
Rara terkaget melihat panggilan Bima di kontaknya dua puluh kali, Rara menelpon
"Hallo Bim," sapa Rara.
"Hallo Ra, lagi dimana?" Bima menelpon Rara.
"Maaf, tadi lagi les, jadi gak angkat telpon," kata Rara.
"Oh ya, aku yang lupa jadwal les kamu, gimana lesnya?" tanya Bima.
"Baik, kamu ngapain?" tanya Rara.
"Aku baru selesai kerja PR, ingin nyocokin jawaban dengan punyamu, mau VC tapi nanti sudah saat di rumah, sekarang lagi dimana kamu?" tanya Bima.
"Lagi di mobil dengan Jojo," jawab Rara.
Bima sempat terdiam.
"Bim," panggil Rara.
"Ya, ya sudah sampai rumah info, jika sudah bisa hubungi, ku VC kita cocokin jawaban PR," kata Bima.
"Ok," Jawab Rara.
Telponpun terputus, Rara hanya diam, dia tau perubahan dari sikap Bima, yang banyak diam saat tau bahwa setiap pulang pergi les, Rara dan Jojo bersama.
"Laper aku Ra, singgah beli kimbab ya," kata Jojo.
"Ok, gak terasa Minggu depan sudah ujian ASN ya Jo," kata Rara.
"Iya, sebenarnya kamu senang gak di kelas yang baru?" tanya Jojo.
Jojo turun membeli empat bungkus kimbab, mereka makan di mobil dulu.
"Kelas baru nyaman juga, banyak anak-anak yang santai 😂, jadi aku gak terlalu tegang hadapi kehidupan," kata Rara.
"Kelihatan kamu lebih santai," kata Jojo.
"Kami sendiri gimana dengan sekolah, les?" tanya Rara.
"Perasaan apa maksudmu?" tanya Jojo.
"Ya dari hatimu terdalam, bahagia gak?" tanya Rara.
"Sekolah tu yang menyenangkan adalah basket, dan teman, serta cewek," kata Jojo sambil tertawa.
"Kalau les?" tanya Rara.
"Karena kamu?" Jawab Jojo.
"Maksudnya?" tanya Rara terkaget.
"Kalau gak ada kamu, les seperti terjebak dalam lautan gelap," kata Jojo.
"Gelap karena Lo gak bisa kerja PRnya, gak bisa paham ajaran guru, padahal banyak trik-trik mudah," kata Rara berusaha menetralkan suasana.
"Bener-bener, Lo seperti guru pelita dalam kegelapan bagi gua di tempat les," kata Jojo.
"Bisa aja Lo," kata Rara.
"Ra, intinya dalam hidup Lo harus usaha cari apa yang menyenangkan hatimu walau di tempat tergelap," kata Jojo.
"Jo kamu tu puitis ya, pantas banyak cewek yang suka," kata Rara.
"Oh ya, kamu juga suka?" tanya Jojo.
__ADS_1
"AIA.... Jo, nembak langsung juga kamu," kata Rara.
Mereka berdua tertawa lepas di dalam mobil, sebenarnya gak terlalu lucu, namun mereka sadar bahwa mereka harus mencairkan suasana supaya esok dan seterusnya masih nyaman untuk saling bertukar pikiran.
Pulang les, setibanya di rumah, Rara langsung mandi dan di kamar VC dengan Bima, dia yang telpon duluan.
"Lama juga Ra, dari tempat les, padahal tadi sudah pulang," kata Bima.
"Tadi singgah beli kimbab, dan makan di mobil dulu, bis laper banget," Kata Rara.
"Ohhh, beli kimbab di jalan mana?" tanya Bima.
"Di Jalan Mutia," jawab Rara.
"Mana PRmu?" tanya Bima.
Dia tersadar dia seperti polisi intrograsi tersangka.
"Ini mulai ya nomer satu," jawab Rara sambil menunjukan layar ke pekerjaan rumahnya.
Selesai cocokin jawaban, Rara sudah ngantuk, jadi langsung pamit duluan untuk tidur.
Bima yang belum bisa tidur, dia berpikir mengapa hatinya gak karuan, rasa gejolak, seperti peperangan hatinya, ingin bilang antar jemput les biar dia saja, tapi bagaimana dia juga terjebak dengan jadwal les privat yang padat.
Riris menunjukan nilai-nilai bagusnya ke mama, "Ma lihat ulanganku bagus" katanya.
"Baguslah, begitu jadi anak sekolah," kata mama.
"Ma, aku akan usaha masuk SMA Budi," kata Riris.
"Sanggup kamu?" tanya mama.
"Sanggup, Riris akan usaha semua uang sekolah ditanggung dengan beasiswa," kata Riris.
"Trims ma," kata Riris.
"Rinli bagaimana sekolahmu? rajin kerja PR? Mama akan tanya ke wali kelasmu," kata Mama.
"Aman ma," jawab Rinli.
"Baguslah, kalau mama lihat anak-anak mama giat sekolah," kata mama.
Besok paginya, Rara tetap selalu bawa bekal untuk Bima yang setia menjemputnya pagi - pagi.
"Selamat pagi Tante," sapa Bima.
"Pagi Bim, apa kabarmu?" tanya mama.
"Baik Tante," jawab Bima.
"Hati-hati ya bawa mobil, rajin belajar, Tuhan memberkati," kata mama.
"Iya ma, iya Tante," Bima dan Rara sama-sama menjawab mama.
Mobil melaju perlahan, Bima putar lagu rohani yang tenang.
Rara melihat keluar jendela, ntah apa yang dipikirannya, banyak melalang buana, mikir soal ujian yang di depan mata, jurusan apa yang harus dia ambil di kuliah.
"Mikir apa Ra?" tanya Bima.
"Banyak," jawab Rara.
"Apa aja?" tanya Bima.
"Ujian yang di depan mata, uang kuliah, jurusan apa yang akan ku ambil," kata Rara.
__ADS_1
"Nanti kita cari beasiswa untuk kuliah, tapi IP gak boleh turun," Kata Bima.
"Iya, jika bisa ku ambil kuliah sambil kerja juga dan jurusan yang banyak di butuhkan," kata Rara.
"Guru dan tenaga kesehatan yang banyak dibutuhkan," kata Bima.
"Nakes, aku masih mikir apa sanggup, guru apa aku sabar," kata Rara.
"Kamu berhasil ngajar Bagas," kata Bima.
"Iya sih, tapi kan beda saat kerja nanti," kata Rara.
"Bedanya apa? dasarnya sama kan ngajar," kata Bima.
"Ngajar Bagas cuma satu anak, sedangkan kalau ngajar nanti berapa puluh siswa ku ajar," Kata Rara.
"Sabar dan doa minta petunjuk untuk lanjut kemana Ra," kata Bima.
Tanpa terasa mobil masuk parkiran sekolah, Rara ke kelasnya Bima juga.
Jam Istirahat Dewi datang ke kelas ngobrol dengan Putri dan Rara,
"Ra, Bima katanya terima tantangan duel catur denga Jojo," kata Dewi.
"Oh iya," Rara menanggapi dengan santai.
"Tau gak, apa isu yang tersebar?" kata Dewi.
"Apa?" tanya Putri dan Rara.
"Isunya memperebutkan kamu," kata Dewi.
"Ih, kurang bahan gosip kali ya," Kata Rara.
"Itulah, yang buat gosip Tiara, adik kelas X IPA 3, yang cinta mati sama Jojo," kata Dewi.
"Ulala gak mikir sekolah tu anak, kita sudah pada siap untuk ujian, dia sibuk buat hoax,"Kata Rara.
Bagas yang kebetulan masuk sekolah langsung nyambung, "Hoax apa?"
"Gak ada," kata Dewi.
"Ih, pelit amat berita, dah waktunya masuk kelas, balik Sono kekelasmu," Kata Bagas.
"Iya, dah cerewet," kata Dewi.
"Kayaknya kalian dua sudah mulai mencair dan saling menghanyutkan pelan-pelan," goda Putri.
"Alah," kata Dewi sambil keluar kelas wajahnya memerah, Bagas hanya senyum.
"Ra, mereka dua si sama-sama baik, tapi gua tau Lo pasti cewek yang baik yang gak akan buat cerita buruk diri Lo," kata Bagas.
"Apa si maksudmu?" kata Rara.
"Pasti Lo paham, isu dah banyak soal Lo, Jojo dan Bima," kata Bagas.
"Fokus saja Minggu depan ujian, jangan sampai dapat nilai jelek, mereka bisa bebas buat isu, mereka kan gak tau apa yang sebenarnya," kata Rara kesel.
"Iya, gua juga bela Lo kok, gua bilang Lo dan Jojo sudah kayak saudara, dan Bima tu orang yang dewasa," cerita Bagas.
Rata hanya menarik napas dalam-dalam, guru mata pelajaran berikut masuk dan mereka mulai belajar.
Putri hanya diam, dalam hatinya dia iri dengan Rara, dua cowok semua suka dia, sedangkan perasaannya untuk Irfan saja gak pernah kesampaian, selain kelas yang pisah, Juga karena sepak terjang Irfan yang punya banyak cewek, dan dia gak berani mendekati Irfan. So hanya perasaan yang diketahui Tuhan dan dia, kadang dia cemburu dengan semua cewek yang dekat dengan Irfan, namun tak bisa buat apa-apa.
Dalam diri manusia selalu ada jejak perasaan iri, cemburu seperti yang di rasa Bima, dan Putri, namun kita lihat siapa yang akan terbakar oleh api cemburu itu di episode selanjutnya.
__ADS_1