Jejak

Jejak
Datang lagi


__ADS_3

Wanita yang dikata Dini adalah tantenya itu langsung menuju teras, Rara seakan ingin menghilangkan diri.


Rika yang terpesona melihat anak Tante itu langsung mengucapkan salam duluan, "Assalamualaikum Tante," sapa Rika.


Alex, Josua dan Ari hanya senyum sambil menganggukan kepala.


Mulut Tante itu tak membalas Rika yang ada matanya langsung menatap tajam ke arah Rara.


Pemuda gagah itu setelah membantu Dini menutup pagar langsung berjalan ke arah teras rumah tempat semua berkumpul.


"Tante masuk dulu," kata Dini dari belakang.


"Apa kabarmu?" tanya Tante itu ke Rara.


"Baik Bunda," jawab Rara.


Pemuda itu pun terkesima tak menyangka bertemu Rara di rumah ini, namun dia masih bisa menguasai dirinya dan berkata, "Hanya sapaan yang bisa kau beri?"


Rara melangkah mendekati wanita itu, "Bunda apa kabar?" tanya Rara.


"Baik," jawab Bunda, langsung menarik Rara dalam pelukan.


Semua yang ada disitu kaget dan bertanya-tanya di dalam hati siapanya Rara, wanita ini.


Lepas pelukan Rara dan Bunda. Rara tersenyum ke pemuda di belakang Bunda.


"Kalau ku peluk tak kan kulepas lagi," katanya.


"Bima, apa kabar?" tanya Rara, yang langsung menjatuhkan dirinya dalam pelukan Bima.


"Sudah ku bilang, kalau ku peluk tak kan kulepas," kata Bima.


Rara Semakin erat memeluknya.


"Jadi benar Bim, yang waktu tu kamu tanya aku, karna melihat foto di status WA ku, kamu bilang kamu sepertinya kenal wanita di sampingku, dan kamu titip salam untuknya?" tanya Dini.


Bima tak menjawab, dan hanya erat memeluk Rara, sambil membelai kepala Rara.


"Jadi ini teman-temanmu yang praktik di klinik?" tanya Bunda.


"Iya Tante," jawab Dini.


Bima tak mau melepas pegangannya di Rara.


"Sepertinya kita harus berikan waktu untuk merek berdua Din," kata Bunda.


"Tidak Bun, gak apa-apa," jawab Rara.


"Bunda datang mau tanya mana baju yang Bunda pesan?" tanya Bunda.


"Sudah datang Tante, sabar ya ku ambil," kata Dini sambil berlari ke dalam mengambil baju pesanan Bunda.


"Di antara kalian ada yang pacaran ya Rara?" tanya Bunda.

__ADS_1


Josua dan Ari saling berpandangan, Rika langsung menjawab, "Rara belum punya pacar Tante, kalau boleh tau Tante ini siapanya Rara?"


"Calon mertuanya Rara," jawab Bunda sambil tersenyum.


Josua dan Ari langsung menatap Bima yang tak mau melepaskan tangannya Rara.


"Sepupuku Bima pacarnya Rara selama dua tahun di SMA, iya kan Ra?" tanya Dini.


"Iya," jawab Rara sambil senyum.


"Mereka putus karena Bunda, namun akhirnya putus juga, dan takdir menemukan mereka hari ini," kata Bunda.


Rara hanya tertawa.


"Bun, ijin bawa Rara sebentar aja jalan keluar,"


kata Bima.


Rara kaget melihat pintanya Bima yang dadakan.


"Sudah Bunda bilang tadi, kalian harus diberi waktu agar rasanya lega, pergilah Bunda makan dulu, Din bawakan Tante piring," kata Bunda duduk.


Bima langsung menarik lengannya Rara masuk ke dalam mobil, Rara pun tak melawan, perasaan bahagia memenuhi hati Rara.


Bima melakukan mobilnya, "Bagaimana kabarmu Ra," tanya Bima.


"Baik," jawab Rara.


"Bim, maaf waktu aku gak bisa jujur kalau aku jalan sama Jojo," kata Rara.


"Sekian lama, baru kau beranikan diri meminta maaf," kata Bima.


Bima mengeluarkan ponselnya dan memberikan kepada Rara, "Simpan nomor HPmu," kata Bima.


"Kodenya apa Bim?" tanya Rara.


"Tanggal lahirmu," jawab Bima.


Rara kaget mendengarnya namun dimasukan tanggal lahirnya sebagai sandi, dan HPnya Bima terbuka.


Rara segera menyimpan nomor hpnya dan menelpon ke HPnya, Rara pun langsung menyimpan nomor ponsel Bima di HPnya.


"Kamu belum ada pacar Bim?" Tanya Rara.


"Belum," jawab Bima.


"Dini cerita dia suka cowok, dan cowok itu suka kamu, dan kamu malah jalan sama temannya cowok itu," kata Bima.


"Aku hanya jalan, bukan pacaran, dan aku gak tau kalau Ari suka sama aku, cuma memang aku menjauh karena agama, oh ya Dini Muslim, kamu kok Kristen?" tanya Rara.


"Mamanya Dini, adik mamaku dari Kristen masuk Muslim," jawab Bima.


Bima memberhentikan mobilnya di sebuah tempat yang menurutnya aman parkiran bawah tanah sebuah mall.

__ADS_1


Bima mengambil ponselnya dari tangan Rara dan mengambil gambar mereka berdua secara selfie.


"Kita bicara disini aja ya, gua senang banget ketemu kamu Ra, namun aku tau mau ajak kamu LDR itu berat, tapi aku ingin mencoba daripada aku menyesal," kata Bima.


Rara mengerti arah pembicaraan ini kemana.


"Bim, jujur akupun belum bisa menjalin hubungan dengan siapapun," kata Rara.


Bima langsung menarik Rara mendekatnya, dengan cepat langsung Bima mencium bibir Rara, Bima berusaha melihat reaksi alami dua orang saat berciuman adalah merupakan ekspresi dari perasaan, Rara tak mendorong Bima, dia pun membalas ciuman Bima. Bima langsung membuka matanya dan mata Rara dan Bima saling menatap, mereka tau perasaan mereka yang sebenarnya.


Bima langsung mengakhiri ciuma tersebut, "Kita jalani dulu, jika ada alasan kuat untuk kita berpisah, maka itulah akhir cerita kita," kata Bima.


Rara hanya diam, Rara juga tak menyangka reaksi dirinya atas ciuman Bima, Bima memang memiliki karakter yang hangat sejak dulu, wanita siapa yang takkan hanyut.


Bima dan Rara kembali, wajah Bima terlihat bahagia, "Bagaimana sudah selesai? atau baru mulai lagi?" tanya Bunda.


Rara hanya senyum, wajahnya memerah, "Ra, wajah lo merah banget," kata Rika.


Bunda tertawa, "Baru mulai Bun," jawab Bima santai.


"Ok, baiklah, Bunda pamit ya, Bima sering kok ke Jakarta, gak sah sedih ya Ra," Bunda langsung memeluk Rara.


"Dah Bun, hati-hati," kata Rara.


"Nanti gua telepon," kata Bima ke Rara.


Rara hanya senyum dan mengangguk.


Bima dan Bunda pergi dari rumah Dini.


"Wah, calon iparku dong ini," goda Dini.


Josua langsung batuk, "Gua baru ingat gua ada janji, gua pamit duluan ya Din."


"Kalau Josua pulang ya kita berdua juga pulang," kata Alex.


"Ayuk kita pulang," Ari langsung berdiri.


"Oklah, Ra, kamu utang cerita ke aku semuanya," kata Rika.


Rara hanya senyum, dan duduk diam, tak mampu berdiri, dia masih hanyut merasakan hangat bibirnya Bima.


"Ra, kamu belum pulang?" tanya Rika.


"Nanti Rika, kalian pulang aja dulu, gak apa-apa kan Din, ntar lagi baru aku pulang," kata Rara.


"Iya, gak apa-apa Ra, aku juga ingin banyak ngobrol soal Bima sama kamu," kata Dini.


Josua, Alex dan Ari langsung pulang keluar dari rumah Dini, dalam mobil mereka bertiga hanya diam.


"Kenapa si ini pada diam-diaman dari pergi sampai pulang, suasananya gak nyaman," kata Alex.


Josua dan Ari hanya tetap diam.

__ADS_1


__ADS_2