Jejak

Jejak
Penilaian


__ADS_3

Jika ada yang ingin kamu perbaiki dalam hidup, bukanlah memutar kembali waktu namun langkah kedepan yang harus kau perhatikan arahnya.


"Selamat pagi Tante," Sapa Irfan.


"Pagi, Irfan, terima kasih mau antar jemput Putri seminggu ini, selama masa pemulihannya Putri," kata Tante.


"Iya Tante, gak apa-apa, satu kali jalan kok," kata Irfan.


Putri telah siap sedari tadi,"Ayok jalan nanti terlambat," katanya.


"Hati-hati ya," kata Tante.


Mobilnya Irfan pagi ini harum sekali,"Harum banget Fan," kata Putri.


"Biar kamu semangat mau ke sekolah," kata Irfan.


"Alah, sudah sarapan belum?" tanya Putri.


"Sudah, PRmu semuanya sudah selesai?" tanya Irfan.


"Sudah," kata Putri.


"Kalau teman-teman pada nanya, kenapa kit ke sekolah bareng, jawab apa?" tanya Putri.


"Maksud kamu kalau ada yang nanya, kalian pacaran ya?" tanggap Irfan.


"Ya, seperti itu, jawab apa?" tanya Putri.


"Kamu nanya, atau ingin dapat jawaban dari aku?" tanya Irfan.


"Ok, kalau gitu aku jawabnya, kamu memang niat antar jemput aku selama seminggu, masa pemulihan ku , jika di tanya kok baik banget si Irfan, gua akan jawab, emang dia baik," jelas Putri.


"Kalau aku ditanya, kamu kok antar jemput Putri, gua akan jawab, emang ada yang larang, lagi pdkt, gua jawab iya, kalau di tanya kalian pacaran, gua jawab iya," Irfan bicara sambil senyum namun ada nada ketegasan di dalam kata-katanya.


Putri terkaget, namun dia hanya lihat Irfan sambil mengerutkan keningnya.


"Kamu juga bisa kok jawab, iya kami lagi pdkt, jika ada yang nanya pacaran, jawab iya," jawab Irfan.


"Fan, gua baru tau kalau Lo orangnya santai kayak gini, yang buat gua bingung, kamu serius atau becanda atau gimana," kata Putri.


"Intinya nanti kamu akan banyak mendengar hal yang gak baik tentangku, so dengar resapi, pikirkan dan pertimbangkan," kata Irfan.


Mobilnya perlahan memasuki area parkiran sekolah, Putri turun dari mobil, beberapa siswa SMA bakti sudah langsung berbisik-bisik melihat pemandangan baru pagi itu.


Rara sudah persiapkan kejutan untuk menyambut Putri, buket buah-buahan kecil di mejanya.


"Welcome Putri, jangan sakit lagi ya," teriak Rara dan Dewi.


"So sweet," kata Putri.


"Banyak makan buah, supaya badan semakin fresh,"kata Rara.


Frangky datang dan menambah memberikan satu tepak salad buah,"Wellcome Putri," sapanya.


"Thank you Frangky," kata Putri.


"Kalian berdua, sebentar istirahat ada yang gua mau bicarakan," kata Dewi.

__ADS_1


"Ok,"kata Rara.


"Kenapa gak sekarang?" tanya Putri.


"Momentnya pagi ini milik Putri, gak nak ngerusak suasana," kata Dewi.


"Hmmm, oklah," kata Putri.


"Gua ke kelas dulu ya," pamit Dewi.


"Hati-hati," kata Rara.


"Ada yang dititip gak?" tanya Dewi.


"Titip apa? untuk siapa?" tanya Putri.


"Bima dan Irfan," goda Dewi sambil senyum lebar.


"AIA... pergi Lo sana," usir Rara.


Dewi tertawa dan berlari ke kelasnya.


Pelajaran hari itu berjalan lancar, Putri pun gak dapat hambatan karena semua PRnya telah dia kerjakan.


Jam istirahat pun tiba, Dewi segera ke kelasnya Putri dan Rara.


Rara mengeluarkan bekalnya, "Ayo makan bareng," ajaknya.


"Wi, mau cerita apa, ayo cerita cepetan sebelum bel masuk," kata Putri.


"Ra, Put, gua mau cerita, mamaku itu pemilik cafe Seroja, sebelum menjadi pemilik cafe, mamaku kerja di dunia malam, hingga mendapatkan diriku, saat ini mamaku mengurusi kakak-kakak dan mengelola cafe itu, dan akhir-akhir ini aku dapat WA gelap dari nomor tak dikenal setiap hari yang mengatakan, aku mengenal mamamu, aku cuma khawatir jika ketahuan di sekolah siapa ibuku, kalian akan kaget dan gak mau berteman denganku lagi."cerita Dewi.


"Di dunia gak ada yang sempurna, gak sah minder, buktinya mamamu besarin kamu dengan baik-baik kan Wi," kata Putri.


"Iya, mama selalu melindungiku, aku gak pernah ke cafe, dan tamu-tamu tak pernah injak rumahku, aku cuma kenal beberapa kakak-kakak, seperti kak Meli yang antar kita dua ke Rumah sakit waktu tu Ra," kata Dewi.


"Mungkin orang yang WA kamu tu, sakit hati, karena ayah mereka sering mengunjungi cafemu," kata Rara.


"Iya Ra, aku juga curiga seperti itu,"kata Dewi.


"Kamu yang harus kuat, jangan lemah agar tidak di buly," kata Putri.


"Thanks ya kalian dua," kata Dewi.


"Sama-sama," kata Rara.


"Put, sudah sehat, masuk sekolah kok gak info-info, katanya tadi pagi you diantar ya?" Cowok ganten di depan pintu langsung berbicara dan bertanya panjang lebar ke Putri.


"Hallo kak, maaf gak info ke kakak, sibuk selesaikan tugas-tugas," kata Putri.


"Ok deh, kut seneng kalau kamu sudah sehat," kata Kak Rio dan langsung jalan pergi jauh.


"Kalau jadi gua, daripada dengan Irfan mendingan dengan Rio," kata Nindi dari belakang.


"Wah, sudah ada yang kasih penilaian ni," kata Rara sambil tertawa.


"Siapa si yang gak tau Irfan, cepat bosan, Gonta ganti cewek tanpa info, langsung ilang, suka deketin cewek kaya, bahkan mau aja jadi babunya seperti waktu deketin Lia, gak ada seriusnya," kata Nindi.

__ADS_1


"You juga masuk dalam deretan mantannya?" tanya Dewi.


"Gak, tapi temanku," kata Nindi.


"Thanks infonya," kata Putri.


Bel masuk kelas berbunyi, usai sudah istirahat pertama, Dewi segera berlari menuju ke kelas, saat berlari dia tabrakan dengan seseorang, namun tak melihat wajahnya, yang jelas dia seorang siswi , dan Dewi mendengar cewek itu berbisik,"Aku tau mamamu."


Dewi berbalik, namun cewek itu sudah berlari cepat dan hilang, benar kata Rara, cewek itu sakit hati pasti karena ayahnya atau siapa yang dia kenal sering menjadi tamu di cafe Seroja.


Pulang sekolah, Putri kembali di dalam mobilnya Irfan,


"Gimana tadi belajar, badanmu fit?" tanya Irfan.


"Puji Tuhan semua lancar, aku juga merasa sehat," kata Putri.


"Baguslah, kalau aku tadi langsung ada yang bicara, kalau mau mainin cewek jangan Putri, cari yang lain, aku diamin aja," cerita Irfan.


"Yah, orang bisa aja menilai," kata Putri.


"Banyak yang bisa dinilai orang didunia ini, tapi jangan keseringan menilai orang lupa urus diri sendiri," kata Irfan.


"Sabar-sabar aja," kata Putri.


Rara tetap pulang sekolah dengan bis, Frangky hari itu mengikutinya," Bima kembali PDKT denganmu ya?" tanya Frangky ketika sudah duduk bareng di bis.


"Pertunangan dengan adikmu gimana?" tanya Rara.


"Mereka belum tunangan baru di jodohkan, mereka sudah putus, ortuku juga gak suka ortunya Bima apalagi mamanya," jelas Frangky.


"Kenapa kamu gak bawa mobil hari ni, adikmu pulang pakai apa?" tanya Rara.


"Adikku pakai grab, kalau aku sengaja pakai bis, mau nanya kamu soal Bima," kata Frangky.


"Iya, Bima ingin kita kembali, aku sih gak mau, tapi dia minta waktu dua bulan untuk kasih waktu dia berusaha," jelas Rara.


"Memang Bima sangat sayang, bukan sayang lagi, tapi cinta sama kamu Ra," kata Frangky.


"Ntahlah, aku tipenya susah untuk jatuh cinta, tapi sekali sayang aku juga sayang," kata Rara.


"Jalani saja, jangan buat orang sakit hati," pesan Frangky.


"Iya," kata Rara.


"Put," Panggil Irfan.


"Ya," jawab Putri.


"Hari ini pasti sudah ada yang nilai jelek tentang aku ya di kelasmu," kata Irfan.


"Siapa yang cerita, atau cuma nebak?" tanya Putri.


"Ada yang cerita, tapi buka Dewi," kata Irfan.


Putri langsung ingat-ingat siapa di kelas selain Nindi, Rara dan Dewi.


"Fan, orang boleh menilai, Jika ada yang ingin kamu perbaiki dalam hidup, bukanlah memutar kembali waktu namun langkah kedepan yang harus kau perhatikan arahnya," kata Putri.

__ADS_1


"Thanks Put," kata Irfan.


__ADS_2