
Kadang kita lupa caranya untuk berbicara, atau sebenarnya bukan lupa, cuma bingung mau mulai dengan kata apa. Andai di dunia ini hanya dengan tatapan sudah bisa saling berbicara, tanpa mengeluarkan sepatah kata. Arya sedari tadi hanya duduk diam di samping Putri, sambil menatap lautan, dia mengajak Putri untuk bicara, tapi lidah terasa kelu. Putri sendiri juga lagi males bicara dengan Arya, dia melihat jam tangannya, dalam hati dia berkata setengah jam jika hanya diam-diaman aku akan pamit.
"Put," Arya menyebut namanya sebagai awal pembicaraan mereka.
Putri hanya diam, tak membalas Arya.
"Maaf ganggu kamu yang lagi sibuk dengan teman-temanmu, tadi pagi mamaku telepon aku, katanya bude kamu ingin membatalkan perjodohan." Kata Arya.
"Aku gak tau, Bude tidak bicara dengan aku," Kata Putri.
"Tapi apakah kamu pernah curhat sama Budemu, soal selama ini kalau kita jalan, malah aku jalan dengan pacarku?" Tanya Arya.
"Iya, waktu Natal kemarin Bude tanya, karena Bude melihat perubahan sikap aku, aku terlalu diam dan menjauh dari Bude," Cerita Putri.
"Perjodohan janganlah dibatalkan, tapi diundur saja, sampai kamu selesai kuliah, kita jalani saja seperti orang pacaran, kalau kamu gak suka ya bicara, kalau mau ribut ya marah saja," Kata Arya.
"Tapi Aku gak suka kamu Mas, aku gak nyaman," Putri akhirnya mengutarakan isi hatinya.
"Kita baru kenal berapa bulan Put, jangan langsung bilang gak suka, jujur memang karena aku khawatir jika perjodohan ini batal, perusahaan kita gak akan bisa bekerja sama, persahabatan ayahku dan Pakdemu akan berhenti," Kata Arya.
"Budeku pasti sudah mempertimbangkan, dan Budeku lebih mengutamakan diriku, lagipula kamu juga lebih terlihat bahagia dengan pacarku itu," Kata Putri.
"Sepertinya, sudah secara terang-terangan kamu menunjukan bahwa kamu tidak suka sama aku," Kata Arya.
"Aku sudah gak mau pusing Mas, kita ikut saja apa yang Budeku bicara, jangan memaksakan kehendak," Kata Putri.
"Keluargaku masih berhak bicara, nanti sepulang liburan ini, kita adakan pertemuan keluarga," Kata Arya.
"Terserah, Aku pamit dulu," Kata Putri.
Putri langsung berdiri dan pergi meninggalkan Arya.
"Bagaimana tadi pembicaraannya?" Tanya Rara seketika Putri kembali sampai bertemu dengan mereka.
"Budeku ternyata sudah memutuskan untuk membatalkan perjodohan, namun dari keluarga Arya tidak terima," Kata Putri.
"Berarti ada maunya, keluarganya Arya itu," Kata Cika.
"Biar saja," Kata Putri.
Dewi mengajak Rara goyang malam itu, Rara mengikuti Dewi, dari Caca, salsa.
__ADS_1
Putri dan Cika hanya menonton mereka sambil senyum-senyum.
Dari kejauhan di belakang mereka Arya dan teman-temannya juga sedang duduk-duduk dan menikmati indahnya malam itu.
Arya hanya diam memandangi punggung Putri, gadis yang dia pikir bisa dibodohi, ternyata diam-diam pintar juga.
Selesai juga liburan mereka dan mereka balik ke ke rumah, sesampainya di rumah, mereka sudah langsung mempersiapkan edisi tahun baruan.
Dewi dan Cika sibuk masak, dan sibuk dekor cafenya Mami. Rara, Riris dan Rinly sibuk di rumah, sudah mempersiapkan akan masak kue apa dan masakan apa saja.
Putri seketika sampai di rumah, disambut hangat oleh Pakdenya, "Yang baru pulang liburan, wajahnya tampak segar," Kata Pakde.
"Iya Pakde," Jawab Putri.n
Bude sudah masak, Putri senang sekali suasana rumah saat itu, ntah suasana rumah atau karena hatinya yang sudah lepas, ketika tau bahwa Bude dan Pakdenya tak pernah memaksanya untuk menikah dengan Arya.
Ketika malam telah tiba, Bude memanggil Putri,
"Put, Bude dan Pakde sudah memutuskan untuk membatalkan perjodohanmu dengan Arya, alasannya kamu masih harus selesaikan kuliah," Kata Bude.
"Terima kasih Bude," Jawab Putri.
"Nikmati masa kuliah kamu ya," Kata Pakde.
"Iya Pakde," Jawab Putri.
"Iya Bude," Jawab Putri.
Ketika Malam pergantian tahun semua orang pada berkumpul dengan keluarga, ada rasa miris dihati Cika, Dewi sejak siang tau perubahan sikap Cika.
Malamnya Dewi ajak Cika Karaoke, Dewi bawain Cika kue dan berkata, "Cika, kita ini keluargamu, jadi jangan pernah rasa tak punya keluarga."
Cika tersenyum dan mengalir lah air matanya.
Rara, Riris dan Rinly yang masak untuk malam pergantian tahun ini, Mama dan Papanya tinggal tau jadi.
Mereka berkumpul dan bernyanyi bersama, berdoa, dan makan malam bersama.
"Ingat nasehat Mama Papa untuk kalian bertiga, giat belajar, usaha dapat yang terbaik, jangan banyak melawan, dengar-dengaran orang tua ya," Kata Mama.
"Iya ma," Jawab Rara.
__ADS_1
"Papa Mama tidak selamanya kuat, Rara harus kuat untuk urus adik-adikmu," Kata Papa.
"Iya Pa," Jawab Rara.
Putri, Bude dan Pakde sudah selesai berdoa dan makan bersama, tiba-tiba di pintu pagar mereka ada yang mengetuk.
Putri segera keluar, ternyata keluarganya Arya.
Putri membukakan pintu.
Bude berbisik ke Putri, "Malam pergantian tahun begini, bukannya dengan keluarga masing-masing malah ke keluarga orang."
"Itu sudah Bude," Kata Putri.
"Selamat Malam, kami tadi dari jalan-jalan sepulang dari Gereja, kami biasanya kumpul dengan keluarga, keluarga kami di kota ini ya hanya kalian, ini mamanya Arya ada belikan untuk Putri," Kata Ayahnya Arya.
"Terima kasih Pak," Putri tersenyum sambil menerima pemberian Mamanya Arya.
"Silahkan duduk, kami baru selesai makan malam, Eh dengar ada bunyi mobil di pagar." Kata Pakde.
Sebenarnya terkesan tak ada pembicaraan yang lagi ingin dibicarakan saat pergantian tahun ini.
"Oh ya, soal perjodohan, baiklah kami juga setuju, kalau menurut saya bukan dibatalkan cuma diberi waktu saja untuk Putri bisa fokus dan menikmati masa kuliahnya," Kata Ayahnya Arya.
Semua yang hadir disitu tertawa, kecuali Putri dan Arya.
"Kami mempertimbangkan, jika tidak gunakan kata batal, jika berjalannya waktu mereka malah tergait orang lain jadi tidak masalah," Kata Bude.
"Yah, jodoh memang dari Tuhan, namun tidak ada salahnya kita arahkan, penggunaan kata batal, memang membuat anak-anak ini jadinya bisa bebas, bebas untuk ada yang jika mau mendekati, ya jika mau dari ibunya Putri demikian, maka kami setuju saja." Kata Ayahnya Arya.
"Persahabatan dan kekeluargaan kita akan tetap, jika anak-anak ini memang berjodoh pasti akan tetap jadi, tapi biarkan saja dulu mereka bebas, apalagi Putri masih kuliah," Pakde menjelaskan.
"Siapa tau berjalannya waktu, Putri juga akhirnya suka sama saya," Arya tiba-tiba bersuara.
Semua tertawa mendengar perkataan Arya.
"Karena baru kenal, Putri mungkin agak segan dan takut, nanti lama-lama baru kenal Arya tau kalau Arya orangnya hangat kok Put," Kata ibunya Putri.
Putri hanya senyum.
Tanpa terasa waktu telah membawa mereka memasuki tahun yang baru, mereka berdoa bersama, setelah itu saling bersalaman dan pelukan. Untuk pertama kali Arya memeluk putri dan mengecup keningnya.
__ADS_1
Malam pergantian tahun ini mereka lewati dalam kehangatan keluarga.