
pHujan yang terus mengguyur langit sore menjelang malam itu saat Rara dan Jojo pulang les Bimbel tambah menghangatkan suasana mereka berdua, hati Rara sebenarnya menganggap semua biasa saja, namun Jojo yang hanyut dalam suasana.
"Ra, kita makan bakso dulu yuk," ajak Jojo, saat mereka masih berteduh di teras tempat bimbel.
"Boleh, tapi jalan yang kita lewati aman gak ya?" kata Rara.
"Maksudnya?" tanya Jojo.
"Kena banjir gak? tanya Rara.
"Kayaknya gak, nanti kita lihat map, and pantau terus berita," kata Jojo.
"Jalan yuk Jo, perasaanku gak nak," kata Rara.
Jojo merangkul pundak Rara, mereka berlari menuju mobil.
Jojo mengambil persediaan handuk di belakang jok, diberikannya satu kepada Rara, Rara mlap rambut, dan mobilpun di stater Jojo.
Mami menelpon Rara, "Ra, sudah jalan pulang?"
"Baru mau mi," jawab Rara.
"Hati-hati, jika ada yang banjir, jangan paksa lewat ya, kalian kemana dulu gitu," kata mami.
"Iya Mi," jawab Rara.
Selang lima menit, ponsel Rara berbunyi, kali ini mamanya yang menelpon,"Ra, sudah dimana?"
"Baru di Jalan melati ma," jawab Rara.
"Hati-hati ya, awas hujan kabut, gelap, Jojo jangan ngantuk," kata Rara.
"Iya ma," jawab Rara.
Jojo yang mendengar juga turut menjawab, "Iya ma."
Rara agak diam dalam hati tiada henti berdoa semoga aman sampai dirumah.
Ternyata setelah dua kali lampu merah, semua kendaraan dialihkan, Jojo membuka kaca mobilnya bertanya kepada pak penjaga, "Pak, ada apa?"
"Banjir mas, putar arah saja," kata orang itu.
"Baik Pak," kata Jojo.
"Ra, sudah nyalakan Googlemap?" tanya Jojo.
"Sudah," jawab Rara.
"Wah kita lewat mana ni Ra, untuk pulang," kata Jojo.
Rara hanya diam, Jojo menelpon papanya.
"Pa, malam," sapa singkat dari Jojo.
"Ya, kenapa?," Papanya bertanya.
"Kami dialihkan di lampu merah Kesuma, katanya kena banjir," kata Jojo.
"Wah, kalian kalau putar jauh juga percuma, nanti jika dapat banjir di daerah lain, sekarang dimana?" tanya papanya.
"Di jalan Sartika Pa," kata Jojo.
"Kamu berhenti saja disitu, cari penginapan, yang di samping Citra Mall kan ada, besok aja pulang," kata Papa.
"Ok, Pa," kata Jojo.
"Ada uang kan?" tanya Papa.
__ADS_1
"Ada, bisa untuk semalam, tapi satu kamar," kata Jojo.
"Gak apa-apa, toh juga cuma Rara," kata Papa.
"Ok Pa," kata Jojo.
"Ra, kita inap dulu di hotel, kamu telpon mama," kata Jojo.
"Kita gak ada solusi lain ya Jo?" kata Rara.
"Gak bisa," kata Jojo.
Melihat Rara yang masih termenung, Jojo yang menelpon mamanya Rara.
"Selamat malam Tante," sapa Jojo.
"Malam, Jo," sapa mamanya Rara.
"Tante, kami dialihkan di lampu merah Kesuma, karena banjir, jadi kami rencana inap di di samping Citra Mall, sampai lihat keadaan besok, selamar gak apa-apa ya Tante, uangku cuma ada untuk sekamar," kata Jojo.
"Ya ampun, Iya gak apa-apa, Tante yang malu, Tante gak ada uang untuk tambah sewa kamar Jo," kata Mamanya Rara .
"Jangan Tante, mahal Harga kamar disitu, semalam sejuta," kata Jojo.
"Ya ampun," kaget mamanya Rara.
"Ini Rara, Tante, dia panik, gak bisa bicara," kata Jojo.
"Ra," panggil mama.
"Iya ma," jawab Rara.
"Kamu, tenang saja ya, berdoa semoga besok banjirnya surut kalian bisa pulang," Kata mama.
"Iya ma," jawab Rara.
"Iya ma," jawab Rara.
"Jo," mama panggil Jojo.
"Iya Tante," jawab Jojo.
"Titip Rara ya," kata Mama.
"Iya Tante," jawab Jojo.
Jojo mematikan teleponnya, sambil memarkir mobil di parkiran hotel, "Ayo Ra turun."
Rara dan Jojo berlari ke hotel, Jojo memesan satu kamar dengan dua tempat tidur, Jojo menunjukan kartu Gold milik keluarganya, jadi mereka dapat potongan harga dan tidak dipermasalahkan walau mereka masih tujuh belas tahun.
Rara ikut naik ke atas, dari tadi ponselnya berdering, Bima menelpon, namun Rara tak tau mau menjawab apa, jadi dia tak mengangkatnya. Jojo tau, namun malas membahasnya. Sesampainya di kamar, Jojo langsung menuju kamar mandi, membersihkan diri, selesai mandi, dia keluar, "Ra gantian mandi," katanya.
Rara yang lagi menatap keluar jendela, kaget melihat kebelakang, "Gua gak ada baju ganti," kata Rara.
"Ada tu di tas hitam, tadi yang gua bawa dr mobil," kata Jojo.
Rara segera membuka tas hitam, ada beberapa kaus dan celana milik JoJo.
"Milikmu Jo," kata Rara.
"Kamu kan bisa pakai," kata Jojo.
"Baiklah," Rara mengambil sepasang pakaian dan menuju kamar mandi, ponselnya di letakan di tempat tidur.
Rara mandi, dia berusaha menenangkan pikirannya di dalam air bak mandi yang hangat, ntah dia harus jelaskan apa ke Bima. Jojo tadi keluar dengan handuk, namun tak ada rasa risih diantara keduanya, karena mereka berdua sudah sering dekat.
Ponsel Rara terus menyala, Jojo tak tahan untuk melirik, Bima VC, Jojo hanya diam, Menganti pakaiannya, mencas hpnya, dia memesan makanan.
__ADS_1
Rara selesai mandi, dia sudah berganti pakaian di kamar mandi, Rara keluar dilihatnya Jojo lagi tiduran sambil nonton.
"Belum lapar kan?" tanya Jojo.
"Belum," jawab Rara, tepatnya Ilang rasa lapar Rara.
"Gua ada pesen makan, hp lu dari tadi nyala Mulu, Bima VC, angkat aja, daripada mikir macam-macam tu anak," kata Jojo.
"Lalu bilang apa?, bilang kita sekamar?"kata Rara.
"Ya, bilang aja kamu inap di rumah saudaramu, jadi besok aja baru kita bahas," jawab Jojo.
Rara hanya diam.
"Ra, jangan terlalu jujur, toh belum tentu dia juga jujur sama kamu, kamu gak pernah main lama di rumahnya kan? dekat sama ortunya?" tanya Jojo.
Rara masih diam.
"Orang yang sudah nikah aja banyak bohongnya," Kata Jojo.
Akhirnya Rara menerima VC Bima, Jojo memelankan suara TV,
"Hallo Bim, maaf tadi sibuk, bis tadi di lampu merah Kesuma dialihkan karena banjir," kata Rara.
"Lalu, kamu sudah sampai rumah?" tanya Bima.
"Gak, aku inap di rumah saudara di dekat citra mall," Jawab Rara.
"Ok, semoga besok surut, besok sekolah gak?"
tanya Bima.
Rara sempat melihat Jojo, Jojo lambaikan tangan.
"Kayaknya gak deh Bim," kata Rara.
"Ok, jaga kesehatan ya," jawab Bima.
"Iya Bim," Rara segera memutuskan VCnya.
Perasaan Bima gak karuan, tapi gak bisa mulut ini bertanya. Rara segera mengchat Riris dan Rinli juga mama, agar jika Bima bertanya bilang saja dia inap di keluarga mereka dekat citra mall. Mamanya setuju, Riris malah menggoda, "Enaknya, inap di hotel, berdua sekamar lagi sama mas Jojo."
Rinli beda lagi, "Awas setan lewat."
Rara gak menggubris apapun godaan adik-adiknya.
Makan malam pun datang, Jojo pesan sup ayam panas, nasi putih dan ayam goreng, buah, serta air hangat, mereka dua makan dengan lahap, lalu tertidur.
Malam sekali, "Ra, bangun, bangun Ra," Jojo membangunkan Rara.
Rara kaget, ternyata asmanya kumat, bunyi keras sekali.
"Asmamu kumat," kata Jojo tegang duduk disamping tempat tidur Rara.
Rara segera bangun mencari obat asmanya di tas, menyemprotkan obat ke dalam mulutnya, lalu dia duduk di pinggir tempat tidur.
Jojo diam dan melihat dan bertanya "Aman Ra?"
"Aman, maaf ganggu kamu tidur," kata Rara.
"Gak apa-apa, tadi mami baru telpon, pesan soal asmamu yang kumat saat malam, ternyata benar, mami khawatir kamu serangan saat tidur."
"Terima kasih Jo," Jawab Rara.
"Tidur sudah yuk, semoga besok semua aman," kata Jojo.
Rara dan Jojo pun kembali terlelap.
__ADS_1