
Tau gak yang paling disenangi manusia dalam hidup, yaitu melihat kejelekan orang terlebih dahulu, tanpa tau bahwa dirinya sendiri lebih buruk.
"Bagas, dulu kamu pacaran sama Dewi?" tanya Kiki.
"Iya," jawab Bagas.
"Kenapa putus?"tanya Kiki.
"Yah, lebih baik berteman," jawab Bagas.
"Kamu kenal dekat dengan dia?"tanya Kiki lagi.
"Kenal,"Jawab Bagas.
"Kamu tau siapa ibunya?"tanya Kiki.
"Tau," jawab Bagas.
"Kamu gak masalah?" tanya Kiki lagi.
"Sebenarnya masalahnya apa ya?" tanya Bagas.
"Kemarin kami kan main ke club Seroja, nongkrong, minum-minum coctail aja, kami lihat mamanya, memang sih mamanya gak layani tamu, tapi lebih ke arah management semua," cerita Kiki.
"Club itu memang mamanya yang punya," kata Bagas.
"Oh," jawab Kiki.
"Masing-masing orang kan punya ladang usaha masing-masing, gak semua orang sama kan, yang penting gak minta-minta, gak repotin orang," kata Bagas.
"Ya,ya,ya," kata Kiki.
Putri sudah keluar dari rumah sakit, namun dokter masih suruh tiga hari di rumah dulu.
"Kirimin aku tugas-tugas dong selama aku di RS," pinta Putri.
"Ok," kata Rara.
"Rara tulis dengan rapi daftar tugas dari awal Putri sakit, dia fotokan lalu dia kirim.
"Kalau bingung lo bisa tanya," kata Rara.
"Thank you so much Ra," kata Putri.
Chat dari Irfan masuk,"Put, sudah di rumah?, boleh masuk sekolah kapan?"
"Sudah, hari Senin baru masuk sekolah, ada surat dokter disuruh istirahat tiga hari di rumah,"kata Putri.
"Ok, nanti gua yang antar jemput, oh ya dah tanya tugas-tugas?" tanya Irfan.
"Sudah, dari Rara, mulai besok pagi, ku cicil satu-satu," kata Putri.
"Kalau bingung tanya ya,"kata Irfan.
"Ok," jawab Putri.
Putri sebenarnya aneh, kenapa dia dan Irfan jadinya dekat begini, perubahan sikap Irfan yang tak bisa ditolak Putri.
"Jo, hari Sabtu kan kita les, pulang les kita ke Putri yuk, bantu tanya tugas apa yang dia belum kerjakan, bawa makan aja ke rumahnya," chat Rara ke Jojo.
"Boleh tu, gua kasih tau Irfan ya, kayaknya lagi pdkt tu anak dengan Putri," kata Jojo.
"Boleh,"Kata Rara.
"Besok kan gak les, boleh tau besok rencanya you buat apa aja?" tanta Jojo.
__ADS_1
"Cuci pakaian, kerja tugas proposal biologi," kata Rara.
"Oklah, padahal mau ajak jalan," kata Jojo.
"Mau kemana, dan buat apa?" tanya Rara.
"Begini, mami kan suruh aku antarkan barang hadiah pernikahan sepupuku di Bekasi, besok siang pulang sekolah langsung jalan, nah gua cari teman aja," kata Jojo.
"Kenapa gak grab aja," kata Rara.
"Oh iya ya, lupa gua," kata Jojo.
"Gak sah capek-capek, besoknya masih pergi les," kata Rara.
"Ok, trims sarannya," kata Jojo.
Jojo langsung keluar dari kamar,"Mi bisa gak, hadiahnya diantat dengan Grab?" tanya Jojo.
"Bisa, mami juga mau bilang, kamu capek nanti baru pulang sekolah, besoknya masih sekolah dan masih les," kata mami.
"Ok trims mi," kata Jojo.
"Nanti biar mami saja yang panggil grabnya," kata mami.
"Ok Mi," kata Jojo.
Besok pagi di sekolah, masih pagi kantin sekolah sudah ramai, anak-anak pada gak sarapan kali ya.
"Fan, bantu beliin dong di kantin," Triak Lia.
"Beli apa?" tanya Irfan.
"Belikan air botol sedang yang gak dingin satu, teh botol dingin satu, tisu tangan satu, biskuit satu," Lia sekalian menyerahkan uangnya.
Irfan ambil dan langsung ke kantin, sebaliknya dari kantin berpapasan dengan Sartika.
"Titipan,"kata Irfan.
"Bukan titipan, tapi suruhan," kata Bima dari belakang.
Irfan diam, mukanya langsung merah, dia langsung saja jalan mencari Lia, Lia ternyata lagi nongkrong dengan teman-temannya di taman depan kelasnya Rara.
"Ini Lia," kata Irfan.
"Thanks ya Fan, kenapa si lo sekarang cuek, WA gua gak pernah di balas?"Tanya Lia.
Irfan hanya senyum, dan jalan.
"Fan," panggil Rara yang dari tadi melihat semua kejadian itu bersama Dewi.
Irfan datang ,"Ya Ra."
"Ngapain kamu bantu Lia belanjain tadi?" kata Rara.
"Kamu tu jadi guncingan anak-anak katanya kamu tu kacungnya Lia," kata Rara.
"Gak apa-apa, terserah orang nilai apa, dulu memang gua naksir dia, tapi lama-lama gua gak nyaman, dan udahlah," kata Irfan.
"Kalau Putri?" tanya Dewi.
Irfan hanya tersenyum membalas pertanyaan Dewi.
"Fan, rencana besok malming, pulang les gua dan Jojo mau main ke Putri, gua mau bantu periksa sejauh mana tugas-tugasnya dia, mau gak datang?" tanya Rara.
"Pasti maulah," goda Dewi.
__ADS_1
"Iya dong gua pasti mau, gua datang duluan deh, biar ada waktu berduaan dulu dengan Putri,"kata Irfan.
"Alah, terserah, ok besok malam ya," kata Rara.
"Sip,"kata Irfan.
Bel masuk sekolah pun berbunyi, semua anak segera masuk ke kelas.
Dewi dan Irfan pun jalan kembali ke kelas, sesampainya didepan kelasnya masih ada berdiri rombongannya Iqbal dan Riki teman-temannya Kiki.
"Awas, anaknya mami mau lewat,"Kata Riki.
Iqbal tertawa,Irfan mengerutkan kening, Bima langsung kaget melihat Dewi, sedangkan Dewi hanya tertunduk diam.
"Bim, kamu yang cerita ke teman-teman ya?" Dewi langsung chat Bima.
"Gak pernah,"kata Bima.
"Oklah, gua harus siap, dengar omongan orang," kata Dewi.
Bima gak membalas chatnya Dewi, dia rasa kasihan juga dengan Dewi.
Jam istirahat pertama berbunyi, Tia langsung tiba di kelasnya Bima.
"Kak Bima, Tia mau bicara," kata Tia.
Bima berdiri dan langsung keluar mereka ke taman samping yang agak sepi.
"Ada apa?" tanya Bima.
"Sampai kapan kayak begini? kakak gak mau antar jemput Tia lagi, WA gak dibalas, kenapa gak bilang ke ortu kita aja langsung," kata Tia.
"Nanti bilangnya saat gua dah kerja, nah apa harus antar jemput? mang dah mau nikah besok? mobil-mobil gua, suka-suka gua mau jemput atau gak, kamu dan Frangky kan punya mobil," kata Bima judes.
"Ok, artinya sekarang Tia tau, bahwa kak Bima gak akan antar jemput Tia lagi, thanks kak," Tia langsung jalan.
Bima berhasil menentang orang tuanya, karena dia tau ayahnya adalah juga seorang tamu di club Seroja, dan itu membuat ayah dan ibunya ribut besar, dan Bima mengambil kesempatan itu dengan berkata,"Makanya aku gak mau dijodohkan, nanti bisa-bisa aku kayak ayah, malah cinta wanita lain."
"Betul nak, perjodohan kamu tu, karena ibumu, bukan ayah," Ayah Bima langsung balik menyalahkan ibunya.
"Baiklah, perjodohan itu akan dibatalkan, terserah kalian berdua," ibunya langsung masuk kamar.
Bima hanya mengchat ibunya,"Ibu harus jaga kesehatan, kuat hadapi kenyataan, mulai besok saya tidak lagi antar jemput Tia."
"Ok Bim, ibu sebenarnya malu dengan keluarganya Tia, tapi biarlah," balas ibu.
Pulang sekolah siang itu, Tia langsung melapor ke mamanya,"Bunda, tadi Bima lagsung bilang bahwa dia tak akan antar jemput saya lagi, dan nanti saat dia kerja dia akan batalkan perjodohan ini,"kata Tia.
"Kita yang akan batalkan, gak sudi bunda berbesan dengan seseorang yang suka inap di club malam," kata Bunda.
"Siapa Bun?" tanya Frangky.
"Ayahnya Bima," kata Bunda.
Frangky dan Tia langsung diam.
Di balik kejelekan orang, ayah Bima adalah seorang ayah yang paling memahami anaknya, dan mudah bergauk dengan teman, segala kebaikannya tertutup saat kejelekannya muncul, dia hanyut dengan rayuan Melati yang bisa merelakskan otaknya dari penatnya pekerjaan.
Mamanya Dewi, keadaan kehidupan yang membuat dia bekerja seperti itu, awal dari menjajakan diri, hingga berani membeli tempat kecil dan akhirnya dia sudah tidak melayani tamu, dia hanya mengelola club dan beberapa ladies-ladiesnya, Dewi yang lahir dari rahimnya adalah buah cinta dari sosok pria yang dia sangat cintai dari sekian banyak pria hidung belang yang menghampirinya, kala itu dia sengaja tak menggunakan alat kontarsepsi, walau tau tak akan dinikahi, namun dia ingin punya anak dari pria itu.
Irfan hanya memiliki hati yang baik, di balik ugal-ugalan anak remaja, dia hanya suka membantu Lia gadis yang dulu dia sukai, sebenarnya hak dia untuk bantu siapapun, namun penilaian orang berbeda.
Manusia hanya pintar menilai tanpa tau yang sebenarnya seperti apa, dan karena sibuk menilai orang, akhirnya lupa cara menilai diri sendiri dan tanpa sadar bertingkah seperti tak memiki iman di hati.
Tengah malam Bagas mengchat Dewi,"Netizen banyak lo harus kuat, anjing menggonggong khafilah berlalu."
__ADS_1
"Thanks Gas," balas Dewi