
Anak kelas tiga sudah selesai ujian Sekolah, selama mereka ujian anak kelas satu dan kelas dua di liburkan, namun ternyata bukan libur untuk santai, setiap mata pelajaran beri tugas yang bisa di katakan banyak, Rara, Dewi dan Putri, sering VC an untuk bahas soal.
Bima ajak jalan Putri hari Sabtu malam tapi, Putri nolak, karena ada tugas banyak dari sekolah, untuk pulang dari les, juga Rara bilang, "Biar aku pulang sama JoJo ya Bim, gak sah jemput."
Bima yang tidak suka dengar jawaban itu langsung balik bertanya, "Kenapa?"
"Gak apa-apa, biar langsung pulang, dan aku ada janji dengan mamanya Jojo," jelas Rara.
Jadilah seminggu Bima dan Rara tidak berjumpa, Bima berusaha menahan diri atas semua kelakuan Rara.
Irfan yang terus memikirkan perasaannya, namun dia tetap care dengan Putri, tiap hari dia tanya Putri sudah selesaikan tugas apa saja, Putri mengambil kesempatan itu, walau hanya bermodalkan pulsa data untuk VC an, dia bertanya soal-soal yang sulit ke Irfan.
Seminggu liburan telah lewat, mereka kembali ke sekolah, pagi-pagi Dewi sudah langsung berkunjung ke kelasnya Putri dan Rara,
"Kalian berdua, aku rindu banget, liburan di rumah bosen, cuma kerja PR, makan, nonton, lihat HP, tidur," kata Dewi.
"Kira-kira Bagas bisa Gak ya kerjakan tugas-tugasnya?"tanya Rara.
"Tumben ingat dia," kata Putri.
"Ingatlah, dia satu-satunya teman cowok yang akrab denganku di kelas ini," kata Rara.
"Frangky?" tanya Putri.
"Frangky gak terlalu si," jawab Rara.
"Bagas sudah selesai kerjakan semua tugasnya, tiap hari, dari jam sembilan pagi sampai jam dua belas siang dia ke rumahku, kerjakan tugasnya," kata Dewi.
"Kalian dua balikan?" tanya Putri.
"Gak, cuma Deket," kata Dewi.
"Mau bilang balikan juga gak, mau bilang Deket iya, mau bilang putus atau jauh gak juga, ngegantung namanya," kata Rara.
"Apa beda Lo sama Bima?" tanya Dewi.
"Bima dan gua, dalam waktu dua bulan ini masa mediasi, jika gua tetap gak nyaman untuk balikan ya gua tetap bilang gak mau," kata Rara.
"Bima sebenarnya baik, lagipula pacaran masa SMA bisa putus juga akhirnya, jika gak jodoh, jadi gua terima aja, biar dia gak sakit hati, biar tenang, daripada sama cowok lain nakal-nakal," saran Dewi.
"Gua masih senang bebas tanpa pacaran," kata Rara.
Bel sekolah berbunyi kembali semua masuk kelas, Dewi kembali ke kelasnya.
"Kamu hari ini kembali bawa motor sendiri Put?" tanya Rara.
"Iya," jawab Putri.
Pelajaran hari ini di kelasnya Rara tentang hewan-hewan dalam mata pelajaran Biologi.
Mereka harus mencari, cicak, kecoa, cacing, kodok, sebagai PR nya dan di bawa ke sekolah pada pertemuan berikut.
__ADS_1
Rara bilang "gua gak sanggup, mau muntah jika pegang."
"Gak sah pegang, nanti gua yang bantu nyariin deh," kata Putri.
"Iya, Lo yang bantu bawain ya," kata Rara.
"Sip," kata Putri.
Sedangkan kelasnya Dewi pelajaran olahraga, mereka berlatih bermain voli.
Bel istirahat berbunyi, semua pada ke kantin, Rara jarang ke kantin, karena selalu bawa bekal, Dewi ajak Putri ke kantin, kali ini Putri pun ikutan Rara sejak keluar dari rumah sakit, dia selalu bawa bekal.
"Yah jadi gua sendirian ke kantin?" tanya Dewi.
"Berdua makan bekal kita yuk, ramai-ramai, aku juga masih kenyang," kata Rara.
"Ok," kata Dewi.
Baru aja Dewi mau makan, Nindi datang dan langsung bilang," Put, cepetan sini," katanya.
Rara, Dewi pun ikutan berdiri dan ke pintu.
"Lihat saja, Irfan bantuin Lia, antri di kantin belikan air minum, makan, anterin," kata Nindi.
"Biar aja lagi, gua sama dia cuma temen," kata Putri santai.
"Cuma temen, tapi yang Irfan bilang kalian PDKT, ada yang tanya pacaran dia jawab iya," kata Nindi.
"Iya, Irfan juga suruh gua jawab gitu," kata Putri.
"Sebenarnya apa salahnya nolong orang, Nindi aja yang cemburu kali," kata Dewi.
"Iya bener, lagipula, jika emang pacar kita bantu orang juga gak masalah," kata Rara.
Bagas ke dalam kelas membawa dua botol susu.
"sejak kapan gua jadi kurir, ini satu untuk Rara, satu untuk Putri," kata Bagas.
"Dari siapa? tanya Rara dan Putri bersamaan.
"Siapa lagi, Bima dan Irfan, mereka lihat kalian gak ke kantin, jadi mereka titip gua," kata Bagas.
"Untuk gua?" sambil senyum dan main mata ganggu Dewi.
"Kapan-kapan," kata Bagas sambil senyum.
"Walau cuma temenan tapi kan bisalah berbaik hati," kata Putri.
Tertawa mereka bertiga.
Pulang sekolah, Putri sempat lihat Irfan lagi bawain tasnya Lia, ke parkiran, Putri sengaja cari jarak waktu agar tidak bertemu di parkiran.
__ADS_1
Saat Irfan tak terlihat lagi, Putri segera ke motornya,
"Sengaja ulur waktu, agar gak ketemu gua," suara dari belakang saat Putri sudah duduk di atas motornya.
"Gak kok, emang baru pulang," sangkal Putri.
"Tadi diminum gak susunya?" tanya Irfan.
"Minum," jawab Putri.
"Ntar malam ku telpon ya," kata Irfan.
"Ok, gua duluan ya," Putri langsung stater motornya dan pergi.
"Kamu gimana si Fan, lagi deketin Putri, tapi bantu Lia," suara Bima dari dalam mobil saat lewati Irfan.
"Gua cuma bantu Lia, tapi ya nantilah," kata Irfan.
Bima tertawa dan berlalu.
Pulang sekolah Rara tetap naik bis, kali ini dia sendirian, dia mikir juga apa sih salahnya Bima, Bima selalu baik dengannya.
Pulang ke rumah, ternyata ada mami di rumah, begitu sampai langsung disambut mami.
"Ra, temenin mami dong hari ini, kamu gak les kan hari ini," kata Mami.
"Boleh mi, tunggu Rara, mandi ganti baju ya," Kata Rara
"Iya," kata Mami.
Rara mandi dan langsung berganti pakaian, "Mami, boleh pakai baju ini?" Rara Keluar menggunakan jins dan atasan biru juga.
"Bawahnya ganti rok kain," kata Mami.
"Ok Mi," jawab Rara segera berganti pakaian.
Rara gak pernah bertanya akan kemana jika di ajak mami, nanti saat mau dekat tujuan baru tanya mau kemana.
Bima menelpon Rara, Rara mematikan dan balas dengan WA ,"Bim, hari ini aku di ajak maminya Jojo jalan gak tau kemana," kata Rara.
"Ra, bisa gak gua dapat jawaban lu besok, gak harus nunggu dua bulan?" tanya Bima.
"Hari ini juga bisa," chat Rara.
"Yang bener?"
Rara sudah gak sempat balas, dia langsung keluar kamar, dan pergi bersama mami, ternyata temani mami ke salon, Rara juga ikut di spa kakinya, tangannya semua dilulur makanya mami suruh pakai rok, agar gak ribet berganti pakaian.
Rara ingat harus balas Chatnya Bima.
"Ok, kita kembali pacaran, tapi gak sah terlalu intens antar jemput, dan sebagainya, pacaran santai saja, seperti saat ini," balas Rara.
__ADS_1
Bima tak menyangka jawaban Rara, dia membaca WAnya Rara ulang-ulang.
Bima membalas,"Thanks kesempatan keduanya Ra," balas Bima.