
"Jo, katanya kamu jatuh dan gak bisa bangun?" Tanya Rara.
Jojo hanya diam.
"Jo, ada apa?" Tanya Rara.
"Aku gak suka kamu jalan dengan Ari," Jawab Jojo.
"Dia cuma teman," Rara menjelaskan.
"Kata Dewi, dia mantan kamu," Kata Jojo.
"Hanya mantan bukan pacar sekarang," Kata Rara.
"Temani aku jalan hingga ke luar pintu rumah," Kata Jojo.
Rara langsung sigap memegang tangannya dan menurun hingga Jojo bisa duduk di teras rumah. Mami yang melihat mereka berdua tanpa bersuara, Jojo sudah sampai di teras rumahnya duduk tenang.
"Sudah tenang kamu Jo?" Tanya Mami.
"Sudah Mi," Jawab Jojo.
"Cepat juga perkembangan kamu bisa jalan," Kata Mami.
"Sedikit lagi tidak akan dituntun Mi," Kata Rara.
"Mi saat Rara liburan semester ini, aku mau berobat ke arah Jogja, di sana ada terapi tradisional," Kata Jojo.
"Boleh, atur jadwalmu dengan Rara," Kata Mami.
"Baik Mi, aku tingga susun skripsi," kata Rara.
"Gak terasa ya Ra, kamu akhirnya sudah mau selesai kuliah," Kata Mami.
"Jojo masih lancar kuliah onlinenya kan?" Tanya Rara.
"Masih," Jawab Jojo.
"Jo, aku bisa pulang?" Tanya Rara.
"Antar aku ke dalam kamar lagi," Kata Jojo.
Rara mengantarkan Jojo kembali ke kamarnya.
"Ra, dikit lagi aku bisa jalan, aku harap kamu sabar, jangan pacaran dengan siapapun," Kata Jojo.
Rara hanya diam.
"Ra, aku bicara," Kata Jojo.
"Jo, soal itu kita bicara nanti, aku juga kaget dengan semua ini, fokus di kesehatanmu, jangan mudah marah," Kata Rara.
Mami yang mendengarkan dari luar kamar hanya menarik napas, Rara keluar kamar melihat mami.
"Pak Andi akan mengantarkanmu Ra," Kata Mami.
"Baik Mi," Jawab Rara.
Rara pulang malam itu dengan kekalutan namun dia berusaha menepis segalanya. Sesampainya di rumah.
"Kok pulangnya bukan dengan Ari?" Tanya Mamanya Rara.
"Di tengah jalan Mami menelpon katanya Jojo jatuh," Jawab Rara.
__ADS_1
"Lalu bagaimana keadaannya?" Tanya Mami.
"Puji Tuhan Baik Mi, tapi ya begitulah," Kata Rara.
"Begitu gimana?" Tanya Mami.
"Masih pemulihan," Jawab Rara.
"Jojo itu perlu ada orang yang mendukung seperti pacar, pasti dia akan cepat pulih," Kata Mami.
"Semua mantannya sudah dihubungi, ketika tau dia di kursi roda semua kabur, padahal dia di kursi roda cuma sementara," Kata Rara.
"Ya sudah kamu berdoa semoga Jojo lekas pulih," Kata Mama.
"Iya Ma," Jawab Rara.
"Istirahat sana," Kata Mama.
Rara masuk ke kamarnya, dan berusaha tidur, namun matanya tak bisa juga terpejam, akhirnya dia membuka laptopnya dan mengerjakan skripsinya. Jojo melihat keterangan aktif pada WhatsApp Rara.
"Belum tidur?" Tanya Jojo di pesannya.
"Belum, masih kerja skripsi," Jawab Rara.
"Gak sah terlalu maksa diri, jaga kesehatan," Kata Jojo.
Rara membaca itu, dia bingung mau balas apa, namun akhirnya dia ambil keputusan dengan mengetik pesan seperti berikut:
"Jo, kamu tu hanya lagi kesepian, di posisi yang lagi butuh dukungan, dan ternyata temanmu semua kabur, hanya tinggal aku, kondisi yang hanya ada kita berdua, aku yang mendampingi saat kamu seperti ini, membuat perasaanmu tersentuh, beda perasaan jatuh cinta, suka dengan tersentuh," Ketik Rara.
Jojo membaca pesan itu dan dengan cepat membalasnya.
"Aku tau tentang perasaanku, mana yang tersentuh, mana yang suka, dan jatuh cinta, kamu mungkin bingung karena keadaannya seperti ini, kalau suka, aku sudah suka sama kamu sejak kita masih SMA, namun aku pikir karena kamu dan aku sering bersama, namun ternyata gak, aku sering rindu sama kamu saat di Australia, memang benar ditambah kondisi saat ini, aku merasa kamu yang setia mendampingiku, tapi aku yakin dengan perasaanku," pesan Jojo yang juga tak kalah panjangnya.
"Ok," Jawab Jojo.
Rara kembali fokus mengetik skripsinya, Jojo terdiam hingga suara ketukan di pintu kamarnya.
"Kamu sudah tidur Jo?" Tanya Mami.
"Belum," Jawab Jojo.
Jojo bangun dan membuka pintu kamarnya.
"Kamu rasa sehat Jo?" Tanya Mami.
"Sehat Mi," Jawab Jojo sambil tersenyum.
"Mami tadi dengar percakapan kamu dengan Rara, kamu serius?" Tanya Mami.
"Serius, cuma Rara menganggap aku terhanyut situasi," Jawab Jojo.
"Wajar, Mami lihat Rara memang hanya menganggap kamu anaknya mami, padahal mami sudah seringkali berusaha membuat kalian dekat, namun ternyata yang jatuh hati hanya kamu," Kata Mami.
"Rara juga sebenarnya suka Mi, cuma mungkin sungkan, apalagi keluarga kita sering membantu dirinya, Jojo tau, makanya kalau pas berdua dengannya, dia selalu berusaha mengajak bicara hal yang umum dan terkesan membatasi diri," Kata Jojo.
"Kamu yang tau karena kamu yang sering bersamanya, banyak mantannya Rara, dan baik-baik pula Mami lihat, tapi ntah selalu saja jalan mereka akhirnya berpisah," Kata Mami.
"Karena Rara jodohku," Kata Jojo sambil tertawa.
"Amin, Mami juga gak mau kalau kamu nikah dengan salah satu dari deretan mantanmu itu, nanti Mami stress melihat tingkah mereka," Kata Mami.
Jojo tertawa.
__ADS_1
"Ya sudah, kalau jodoh pasti gak akan kemana, kamu istirahat saja," Kata Mami.
"Iya Mi," Jawab Jojo.
Rara akhirnya lelah juga dan membaringkan dirinya di atas tempat tidur langsung terlelap.
"Raka, ka," Panggil Putri.
"Panggil Mas, bukan Raka," Tegur Raka.
"Maaf, aku ijin ya akhir pekan ini aku mau ke Bandung," Pamit Putri.
"Ngapain, sama siapa, pakai apa ke sana?" Tanya Raka.
"Sama rombongan kantor, ada urusan ke cabangnya," Jelas Putri.
"Pulang pergi atau inap?" Tanya Raka.
"Inap, pulang hari Minggunya," Jawab Putri.
"Hati-hati ya," Kata Raka.
"Iya," Jawab Putri.
Bagas dan Dewi baru bisa saling bicara setelah sebulan tak ada kabar.
"Sampai kapan kamu di sana?" Tanya Dewi.
"Sampai selesai ditugaskan," Jawab Bagas.
"Hati-hati di sana, aku gak mau cepat jadi janda," Kata Dewi.
"Janda ya nikah lagi," Goda Bagas.
"Ngawur aja kamu," Kata Dewi.
"Sabar, aku kesana langsung kita punya anak nanti, pas kamu selesai kuliah kan," Kata Bagas.
"Aku selesai kuliah, aku ikut kamu," Kata Dewi.
"Kalau tugasku di pedalaman, lebih aman jika kamu di kota," Kata Bagas.
"Ya nanti lihat penempatannya," Kata Dewi.
"Kalau kamu ikut aku, gimana cafe dan sanggar senam?" Tanya Bagas.
"Ada Cika, dia sudah diangkat resmi jadi anaknya Mami," Jawab Dewi.
"Kamu gak masalah?" Tanya Bagas.
"Gak, semua kan jelas diatur dengan resmi hitam di atas putih, ada pengacara yang atur secara hukum," Jawab Dewi.
"Mami sendiri gak keberatan?" Tanya Bagas.
"Gak, Mami orangnya lepas, gak pernah memaksa terikat, melekat," Jawab Dewi.
"Cikanya?" Tanya Bagas.
"Cika sudah siap," Jawab Dewi.
"Ok baiklah, semua sekarang dari doa-doamu, dia istri menyertai suami, semoga aku lekas dipindahkan ke kota," Kata Bagas.
"Amin," Jawab Dewi.
__ADS_1
Mami senang dengan Cika, Cika ternyata orangnya gigih, dan tekun belajar. Rian masih sangat gencar mendekatinya, namun masih disambut Cika dengan salam pertemanan yang erat dan mesra. Cika belum mau mereka pindah ke halaman pacaran, hingga selesai kuliah.