
Akhirnya selesai juga Arya bicara dengan pacarnya, Putri menyembunyikan dirinya dengan cara menundukkan diri di dalam kegelapan. Wanita itu setengah berlari, sambil terisak. Apa sih hebatnya Arya, sampai tu cewek seperti itu. Dalam hati Putri berkata seperti itu.
Arya keluar mencari Putri, Putri berdiri dan melangkahkan kakinya mendekati Arya dan berkata, "Sudah selesai? ayo pulang."
"Kamu dari mana?" Tanya Arya.
"Aku di sini," Jawab Putri.
"Ayo pulang," kata Arya.
Mereka menuju mobil, Arya mengarahkan mobilnya ke taman kota di dekat situ, pemandangan malam di situ sangat indah di hiasi lampu-lampu Natal.
"Kita disini dulu ya," Kata Arya.
Putri tak menjawab, dan hanya melihat jam tangannya.
"Gak apa-apa pulang malam," Kata Arya.
Arya menurunkan sandaran kursinya, dan membaringkan badannya.
Putri mengeluarkan ponselnya dan mulai mengajak ngobrol di grub Everything It's Ok
Hai... hai... lagi ngapain ni kalian?
Lagi duduk-duduk di teras dengan Cika. Chatting Dewi.
Pastilah jadi Chatting Rara.
"Kamu chattingan sama siapa?" Tanya Arya.
"Teman-temanku, tanggal 26 aku mau pergi dengan mereka," Jawab Putri.
"Aku putus dengan dia, karena aku menceritakan tentang kita," Cerita Arya.
"Kenapa kamu cerita?" tanya Putri.
"Aku pikir, dia akan terima, aku cerita saja, namun ternyata dia sudah ingin serius denganku, dan langsung saja dia marah dan pergi," Jawab Arya.
"Seharusnya tak usah diceritakan, dan usahakan untuk putus denganku, bicaralah dengan para orang tua," Kata Putri.
"Kau ini suka melawan ya, diam-diam suka melawan, jadi anak perempuan, menurut, dan selesaikan saja kuliahmu," Kata Arya.
"Aku juga punya pilihan untuk menikah, jika Mas bisa bantu untuk membatalkan perjodohan ini, maka akan membantu aku juga," Kata Putri.
"Memang ada cowok yang sedang kamu dekati?" tanya Arya.
"Tidak ada," Jawab Putri.
"Kalau tidak ada, maka tetaplah diam, dan nanti biar aku yang putuskan, tak usah paksa lagi untuk membatalkan perjodohan ini," Kata Arya.
"Mas, bukannya banyak perempuan di luar sana, menyukaimu, kau pun mampu untuk menikah sekarang, dan membawa wanita manapun yang layak jadi istrimu," Kata Putri.
"Jadi menurutmu, kamu gak layak?" tanya Arya.
"Iya, sebab aku gak bisa dampingi orang yang seperti kamu, aku semakin pusing," Jawab Putri.
"Aku rasa sudah saatnya kita pulang," Kata Arya.
Arya menaikan kursinya dan kembali menyetir mobilnya. "Jika ada cowok yang menyukaiku, bolehkan aku pacaran dengannya?" Tanya Putri.
"Bagaimana mau pacaran, kalau setiap malam Minggu jalannya denganku?" Tanya Arya.
__ADS_1
"Bisa diatur, " Jawab Putri.
"Gak ada Cowok yang mudah terima ceweknya ada jalan dengan cowok lain, yang ada namamu yang jelek," Kata Arya.
Putri hanya diam dan menatap keluar kaca mobil.
Sesampainya di rumah Putri langsung berkata, "Gak setiap malam Minggu datang, sebulan dua kali saja atau sekali saja."
"Nanti lihat, orang tua kita yang mau setiap malam Minggu ketemu," Jawab Arya.
"Orang tua terus, aku akan pergi setelah lulus kuliah, akan kuusahakan kepergianku," kata Putri.
Arya hanya diam, dia turun dan berpamitan dengan Budenya Putri.
Akhirnya Hari Natal pun tiba, Rara di ajak Josua berkeliling bertemu keluarganya, Rara berusaha menyesuaikan diri dengan keluarganya Josua, Ibunya Josua baik banget, menyambut Rara. "Gak apa-apa bukan orang Batak, nanti di margai," Kata Ibunya.
Setelah berkeliling ke seluruh orang tua-tuanya Josua, lalu pergilah mereka ke rumah Mami.
"Ini yang ditunggu-tunggu dari tadi, biasanya dari pagi sekarang sudah hampir sore baru datang," Mami menyambut Rara dengan perkataan panjang ini.
"Selamat Natal Mi, maafkan Rara, Rara gak sangka akan sampai sore di sini," Kata Rara.
Mami memeluk erat Rara, dan langsung menariknya ke dalam kamar.
"Bang, sabar ya aku ikut Mami dulu, masuk aja duduk," Kata Rara kepada Josua.
Jojo sedang berkumpul dengan beberapa temannya di taman belakang, Josua masuk dan duduk di ruang tamu.
"Ra, ganti bajumu dengan ini sekarang, kalau mau mandi, mandi dulu, ini Mami kasih handuk, bedak dan lipstik pasti kamu bawakan?" tanya Mami.
"Bawa Mi, baik Mi," Kata Rara.
"Josua ya, mari makan, Rara mandi dulu dan berganti pakaian, kami mau foto keluarga," Kata Mami.
"Baik Bu," Jawab Josua.
Mami menemani Josua ke meja makan, setelah Josua mengambil makan, dia duduk di ruang tengah, sambil ditemani Mami, tentu banyak pertanyaan, "Nak Josua sudah berapa lama kenal Rara?"
"Baru enam bulan Bu," Jawab Josua.
"Josua anak keberapa?" tanya Mami.
"Anak kedua," Josua langsung menjawab.
"Orang tuamu disini juga?" Tanya Mami.
"Iya Bu," Jawab Josua.
"Kerja apa orang tuamu?" tanya Mami.
"Ayah di kantor PU, ibu di Puskesmas," Jawab Josua.
"Makanya kamu juga ambil jurusan perawat ya?" tanya Mami.
"Iya Bu," Jawab Josua.
"Sudah semester berapa kamu?" tanya Mami.
"Saya sudah semester lima Bu," Jawab Josua.
"Maaf ya ibu banyak tanya," Kata Mami.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Bu," Jawab Josua.
Mami memberikan ruang untuk Josua makan, temannya Jojo pada datang ke teras belakang ambil minum.
"Kalian mau apa?" Tanya seseorang.
"Apa saja," Jawab yang lain.
Ternyata di teras belakang ada seorang wanita, yang duduk sendirian sambil main ponselnya.
"Dini, jangan main ponsel terus, pilih minum apa, makan buah, halal kok," kata seorang pria.
Saat Nama Dini terdengar, Josua segera mengajar wajahnya, dan melihat keluar, Dini mengambil buah, dan melihat ke arah dalam, Dini terkaget melihat Josua.
"Josua," Panggil Dini.
"Yes, kamu sama siapa kesini?" Tanya Josua.
"Aku sama sepupuku Bima, kalau kamu?" tanya Dini.
"Dengan Rara," Jawab Josua.
"Kalian saling kenal?" tanya Mami.
"Saya, Josua dan Rara satu kampus," Jawab Dini.
"Wah, dunia ini kecil ya," Kata Mami.
Rara keluar menggunakan baju terusan batik dari Mami, Dan sudah berias.
"Cantik sayang, sini Mami rapikan rambutmu," Kata Mami.
Rara mendekat dan menurut kata Mami.
"Jojo, Papa ayo kemari," Mami memanggil semuanya.
Jojo datang , juga Papi, ternyata semua menggunakan batik yang sama.
"Ayuk kita foto di Pohon Natal, Siapa bisa bantu Foto," Kata Mami.
"Rama saja yang bantu Foto," Kata Papi.
Rama karyawan Papi, lalu mereka mulai berfoto di Pohon Natal sesuai mau Mami. Hingga foto berdu Jojo dan Rara saja.
"Yang mesra dong," Kata Mami.
Jojo dengan santai, menarik Rara dalam pelukannya, Rara juga melingkarkan tangannya memeluk pinggang Jojo. Hingga foto saling tatap, Jojo tersenyum hangat.
Dini sampai tak dapat berkata-kata, dia secara spontan memegang tangan Josua. Badan Josua langsung berubah dingin dan menegang. Lain dengan Bima yang santai saja melihat pemandangan itu.
Selesai sesi foto, gantian Bima berulah, dia memanggil Rara, "Rara, selamat Natal."
Rara berbalik melihat ke Bima.
"Kamu datang?" tanya Rara.
"Iya dong," Sapa Bima.
Bima langsung memeluk Rara di hadapan semua orang, Mami hanya tersenyum, Jojo cuek saja.
Josua yang menutup matanya dan meremas tangan Dini, menahan emosinya.
__ADS_1