Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Affair Sultan


__ADS_3

"Apa yang Kamu inginkan dariku Sultan? semua sudah jelas Aku kini membencimu!" ucap Qu dengan suara bergetar.


"Aku hanya ingin Kamu mengerti kalau kejadianku sama Joanna itu benar-benar bukan atas keinginanku, Joanna mencintaiku Aku di jebak sama temannya hanya itu, semua tak akan ada pertanggungjawaban dariku karena bagi Joanna itu bagian dari pergaulan," ucap Sultan berusaha jujur di hadapan Qu.


"Aku tak ingin lagi mendengar penjelasan apapun diantara Kita cukup sampai di sini dan itu pun Aku minta Kamu mengerti. Mulai sekarang Kita jalan masing-masing karena di antara Kita bukan yang terbaik akan ku hapus semua kenangan bersamamu sampai Aku tak akan merindukanmu lagi." Parau suara Qu dengan menahan perasaanya.


"Quinna, Aku tahu itu tak mungkin bisa Kamu lakukan semakin Kamu hapus dan ingin melupakan semua kenangan itu akan semakin dalam juga semakin datang semuanya kepadamu juga kepadaku. Aku tulus mencintaimu yang Aku cintai hanya Kamu tolong mengerti karena kejadian dengan Joanna itu hanya kecelakaan," ucap Sultan lagi berusaha meyakinkan Qu dengan segala alasannya.


"Sudah bicaranya? Aku mau melanjutkan tidur dan istirahat! silahkan selesaikan masalahmu dengan Joanna."


Qu menutup pintu tapi tidak di kunci, Sultan membukanya lagi dan Qu tak perduli naik ke tempat tidur dan menutup wajahnya dengan selimut.


Sultan menarik nafas dalam memandang Qu yang tak ingin bicara lagi dengan dirinya


Dengan melemparkan tubuhnya Sultan duduk di sofa dan melihat koper sudah ada di ujung tempat tidurnya.


Jauh dari perkiraannya semua akan terjadi seperti ini Qu sakit hati dan liburan yang direncanakan mereka akan dihabiskan selama seminggu di sini semua ambyar sudah semuanya berantakan dan Sultan sangat mengerti Kalau Quinna begitu halus dan kini benar-benar terluka. Sesuatu kebahagiaan yang baru dirinya raih benar-benar terhempas ke dalam jurang yang paling dalam dan mungkinkah Sultan akan bisa bangkit meyakinkan dan meraih cintanya kembali?


Quinna dambaan hatinya kini terluka oleh dirinya tak ada sakit yang Sultan rasakan selain berpikir kalau Quinna kini akan semakin menjauh darinya dan juga dari kehidupannya.


Sesal kini semua tak berarti lagi Quinna tahu pergaulannya di sini seperti apa, Soal Christy semua belum berakhir dan kini datang Joanna yang sama menuntut perasaannya dan mencintainya.


Sultan balik lagi ke huniannya dan di situ masih ada Joanna.


"Selesai dengan saudaramu itu?" suara Joanna seperti meledek Sultan. Karena Joanna tahu walau tidak mengerti apa yang di ucapkan keduanya Joanna tahu sorot mata Sultan dan Quinna kalau mereka ada apa apanya. Mereka bertengkar dan saling marah.


Sultan diam menatap wajah Joanna yang duduk di depannya.


Joanna pindah memeluk bahu Sultan dan dengan sengaja mencium bawah telinganya.


"Menjauh dariku semua hanya mendatangkan masalah!" ucap Sultan sambil mendorong tubuh Joanna perlahan.


"Hahaha... Aku suka semua dengan galaknya Kamu Sultan seperti kuatnya Kamu saat Kita melakukannya!"


"Cukup Joanna! pulanglah sebelum Aku marah padamu!"


"Aku suka Kamu marah Sultan kenapa harus marah? Aku hanya menyatakan kalau Aku suka Kamu. Aku mencintaimu mungkin Kita bisa sama-sama adaptasi dulu baru Kita berpikir masa depan."

__ADS_1


"Arghhhhh... semua bikin pusing!" Sultan teriak di hadapan Joanna.


Joanna tersenyum dan mengecup bibir Sultan yang lagi marah, "Baiklah Aku bikinkan minum dulu ya?" ucap Joanna sambil tetap tersenyum.


"Pulanglah! sebentar lagi Mamaku pulang Aku yang akan dapat masalah!" ucap Sultan masih dengan nada marahnya.


"Oh, bukankah itu lebih baik Aku bertemu Mamamu?" ucap Joanna membulatkan mata birunya.


"Tidak Joan! Aku ingin Kamu pulang sekarang Aku tidak bisa berpikir apapun," sahut Sultan sambil mengangguk memberi pengertian pada Joanna.


"Oke Sayang kapan Kita bertemu lagi? mau di mana di sini atau di tempatku?"


Sultan memandang Joanna dengan pandangan sulit diartikan yang pasti masih marah. Teman satu kampus yang beda jurusan itu tertawa dan berkata ngambil tasnya yang tergolek di sofa depan.


Joanna keluar dan masih sempat mencium pipi Sultan yang memejamkan matanya bersandar di sofa ruang tamu huniannya.


Sultan tak bereaksi apa-apa hanya bisa memandang punggung Joan yang keluar mungkin pulang.


Mama Rossa yang kebetulan datang mau ke tempat karena takut Qu sama sultan di sini dan mama Andin mengecek ke tempat mereka tinggal. Mama Rossa memandang Joanna yang keluar dari hunian putranya tanpa berkedip dan batinnya berkata siapa itu? mungin teman kerja atau teman kuliah putranya.


Mama Rossa mengetuk pintu yang tidak tertutup rapat karena tadi melihat satu perempuan keluar dengan tidak menutup rapat pintu itu.


"Eh Mama sudah pulang?" ucap Sultan begutu grogi.


"Iya Gimana Qu sudah mendingan mama Tante rossa takut kalian di sini ternyata benar Mana Qu?"


"Qu tidur di sana Mam," jawab Sultan.


"Oh, gimana mendingan sakitnya?"


Kelihatan mendingan tadi dari sini temani Sultan beres beres sudah itu pulang mau tidur katanya.


"Gimana makannya Kamu belikan radi Nak?"


"Sepertinya Qu nggak mau makan jadi mau tidur dulu katanya nanti saja makannya," jelas Sultan,padahal tadi dirinya sudah beli makanan dan rencananya mau makan berdua.


"Ya ampun.... Nak harusnya makan dulu sebelum tidur biar obatnya cepat bereaksi dan Qu cepat pulih, Kamu suka nggak denger apa yang diperintahkan Mama dari tadi juga yang dititipkan Tante Andin?"

__ADS_1


Qu maunya begitu Sultan tidak bisa memaksa.


"Ya sudah kalau Qu di sana, Mama belikan sweater bagus buat Qu biar Dia senang. Mama Andin balik dulu ya, eh Kamu juga di belikan Mama Andin sesuatu lho!" Mama Rossa tertawa kecil merasa lucu saja saling belikan sesuatu buat masing-masing putra-putri mereka.


Sultan tertawa dan Mamanya keluar sampai tak sempat menanyakan siapa yang keluar dari tempat Sultan tadi.


Mama Rossa sampai di huniannya.


"Kenapa Nak ada apa? ya Kita bicara dulu sama Nak Sultan juga Mama Rossa nggak bisa begutu kita main pulang saja begutu!" ucap Mama Andin bicara di tempat tidur Quinna.


Deg! Mama Rossa tertegun dan menyimpan paper bag di sofa depan berusaha memahami obrolan Qu dama Mamanya.


"Qu nggak enak badan Mam jadi tak bisa melanjutkan liburan disini, daripada jadi beban Qu mending pulang saja."


"Siapa yang menjadi beban? sakit itu biasa bukankah Kita ke sini atas ajakan Mama Rossa sama Sutan? sudahlah gimana minim obat tadi?" ucap Mama Andin sambil memandang koper yang sudah berjejer.


"Iya Mam, tapi siang belum."


"Kenapa Qu Jeng?" tanya mama Rossa sambil duduk di ujung tempat tidur Qu.


"Nggak tahu minta pulang besok, Aku jadi nggak enak sama Jeng Rossa jiga Sultan.


Mama Rossa diam tadi keluar seorang wanita dari tempat Putranya mungin ada kaitannya dengan keinginan Qu pulang?


*******


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian

__ADS_1


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏


__ADS_2