pintu dan melempar tubuhnya ke tempat tidur.


Baru saja Sultan mau ganti pakaian pintu di ketuk lagi Sultan langsung berjalan membukanya.


Di luar tampak Mamanya juga Tante Andin lagi berdiri di balik pintu tempat tinggal Sultan.


"Nak Sultan Tante minta tolong Qu badannya menggigil dan demam kalau bisa malam ini anatar ke dokter terdekat!" suara Tante Andin kedengaran begitu panik.


"Hah? Qu sakit?" Sultan langsung menyambar hem nya kembali dan mengenakannya setengah berlari mendahului Mamanya juga tante Andin menuju ke tempat tinggal Qu.


Qu terlihat masih di tempat tidur dengan bergulung selimut. Sultan mendekatinya dan membuka selimutnya sedikit tampak Qu yang menggigil dengan muka memerah.


Qu hanya diam merasakan tubuhnya yang panas dingin.


"Qu apa yang di rasa? ke dokter sekarang ya?" ucap Sultan sambil duduk di pinggir tempat tidur.


"Sayang coba minum dulu badanmu demam dan menggigil. Bangun yuk!" ucap Mama Andin sambil mengusap kepala Qu.


Qu bangun setitik airmata jatuh di pipinya, Sultan mengatupkan rahangnya dan memegang kedua tangan Qu yang memalingkan mukanya tak melihat Sultan di hadapannya. Hanya air mata yang menetes di wajah cantiknya.


"Qu, maafkan Aku yang salah ini Aku tidak ingin membahas kejadian tadi pokoknya Kita ke dokter sekarang ya?" ucap Sultan.


Tak sepatah katapun keluar dari bibir Qu mengatakan mau atau menolak.


Sultan yang memegang tangan Qu sekali lagi mengajak tapi Qu merasa sakit hatinya yang berimbas pada tubuhnya, entah karena kecapekan atau adaptasi cuaca banyak faktor yang menjadikan semuanya jadi lemah.

__ADS_1


Tante tolong bujuk Qu biar ke dokter sekarang mumpung masih belum malam, Aku panggil taksi dulu," ucap Sultan sambil berdiri setelah melihat reaksi Qu hanya diam saja.


"Qu jangan merepotkan semua Sayang kasihan Sultan juga Tante Rossa juga Mamamu yang jadi cemas, Ayo kita ke dokter," ujar Mama Andin sambil menarik tangan Qu perlahan.


Qu bangkit di tutun Mamanya diikuti Tante Rossa yang hanya diam.


"Mama nggak usah ikut juga nggak apa-apa Aku saja sama Tante Andin yang antar Qu ke dokter Mama Istirahat saja." ujar Sultan biar Mamanya istirahat saja.


Mama Rossa tidak banyak protes hanya mengangguk saja. Sultan menggandeng tangan Qu tapi Qu kelihatan nggak mau. Perlahan melepaskan tangannya sambil pura-pura meninggikan leher sweater nya.


Sultan duduk di samping driver dan Mama Andin sama Qu duduk di belakang sepanjang jalan tak ada yang bicara apalagi Qu terlihat hanya memejamkan matanya.


Sultan sesekali melirik ke belakang tapi Qu tetap pada posisinya.


********


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2