Janji Dua Hati

Janji Dua Hati
Ciuman pertama


__ADS_3

Sultan ingin mengejar Qu tapi pintu keburu ditutup, ada yang ingin ditanyakan dan akan minta maaf, jika selama ini dan sebelumnya dirinya selalu mengandalkan Qu dalam segala urusannya, nyaris tak ada rahasia diantara keduanya.


Sultan berpikir mungkin dirinya selama ini telah salah memperlakukan Qu? tapi Qu kan sahabatnya? Juga selama ini biasa saja, tapi kenapa sekarang berubah? begitu sensitif kelihatannya apa karena memang Qu banyak masalah dan beban juga kesibukan yang seperti Qu katakan tadi?


Sultan membatalkan mengetuk pintu takut Mamanya dan Tante Andin yang lagi istirahat merasa terganggu, Akhirnya Sultan berjalan gontai menuju kamarnya.


Malamnya ….


Makan malam pertama dilalui Qu, Mamanya juga Tante Rossa dan Sultan di sebuah restoran tak jauh dari tempat tinggalnya Qu dan Sultan kelihatan tidak banyak omong, hanya ngobrol yang ringan-ringan saja. Seperti acara esok Sultan minta izin mau ajak Qu ke Blackwood River Valley dan Sultan mau antar dulu Mamanya juga Tante Andin ke Central Bussines District (CBD) biar mereka puas belanja.


"Mama setuju saja, tapi hati-hati Sayang, apalagi Kamu ajak Qu ke sana, Qu perempuan perlu perlindungan Kamu," ujar mama Rossa sambil menyuap makanan nya.


"Nggak kok Mam pasti aman. Kita nggak pilih yang ekstrim, yang landai-landai saja tapi view nya sangat bagus pasti Qu suka." jawab Sultan meyakinkan Mamanya sambil melirik Qu yang hanya diam menikmati makanannya.


Mamanya Sultan tahu begitu juga Tante Andin Mamanya Qu, kalau Qu seperti lagi begitu kesal. Tapi kenapa juga soal apa keduanya tak berani bertanya hanya Tante Rossa mengangkat kedua alisnya pada Mama Andin sekedar bertanya, tapi Mama Andin malah mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu juga.


Sampai selesai makan hanya Sultan yang bicara, Quinna kadang menjawab pendek setiap pertanyaan yang ditujukan pada dirinya.


Di perjalanan pulang sambil jalan kaki Sultan masih berusaha ngobrol walau respon Qu tak begitu antusias.


"Jalan-jalan dulu nggak? sebelum ngantuk Kita ke taman kota yuk kuliner pinggir jalannya lumayan asik mau?" ajak Sultan sambil mencolek lengan Qu.


"Nggak, makasih. Gue ngantuk dan pengen istirahat dulu." Qu menjawab tanpa melihat ke arah Sultan. Lalu nyelonong masuk ke kamarnya di susul Mama Andin yang berbasa basi dulu sama Sultan dan akhirnya masuk kamar juga mengikuti Qu.


Mama Rossa mengikuti Sultan ke kamarnya, setelah di dalam lalu menutup pintu membuat Sultan keheranan. Bukannya Mamanya istirahat di kamarnya malah ngintil dirinya ke kamar.


"Duduk! kenapa dan ada apa sama Qu kelihatan kesal banget sama Kamu? Apa Dia minta kemana gitu? terus Kamu tolak? jangan gitu dong sama sahabat yang sudah seperti saudara Kamu sendiri hargain Dia malah tawarin kalau Dia mau pergi ke mana!" Mama Rossa langsung memberondong Sultan dengan pertanyaan.


"Mam, Aku nggak tahu tiba-tiba saja Qu ngambek."


"Mana mungkin Kamu nggak tahu, sore tadi kalian habis ngobrol di balkon depan."


"Itu hal biasa, Aku lagi berantem sama pacar terus bilang curhat sama Qu belum sempat bicara Quinna ngambek dan masuk kamar," jawab Sultan polos.


"Berantem karena apa? sama pacar bule Kamu itu?" tanya Mama Rossa sambil melotot.


"Anak muda Mam biasa beda prinsip beda kebiasaan maunya Cristy beda banget sama Aku, itu yang selalu jadi permasalahan."


"Kali ini dengar Mama dan jawab! Kenapa Kamu begitu cocok bersahabat sama Quinna semenjak kecil sampai sekarang?"

__ADS_1


"Karena Kami banyak kesamaan," jawab Sultan.


"Kenapa Kamu selalu curhat sama Qu setiap ada masalah?"


"Karena Qu begitu pintar memberi solusi dan membesarkan hati. Merasa nyaman aja saat bicara sama Dia banyak motivasi yang keluar dari idenya."


"Apa Quinna cantik? Dibanding dengan temanmu yang lain bahkan dengan teman bule mu itu?"


"Oh, ehh, emght, Qu cantik banget! Mam kenapa bertanya begitu?"


"Jangan ada pertanyaan dulu jawab saja, nanti akan ada saatnya Kamu boleh bertanya dan Mama yang akan


jawab. Apa Quinna perempuan?"


"Ya iya lah semua tahu Qu itu cewek banget."


"Satu lagi, apa Kamu mencintainya?"


"Maksud Mama apa? Quinna itu sahabatku sejak dulu, nggak mungkin lah!"


"Kenapa pake nggak mungkin? Itu suatu yang sangat mungkin, pandang Dia bukan sebagai sahabat, tanya hatimu kenapa Kamu begitu cocok sama Dia? Lihat sebagai pasangan yang sudah dewasa! Faktanya Quinna mencintaimu Sultan! dimana hatimu? Berhentilah menyakiti nya dengan selalu curhat tentang cewek-cewek mu, Quinna cemburu sama Kamu! Kenapa sampai saat ini tak pernah pacaran? Karena Kamu begitu bodoh tak melihat sinyal yang Dia berikan?"


"Mam?"


Apa Aku ini pintar? Tapi kenapa untuk ucapkan satu kata saja tak bisa?


Apa Aku ini bodoh? Tak bisa melihat laki-laki lain yang begitu baik dan begitu perhatian?


Kenapa hanya ada satu nama dan kenangan itu di otakku?


Jatuh cinta begitu berat dan menyiksa.


Hai pengembara! Apa yang harus Aku lakukan agar Kamu tahu isi hatiku?


Hai sahabat masa kecilku! sampai Kapan Kamu menyiksa hati dan perasaanku ini? Apa Kamu tak melihat Aku sudah dewasa? Pandanglah secara dewasa! Dunia boleh berputar, siang dan malam silih berganti dan masa telah mendewasakan hati dan perasaan Kita, tapi ada yang harus Kamu tahu hatiku telah bermetamorfosa tanpa bisa Aku bendung 'Aku mencintaimu!' Semua itu menjadi beban terberat ku, karena Kamu tak mengerti rasa ini semakin kuat bertahta di hatiku.


Aku benci setiap curhatan tentang kekasih-kekasihmu, Aku benci setiap khabar tentang ganti pacarmu, Aku benci semuanya! Aku ingin merobek photo wajah ganteng mu, tapi Aku takut nanti menyesal dan nangis sendiri.


Pandanglah aku secara dewasa!

__ADS_1


"Ya ampun Qu ... kenapa jadi begini? Kenapa Aku begitu bodoh! Sangat bodoh! Tak bisa melihat semuanya? Padahal Aku juga sama mencintainya Mam!" lirih suara gumaman Sultan sambil nanar melihat kata demi kata di ponsel Mamanya.


"Pergilah minta maaf, dan perlakukan Dia jangan jadi teman curhat mu, dan pandanglah Dia bukan sebagai sahabat masa kecilmu."


Sekilat Sultan melempar ponsel Mamanya ke tempat tidur dan langsung membuka pintu lalu berlari ke arah kamar Qu, tanpa mengetuk pintu langsung masuk. Mendapatkan Qu lagi mendengarkan musik dari ponselnya dengan memakai earphone.


Quinna begitu kaget tiba-tiba Sultan ada di hadapannya berdiri menjulang.


"Quinna....!"


"Sultan, ada apa?"


Sultan menarik tangan Qu sampai berdiri tanpa menjawab, lalu menuntun keluar turun tangga dan masih dengan memegang tangan Qu Sultan menyebrang jalan, tak hirau teriakan Qu dan pertanyaan yang di lontarkan Qu, terus ke taman kecil menginjak daun-daun yang berguguran di sepanjang jalan sampai di kursi-kursi kecil di taman. Mereka berdiri berhadapan dengan nafas terengah-engah.


Tanpa diduga Sultan mencium bibir Quinna lembut ********** sebentar sambil memejamkan matanya lalu memeluknya erat. Quinna lemas syok dan kaget tungkainya terasa tak bertenaga dan bergetar ingin berontak tapi tak mampu.


"Cukup sampai disini! berakhir sudah persahabatan Kita, Aku selama ini jadi orang yang paling bodoh, padahal Aku juga mencintaimu! Kenapa Aku begitu takut? Takut Kamu tidak mencintaiku."


"Sultan?"


"Ssssssssst … biarkan Aku mencintaimu mulai saat ini untuk selamanya." Suara sultan begitu dekat di telinga Qu.


"Kenapa Kita selama ini sama-sama jadi orang bodoh?" lirih suara Qu seperti tercekat di tenggorokan.


"Terkadang dalam cinta orang itu bodoh sepintar apapun dalam hal lain, Aku Sayang Kamu Quinna, Aku begitu mencintaimu." Sultan memeluk kembali Quinna dan tak mau melepaskannya.


*******


Sambil nunggu up JANJI DUA HATI Baca juga ya :


-Pesona Aryanti


-Biarkan Aku Memilih


-Meniti Pelangi


-Masa Lalu Sang Presdir


-Cinta Di Atas Perjanjian

__ADS_1


-Noda Kelam Masa Lalu


By Enis Sudrajat❤️🙏


__ADS_2