
Tak mudah Rara berusaha mendekati Jojo, dan memberikan semangat untuk terapi. Adakalanya satu jam hanya ngobrol dulu di dalam kamar, lalu Jojo akhirnya mau mandi untuk pergi terapi, atau Jojo maunya makan dulu, dan masih banyak lagi alasannya.
Sore ini Jojo masih malas-malasan untuk pergi ke terapi, dia malah ajak ngobrol Rara.
"Ra, apa tujuan hidupmu?" Tanya Jojo.
"Bahagiakan orang tuaku," Kata Rara.
"Terlalu naif, kamu gak ingin jadi kaya gitu, kamu gak ingin kejar karier jadi kepala perawat," Kata Jojo.
"Ya, jika aku jadi itu tapi gak bahagiakan ortuku sama aja kan," Kata Rara.
"Termasuk bantu aku terapi juga bagian dari bahagian orang tua kamu?" Tanya Jojo.
"Iya, sebab mamaku sangat sayang kamu Jo, dan berharap kamu kembali bangkit dan pulih," Jawab Rara.
"Pacar kamu tau kamu di sini?" Tanya Jojo.
"Tau," Jawab Rara.
"Siapa namanya?" Tanya Jojo.
"Ian," Jawab Rara.
"Kuliah?" Tanya Jojo.
"Dokter di klinik," Jawab Rara.
"Wah, kamu berubah, mulai berani pacaran dengan orang sudah kerja," Kata Jojo.
"Berani seperti apa maksudmu? biasa aja, gak ada yang lebih," Kata Rara.
"Kayaknya waktu di foto di Facebook seumuran kita," Kata Jojo.
"Namanya Ari, Islam mamanya Katolik, sudah nyaman si dengan dia, tapi tiba-tiba dia pergi pertukaran mahasiswa ke Mesir, tapi awal semester ini dia sudah kembali ke sini," Rara bercerita.
"Kalau yang Batak pernah datang kemari?" Tanya Jojo.
"Namanya Joshua, gak pacaran sama dia, baru pendekatan, dianya langsung menjauh," Kata Rara.
"Banyak juga yang dekatin kamu Ra," Kata Jojo.
"Gak juga, pada intinya lepas satu, aku akan membuka peluang bagi yang lain," Kata Rara.
"Sama yang dokter ini kamu senang?" Tanya Jojo.
"Kalau aku bukan senang ukurannya, tapi nyaman,"Kata Rara.
"Kamu nyaman?" Tanya Jojo.
"Aku belum bisa katakan nyaman, waktu jalan aku dan dia hanya dikit, gak seintens Bima dan Ari," Kata Rara.
"Dibanding semuanya, gak seintens kita dua," Kata Jojo.
"Yailah, kita dua dibandingkan dengan aku dan mereka, Jo Ayuk kita pergi terapi," Kata Rara.
"Ok, pertemuan berikut, kamu harus bawakan aku kue brownis kukusmu, kalau gak aku gak mau pergi terapi," Kata Jojo.
"Iya-iya kayak anak kecil aja," Kata Rara.
Jojo tertawa dan langsung mandi, lalu bersiap dan mereka berdua pergi.
"Ra, tolong siapkan bajuku," Kata Jojo.
__ADS_1
Rara membuka lemari pakaian Jojo, dan memulihkan baju untuk Jojo.
Mami telah menunggu mereka di ruang tamu, "Mami, kita sudah mau pergi terapi," Kata Rara.
"Puji Tuhan, Jojo semangat ya," Kata Mami.
Jojo hanya senyum.
Jojo dan Rara dengan mobilnya Mami dan pergi ke klinik.
"Selamat sore dok, Jojo datang lagi," Sapa Rara.
"Sore Jo, bagaimana keadaanya hari ini?" Tanya dokter.
"Baik," Jawab Jojo.
"Ayo, kita mulai latihan," Kata Dokter.
Rara memperhatikan setiap sesi terapi, ada sesi dimana Rara harus turut andil memegang tangan Jojo, ada sesi Rara hanya melihat Jojo saja.
Usai terapi Jojo dan Rara langsung pulang, Rara menaruh motornya di rumah Mami, maka dia harus ke rumah Mami dulu.
"Terima kasih ya Ra," Kata Jojo.
"Sama-sama," Jawab Rara.
"Ra, kalau kamu ingin curhat soal cowokmu, bisa kok ke aku," Kata Jojo.
Rara senyum, dia menatap mata Jojo terpancar kesepian, semua teman wanita Jojo pergi meninggalkannya.
"Ya nantilah," Kata Rara.
Putri dan Raka sedang berada di hotel rencana tempat resepsi pernikahan mereka.
"Iya," Jawab Putri.
Putri melihat ke sekeliling ruangan, Ya Tuhan bagus sekali tempat ini, benar-benar keluarganya dan keluarga Raka telah mempersiapkan semuanya. Putri berkata dalam hatinya.
"Mari bapak ibu kita lihat ke menu makanannya, nanti seminggu sebelum acara, bisa rasa dulu makanannya," Ajak seorang pelayan hotel yang urus penyewaan.
Raka dan Putri melihat daftar menu makanan, "Setuju Put, makanannya?" Tanya Raka.
"Setuju," Jawab Putri.
Akhirnya usai sudah penyewaan tempat resepsi.
Raka dan Putri langsung pulang, dalam perjalanan mengantar Putri pulang, mereka ngobrol di dalam mobil.
"Tinggal undangan," Kata Raka.
"Undangan gak banyak kalau dari saya, hanya lima orang," Kata Putri.
"Kamu sudah ikhlas menjalani semua ini?" Tanya Raka.
"Harus diikhlaskan, sebab seolah olah aku akan melawan dunia jika tidak ikhlas," Kata Putri.
"Put, aku memang gak sempurna, gak sama seperti mantanmu, dan kehidupan rumah tangga pasti gak hanya baik-baik saja, pasti ada saatnya kita berselisih paham, kamu khilaf atau aku yang khilaf, namun aku akan berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam hidupmu," Kata Raka.
"Aku juga gak tau Mas, kenapa susah untuk menyukaimu," Kata Putri.
"Karena, aku pimpinan kamu di kantor, dan dari awal terpatri di pikiranmu, aku adalah mentormu," Kata Raka.
"Kalau kita gak nikah, apa yang terjadi dengan perusahaan?" Tanya Putri.
__ADS_1
"Gak ada yang terjadi, aku tetap kerja di sini, kamu juga, namun semua orang tua akan kecewa," Kata Raka.
"Kecuali Bude Sri," Kata Putri.
"Put, tetaplah jadi dirimu sendiri, jangan kamu harus maksakan dirimu berubah apalagi nanti setelah nikah," Kata Raka.
"Aku sebenarnya masih belum bisa membayangkan bahwa aku akan menikah bulan depan," Kata Putri.
"Mami, aku mau melamar Dewi," Kata Bagas sore itu di rumah Dewi.
"Kapan?" Tanya Mami.
"Bulan depan tanggal tujuh," Kata Bagas.
"Siapa saja yang akan datang?" Tanya Mami.
"Semua keluargaku, ketua kelompok doaku, Bapak pendeta dari Gerejaku," Kata Bagas.
"Keluargamu sudah tau dan menerima usaha kerja saya?" Tanya Mami.
"Sudah Mi, mereka sudah tau sejak masih SMA," Kata Bagas.
Mami melihat ke arah Dewi, "Dewi sudah siap?" Tanya Mami.
"Sudah Mi," Jawab Dewi.
"Lamaran bulan depan, nikahnya kapan?" Tanya Mami.
"Januari bulan depan," Kata Bagas.
"Kalian sudah ada uangnya?" Tanya Mami.
"Sudah Mi, aku nabung, juga Dewi, mungkin gak semewah pernikahan Putri," Kata Bagas.
"Gak harus mewah pernikahan itu, sebab perjalanan rumah tangga itu yang lebih penting," Kata Mami.
"Iya Mami," Jawab Bagas.
"Bagas kemungkinan akan pindah tugas lagi Mi, makanya kami mau menikah sebelum dia pergi bertugas," Dewi menjelaskan.
"Semoga tidak, aku akan berdoa, pindah tugas jika Dewi selesai wisuda, jadi Dewi silahkan pergi ikut Bagas, aku ada Cika disini," Kata Mami.
Cika tersenyum melihat Mami.
"Amin," Kata Dewi dan Bagas.
Hallo, bulan depan aku lamaran tanggal tujuh kalian datang ya. Chatting Dewi di grub everything it's ok.
Wah selamat, rencana nikah kapan? Tanya Rara.
Januari Balas Dewi.
Kenapa buru-buru si Wi? aku aja masih belum yakin ni bulan depan nikah. Kata Putri.
Kemungkinan Bagas tahun depan pindah tugas. Kata Dewi.
Oh... supaya tenang ya hati, sudah diikat resmi. Kata Rara.
Semoga lancar deh urus semuanya. Kata Putri.
Kamu juga Put, harus banyak doa supaya hatimu juga siap. Kata Dewi.
Selamat ya kalian dua, kalau aku masih berjuang bekerja sambil kuliah. Kata Rara.
__ADS_1