Jejak

Jejak
Akhir Semester Empat


__ADS_3

Putri hanya diam, namun dia sudah mengambil ancang-ancang untuk mendorong Raka.


"Put, aku ingin kamu bicara selantang tadi, bicara jika kamu gak suka, marah jika kamu ingin marah, tertawa jika memang aku pantas ditertawakan, jangan hanya diam, sepanjang perjalanan kita pulang pergi Kalimantan, hingga sekarang, kamu tetap menutup diri. Apakah sama perlakuanmu ke mantanmu?" Tanya Raka.


"Tidak, aku santai saat bersamanya, aku bahagia ketika tau akan bertemu dengannya," Jawab Putri.


Raka melepaskan cengkeramannya, dan berkata, "Aku cuma minta jadilah dirimu sendiri saat denganku, jangan jaga sikap, atau terkesan takut denganku," Kata Raka.


Putri hanya diam dan menatap Raka dengan tajam.


"Diam lagi, diam lagi, jawab apakek Put!" Raka melantangkan suaranya.


"Aku masih belum berpikir jauh untuk menikah denganmu, tapi akupun bingung takut salah mengambil keputusan," Jawab Putri.


"Apa yang kau pikirkan sekarang?" Tanya Raka.


"Kuliahku dan pekerjaanku," Jawab Putri.


"Gak ada dari diriku yang kamu suka Put?" Tanya Raka.


"Apa harus jawab?" Putri balik bertanya ke Raka.


"Harus, aku ingin tau dan dengar, suka aja, bukan naksir," Kata Raka.


"Menurutku suka itu jika rasa nyaman, aku belum merasakan kenyamanan saat bersamamu Mas,"Jawab Putri.


"Apa yang buat gak nyaman?" Tanya Raka.


"Susah jelaskan," Jawab Putri.


"Aku gak mau mundur, selama ada aku, kamu gak bisa nikah sama orang lain, keluarga akan tetap menikahkan kita berdua," Kata Raka.


"Ya sudah, jalani saja dan tak sah banyak tanya lagi, tak usah banyak protes lagi," Kata Putri.


"Tapi aku ingin membangun perasaan antara kamu dan aku, perasaan saling suka, sayang, jatuh cinta, jadi bukan sekedar perjodohan saja," Kata Raka.


"Ya makanya aku bilang jalani saja!" Putri kembali menaikan nada suaranya.


Raka akhirnya diam, sekita tiga menit ruangan itu sunyi.


"Ayo kita makan malam, sudah laper aku," Kata Raka.


Putri langsung berdiri dan mengambil tasnya, berjalan menuju pintu.


Raka dan Putri pergi menuju restaurantnya.


Raka berbicara dengan receptionis dan mereka langsung duduk di meja yang telah dipesan.


"Silahkan tulis pesanan di sini," Kata pelayannya.


Putri senyum sambil melihat buku menu, dia memilih sup asparagus dan pie buah.


Raka juga memilih makannya.


"Kamu masih bisa tersenyum, setelah semua yang terjadi tadi," Kata Raka.


"Lalu aku harus marah-marah di sini?" Tanya Putri.


"Put, kamu sukanya makan apa?" Tanya Raka.


"Tak ada makanan yang intens aku suka, mungkin karena aku gak tinggal dengan orang tua kandung, jadi apapun makanan yang disaji tak pernah ku protes, dan tak pernah meminta mau makan apa," Jawab Putri.

__ADS_1


"Lalu, jika kau lagi bosan, apa yang kau lakukan?" Tanya Raka.


"Aku mulai rasa bosan, saat masuk kuliah, yang kulakukan adalah tidur," Jawab Putri.


"Kau gak pernah bosan saat SMA?" Tanya Raka.


"Tidak, sebab aku punya pacar, dan ada dua temanku yang selalu ada dan meramaikan hidupku," Jawab Putri.


"Kapan-kapan kita nongkrong di cafenya Dewi," Kata Raka.


Putri hanya diam dan menghabiskan makanannya malam itu.


Malam itu klinik sedang sepi, Rara sedang memeriksa kelengkapan peralatan medis.


"Ra, main tiktok yuk," Ajak Kak Ruby.


"Ayuk, tapi ntar lagi, setelah itu atur ini," Jawab Rara


Selesai Rara merapikan semua, Rara masuk dalam siaran langsung yang dibuat Ruby.


"Hai...Hai... kenalkan aku Rara, temannya kak Ruby," Sapa Rara.


"Cantik kan adikku ni," Kata Ruby.


"Kami berdua lagi duduk manis, menanti para penonton, Kak Ruby tandai Facebook ku dong" Kata Rara.


Kak Ruby langsung menandai Rara.


"Teman-teman di rumah, sudah pada makan belum?" Tanya Rara.


"Kita di sini makan ini ni," Kak Ruby menunjukan gorengan.


Jojo yang lagi iseng ingin lihat FB, tertarik melihat pemberitahuan Rara ditandai melakukan siaran langsung. Jojo melihat video itu.


"Kenapa Ra? pelan-pelan makannya," Kata Ruby.


Rara hanya terbatuk-batuk dan segera minum.


"Gak tau kenapa adikku ini, tiba-tiba keselek, hallo Jojo ya, salam kenal ya," Sapa Ruby.


Jojo membalas dengan emoticon love.


"Gimana Ra, sudah aman?" Tanya Ruby.


"Sudah kak," Jawab Rara.


Dokter Ian keluar dari ruangannya.


"Ra, nanti pulang sama siapa?" Tanya Dokter Ian.


"Biasanya dia numpang saya dok," Jawab Ruby.


"Nanti sama aku ya," Ajak Dokter Ian.


"Baik dok," Jawab Rara.


"Cie ada yang ajak ngedate," Bisik Ruby.


"Hus, siaran langsung," Kata Rara.


Jojo yang mendengar itu hanya tersenyum.

__ADS_1


Malam itu, klinik tutup lebih awal, sebab pasien sudah tak ada.


Pertama kali Rara berada di dalam mobilnya Dokter Ian.


"Kamu sudah mau semester lima ya?" Tanya dokter Ian.


"Iya dok," Jawab Rara.


"Kamu selalu numpang Ruby?" Tanya Dokter.


"Seminggu ini saja, biasa aku bawa motor, motorku lagi dipakai adikku," Kata Rara.


"Dari kampus langsung ke klinik?" Tanya dokter.


"Tidak selalu, biasanya kalau kuliah lebih cepat selesai ya pulang dulu," Kata Rara.


"Oh ya, waktu itu aku bilang Gereja bareng beneran loh," Kata Dokter Ian.


"Boleh dok, nanti hari Minggu, aku tunggu dokter," Kata Rara.


"Kalau di luar gini, panggil aku Kak Ian saja, gak sah dokter," Kata Dokter Ian.


"Iya dok, eh iya kak," Kata Rara.


"Kita makan dulu yuk, tempat yang enak dimana?" Tanya Dokter Ian.


"Di lapangan kota depan situ, ada banyak menu, ada nasi goreng, bakso, dan lain-lain," Jawab Rara.


"Ok," Dokter Ian mengikuti saran Rara.


Rara dan Ian, makan nasi goreng malam itu.


"Enak juga tempat ini," Kata Dokter.


Rara tersenyum, terbayang kenangan saat makan malam dengan Jojo saat akhir SMA.


"Lagi ingat siapa Ra?" Tanya Dokter Ian.


"Gak kok dok," Jawab Rara.


"Aku lagi berusaha sendiri disini berjuang, merantau, tak ada saudara, ku harap kamu sabar menemaniku, meladeniku untuk semua pertanyaan-pertanyaan sepele," Kata Dokter Ian.


"Siap dok," Jawab Rara.


Jojo yang belum bisa tidur, hanya melihat foto-foto Rara di Facebook, ternyata banyak hal yang telah dia lewati tentang Rara.


"Wi, kamu gak pernah khawatir jika Bagas tergait cewek lain?" Tanya Cika.


"Ada si, tapi aku harus gimana? kondisinya aku belum bisa nikah dengannya," Kata Dewi.


"Aku harap Bagas setia, kalau gak, aku yang akan ngamuk di rumahnya," Kata Cika.


"Gak boleh begitu, kamu gak bisa melawan yang telah dituliskan Tuhan," Kata Rian.


"Kalau Bagas selingkuh itu juga tulisan Tuhan?" Tanya Cika.


"Iya, sebab Tuhan ijinkan itu terjadi," Jawab Rian.


"Masakh Tuhan jahat biarkan yang jahat terjadi," Sanggah Dewi.


"Semua ada maksud Tuhan baik hal buruk dan baik yang terjadi," Kata Rian.

__ADS_1


"Rohaniawan bener hari ini kamu Rian," Kata Cika.


"Kamu aja yang belum kenal aku," Kata Rian.


__ADS_2