Jejak

Jejak
Teman Perjalanan


__ADS_3

Riris berusaha menghibur kakaknya, "Kakak mau beli apa hari ini, aku yang traktir," goda Rara.


"Gaya sekali kamu, memang mama kasih kamu uang berapa?" tanya Rara.


"Aku dapat uang dari kasih les temanku kemarin Dedi," kata Riris.


"Wuih kemarin tu les to, bukan kerja PR bareng," kata Rara.


"Iya mbak, jadi mau apa?" tanya Riris.


"Pop corn saja deh," kata Rara.


"Kak, kita lihat alat make up yuk," ajak Riris.


Tangan Rara di tarik ke tempat alat-alat make up, Rara juga senang lihat sana-sini.


Rara coba lihat lipstik yang dia suka, dia tarik tangan adiknya,"Bagus ni Ros untuk kamu," kata Rara.


"Iya, alismu sepertinya harus di rapikan deh kak," kata Riris.


"Masakh?" Rara langsung berkaca melihat ke cermin di depannya.


Riris langsung beli alat cukur alis, pensil alis dan lipstik yang di pilih Rara.


"Kita turun tunggu di bawah yuk kak, jemputan," kata Riris.


"Mami, sekalian antar mama ya?" tanya Rara.


"Iya, kak." kata Riris.


Rara dan Riris turun, mereka duduk di terasnya mall.


"Hallo Ma, kami sudah duduk-duduk di teras mall," kata Riris.


"Baru aja mama mau telpon, mama sudah di jalan mau sampai, kalian ke jalanan saja," kata mama.


"Ok ma, siap," kata Riris.


Rara dan Riris langsung berdiri, dan berjalan ke jalanan depan, ramainya malam itu tak bisa melihat siapa saja yang ada di sekitar mereka, tangan Rara tiba-tiba ada yang tarik.


Rara terkaget dan langsung teriak, namun segera diam saat melihat siapa yang menariknya, sedangkan Riris langsung berbalik juga saat teriakan pertama, Bima hanya diam tetap memegang tangan Rara.


"Kak, jangan lama, nanti mami tunggu," kata Riris.


"Gak akan lama kok, Bim ada apa? apalagi yang mau dibicarakan?" tanya Rara sambil jalan.


Bima hanya diam.


"Kalau gak ada, gua buru-buru maaf ya, Mama jemput kita, di jalanan depan," kata Rara sambil berusaha melepaskan tangan Bima.


Bima melepas Rara, Rara dan Riris langsung setengah berlari menuju jalanan. Bima hanya diam, Ponsel Bima bergetar, Bima angkat," Hallo Pa, sudah selesai belanja?"tanya Bima.


"Sudah, Papa Sudah di mobil," kata Papanya.


Bima berbalik menuju mobilnya, dia tak tahu bahwa mama dan papanya melihat semuanya.


"Dari mana kamu Bim?" tanya Papa.


"Dari, tengah situ, ketemu teman," kata Bima dia palingan wajahnya ke samping, tak bisa dia tahan, air matanya jatuh dalam gelapnya mobil.


"Lihat hp Ris, jangan sampai Mami tunggu lama," kata Rara.


"Iya, kamu gak apa-apa kak?" tanya Riris.


"Maksudnya?" tanya Rara.


"Tadi, Kak Bima," kata Riris.


"Gak apa-apa, kita juga masih ketemu di sekolah," kata Rara.


"Hallo Ma, dimana?" tanya Riris.


"Di sebrang ni, depan toko kue," kata Mama.

__ADS_1


"Ok, menuju," kata Riris.


Rara dan Riris menyebrang.


"Aduh ngapain ni, dua gadis malam-malam ngemall," goda Mami begitu mereka sampai di mobil.


"Yah hiburan Mi, pas kakak Gak lagi les, hallo kak Jo," kata Riris.


"Hallo juga, sapa Jojo yang jadi supir malam itu."


"Bagaimana Ra kabarmu? Mami dengar ada yang putus?" tanya Mami.


"Aman Mi," jawab Rara.


"Harus, tunjukin kamu kuat," kata Mami.


"Iya Mi," kata Rara.


Jojo banyak diam di perjalanan itu, yang ribut hanya mama, mami, dan Riris membahas make up, artist dan banyak hal, Rara juga banyak diam.


"Ngapain ni, dua anak SMA diam-diaman," kata Mami saat mau dekat rumah Rara.


"Lagi lelah kali," kata Riris.


"Lelah apa coba," kata Mami.


"Tadi ada yang ketemu di mall," Riris ketawa.


Rara cuma senyum, "Ketemu siapa?" tanya Mami.


"Kak Bima, tarik tangannya kak Rara, tapi kak Rara tanya mau bicara apa, kak Bimanya diam, Kak Rara Bilang maaf ya Bim, kami dijemput, udah deh kita jalan," cerita Riris.


Jojo langsung melihat Rara dari kaca di depan, Rara hanya cuek natal luar jendela,


"Wah, kayak di film-film, kamu gak boleh goyah Ra" kata mami.


"Iya Mi, tidak apa apa," jawab Rara.


"Kalau aku lihat, kak Bima yang tersiksa sekali," kata Riris.


Semua tertawa, akhirnya sampai juga di rumah, "Terima kasih Mi, sudah antar kami," kata Rara.


"Sama-sama, hari Sabtu mami jemput kamu ya, kamu kan sudah gak punya pacar, bisa berduaan dengan mami," kata Mami.


"Ok Mi, siap, hati-hati Jo, jangan ngantuk," kata Rara.


"Yoi," jawab Jojo.


Besoknya Rara pelajaran Olahraga, temanya lari, "Ini," Frang memberikan minuman.


"Thanks," Rara terima dan langsung minum.


"Lo perhatian banget dengan Rara," Bagas datang dari belakang.


"Apa ada yang salah? apa ada yang marah?" tanya Frangky.


Putri yang lagi ngos-ngosan sempat terpana melihat pemandangan yang gak jauh dari lapangan lari mereka, Irfan sedang bantu mengangkat barang-barangnya Lia, Lia yang nampaknya kesel, marah-marah sambil buang barang-barangnya, bucin banget si Irfan pikir Putri.


Selesai olahraga, Rara dan Putri berganti pakaian, terdengar dari kamar mandi sebelah,


"Lia, mau gak kamu ku kenalin dengan temanku,"


"Mau,"


Putri langsung cepat-cepat ambil HPnya untuk merekam.


"Lia kamu pacaran sama Irfan?"


"Gak,"


"Kok, aku lihat dia kayak bucin banget, kamu ada jadwal belanja bazar OSIS dengan dia loh,"


"Gak mau ah, masakh aku ke pasar, biar aja dia, dia paling mau deketin aku karena uang."

__ADS_1


Lalu dia anak itu pergi, Putri dan Rara seperti menahan napas, Putri langsung mengirim rekaman itu ke Irfan.


Selesai, berganti pakaian olahraga , Rara dan Putri kembali ke kelas, "Gila yang tadi kita dengar," Kata Rara.


"Biar, kapok Irfan," kata Putri.


"Gua kok capek banget, padahal malam ada les," kata Rara.


"Ra, ada telpon tu dari Jojo," kata Putri.


HP Rara memang lagi di meja.


"Ya, Jo," kata Rara.


"Sore les kan?" tanya Jojo.


"Iya lah," kata Rara.


"Ok," kata Jojo.


Irfan datang ke kelasnya Putri, "Putri," panggilnya.


Putri keluar kelas,"Ya."


"Jangan kasih dengar siapapun rekaman itu," kata Irfan.


"Ok, tapi gua masih harus belanja juga gantikan tugasnya Lia?" tanya Putri.


"Iyalah, tapi masih minggu depan," kata Irfan.


"Ok, Bu guru sudah mau masuk kelas," Putri langsung cepat masuk kelas.


Irfan dengan wajah lesu dan kesel kembali ke kelasnya.


Di Bis pulang sekolah, Rara mulai bisa mengobrol dengan Frangky, "Gimana rasanya sekolah disini?" tanya Rara.


"Ya, apapun rasanya, berusaha untuk menikmati," jawab Frangky.


"Kenapa kamu gak bawa mobil atau motor? atau ikut aja Bima, kan irit uang angkot," kata Rara.


"Males, aku senang ikut bis sekolah, bisa bareng teman, ngobrol," kata Frangky.


"Sebenarnya aku rasa canggung sama kamu, sebab kamu kakak dari cewek yang sekarang di jodohkan dengan Bima, sedangkan aku masih rasa sedih karena putus dengan Bima," ujar Rara.


"Kamu sedih?" tanya Frangky.


"Iya,"kata Rara.


"Tumben kamu ngaku sedih, biasanya bilang gak apa-apa," kata Frangky.


"Aku bilang ke kamu kalau aku sedih sebab kok rasanya gimana ya, saya gak bisa berpura-pura untuk baik dan ramah sama kamu, namun kamu setiap pulang sekolah bareng sama aku, ya gak nak juga jika pura-pura gak kenal," kata Rara.


"Apa aku harus pindah tempat duduk? memang aku sengaja usaha deketin kamu," kata Frangky.


"Kok pakai kata sengaja si?" tanya Rara.


"Ya, intinya biarlah kita duduk bareng, teman ngobrol di perjalanan," kata Frangky.


"Tapi aku gak semudah itu," jawab Rara.


"Gak masalah," kata Frangky.


Putri yang baru saja mau menjalankan motornya terkaget dengar teriakan, "Putri."


Irfan panggil.


"Ya," jawab Putri.


"Terima kasih ya, sudah kirimkan aku rekaman itu," kata Irfan.


"Ok, gak masalah," kata Putri.


"Oh ya, aku sudah ganti namanya dengan namamu, untuk rekan belanja bazarku," kata Irfan

__ADS_1


"Ok, dag beres, gua cabut duluan ya," Putri langsung pergi.


Irfan diam.


__ADS_2