
"Jo, bagaimana sekolahmu?" tanya Mami.
"Baik ma," jawab Jojo.
"Kamu kok setiap hari keluar terus, ntar lagi kenaikan kelas 3 loh, dah mau ujian, gak fokus les apa gitu, nanti mami tanya Rara deh," kata mami.
"Mami tu dikit-dikit Rara," kata Jojo.
"Gak apa-apa toh, dia kan satu sekolah sama kamu," kata Mami.
"Dia kan punya pacar ma, jika mami maju2in AU kayak gimana gitu," kata Jojo.
"Alah, pacaran belum tentu nikah kan, masih panjang perjalanan, daripada pacarnya kita duluan yang kenal Rara," kata Mami.
Jojo diam, kalau urusan bicara sama mami lebih baik jangan banyak melawan. Mami langsung Ambi HPnya.
"Hallo Ra, lagi ngapain kamu?" tanya Mami di telpon.
"Lagi kerja PR mi," jawab Rara.
"Mami daftarkan kamu dan Jojo les ya, bimbel persiapan ujian sekolah dan ujian masuk perguruan tinggi," kata Mami.
"Rara si mau, tapi uang lesnya mi mahal," jawab Rara.
"Gak masalah soal uang les, nanti mami yang bayarkan kalian, yang penting jadwal kalian barengan, agar mami tau Jojo gak bolos les," kata Mami.
"Terima kasih mami, Rara seneng sekali," jawab Rara.
"Ok sayang, hari Sabtu mami jemput ya, kita jalan-jalan sambil cari bimbel," ajak mami.
"Ok Mi," jawab Rara.
Riris dari tadi didepan pintu kamarnya Rara, "Enak bener Lo, les dibayarin," kata Riris.
"Yah, makanya dari dulu disuruh masuk sekolah yang sama dengan Jojo, mau aja Ris" kata Rara.
"Ngomong-ngomong kamu gak info ke Bima?" tanya Riris.
'"Besok aja di mobil pas pergi sekolah," kata Rara.
"Kamu tu gak jaga perasaan Bima ya Ra, menurut kamu Gimana perasaannya, setiap ada mami, selalu mami dekatkan kamu dan Jojo," kata Riris.
"Ris, aku sudah jelaskan ke Bima, Jojo dan mami tu sudah seperti saudara," Jawab Rara.
"Saudara dari Hongkong, darah setetes pun gak ada," kata Riris.
"Udahlah, gak apa-apa," kata Rara.
"Lo ya, dapat pacar baik-baik gak menghargai," kata Rara.
__ADS_1
"Bukan gak menghargai, tapi gua gak mau terlalu larut, pesan mami, jangan sampai terlalu hanyut, masih pacaran jaman SMA, belum tentu jadi," kata Rara.
"Ok deh, gua akui, Lo dewasa banget soal pacaran," kata Riris.
"Bisa aja Ris, kamu gak ada PR?" tanya Rara.
"Ada," jawab Riris.
"Gak kerja?" tanya Rara.
"Ok siap kerja," Riris langsung beranjak ke kamarnya untuk kerjakan PR.
Keesokan harinya saat perjalanan menuju sekolah Rara beranikan bicara,"Bim, kemarin mamanya Jojo telepon, dia mau urus saya untuk ikut bimbel persiapan masuk perguruan tinggi negeri,hari Sabtu dengan mamanya Jojo jalan."
"Pasti untuk lihat Jojo giat gak les," kata Bima.
"Iya, mami bilang biar bisa ada yang lapor ke mami, biar Jojo belajar," kata Rara.
"Bagus tu, gak apa-apa kamu ikut aja les," kata Bima.
"Gak apa-apa Bim?" tanya Rara.
"Gak apa-apa, kan belajar masakh dilarang," kata Bima.
"Kamu juga mau ikut gak? biar ku daftarkan?" tanya Rara.
"Iya, nanti hubungi ya, Sabtu mamanya Jojo sudah mau daftarkan," kata Rara.
"Malam, ku kabari," kata Bima.
Mobil melaju tenang hingga tiba di sekolah, Rara menuju kelasnya, Bima juga menuju kelasnya.
"Ra, sudah kerjain PR belum? tanya Bagas.
"Sudah," jawab Rara.
"Aku juga sudah, tolong coba cocokin jawaban dong," kata Bagas.
"Alah, buka internet aja ketik soal di google langsung keluar semua jawaban," kata Rara.
"Hehehe iya, ku ambil diinternet, makanya ku mau cocokin jawaban denganmu, sama gak, bener gak," kata Bagas.
"Oh, boleh," Rara mengeluarkan buku PR nya dan menunjukan hasil kerjanya ke Bagas.
"Sama Ra," Bagas tersenyum lebar 🙂.
"Salut, buat usaha Lo belajar Gas," kata Rara.
"Iya, TRIms Ra, semua juga berkat dukungan Lo," kata Bagas.
__ADS_1
Dewi yang dari tadi hendak masuk ke kelas mereka mencari Putri, mengurungkan niatnya, saat melihat keakraban dan mendengar percakapan mereka, dia undur dan kembali ke kelasnya dengan diam.
Hari Sabtu pun tiba, Rara dijemput mami untuk cari bimbel, mereka keliling cari, beberapa tempat bimbel mereka datangi, mereka melihat brosurnya, membandingkan harganya, lokasi, jam ngajar, dan fasilitas yang ditawarkan. Jojo juga ikut namun gak banyak bicara, dia hanya sibuk dengan hpnya.
Akhirnya mami dan Rara berhasil satu suara menentukan tempat les, mereka langsung kembali ke tempat les itu, membayar uang pendaftaran, menentukan hari les. Orang tua Bima, tak menyetujui les, lebih memilih untuk memanggil guru privat yang ditentukan orang tuanya. Rara hanya diam, dalam hati Rara, orang tua Bima memang gak terlalu akrab dengannya, Bima sedikit sedih, namun tak bisa melawan orang tuanya.
Saat orang berjalan, akan meninggalkan jejak yang kadang tak terlihat namun sebenarnya ada tanpa disadari, Bima sadar, sepertinya dia memberi cela bagi Rara dan Jojo, namun dia berusaha tenang.
Les mulai berjalan, Rara serius sekali les, dia dan Bima mulai bekerja sama, saling tukaran soal les, dan mulai belajar bareng, akhirnya Putri dan Bagas pun ikut belajar. Dewi yang hanya diam dan malu-malu, Bagas ajak bergabung katanya, "Wi, gak sah malu, sini gabung belajar, jangan karena ada gua Lo jadi sungkan masuk kelas ini, jauh dari Putri, kita dua putus kan atas kesepakatan kita."
"Bener gua boleh gabung belajar?" tanya Dewi antusias.
"Bolehlah siapa yang larang," kata Bagas.
"Akhirnya," Putri bilang.
"Akhirnya apa?" tanya Bagas.
"Kalian dua saling bicara," kata Putri.
"Yah kan gak ada bahan pembicaraan, lalu yah masih menata perasaan, tapi kesampingkan perasaanlah fokus ASN dan masuk PTN," kata Bagas.
"Dewasa banget," goda Rara.
Semua ketawa.
Riris pun mulai giat belajarnya, dia ingin masuk SMA unggulan jalur prestasi agar dapat beasiswa, dia ingin nunjukan ke keluarganya dan ke Irfan, dia gak hancur di putusin Irfan, no hp Irfa dia gak blokir, dia gak sembunyikan status dan lain-lain, Irfan pun juga demikian, Irfan sudah ada cewek terlihat dari postingan-postingannya, Riris santai saja melihat semuanya.
Jojo yang sebenarnya muak dengan les, namun harus taat, dia terkagum dengan kepintaran Rara, kedekatany 3 hari selama seminggu harus antar jemput Rara ke les, membuatnya juga semakin kenal Rara.
"Ra, cepetan," Teriak Jojo.
"Sabar," Rara berlari ke mobil.
"Dah kerja PR belum?" tanya Jojo.
"Sudah," jawab Rara.
"Salin ke buku gua dong, gua belum,"kata Jojo.
Rara segera ambil bukunya Jojo, dan menyalin PRnya, "Gimana nanti kalau ujian, kamu bisa gak Jo," marah Rara.
"Bisa, yakin deh bisa," kata Jojo.
"Bener ya," kata Rara.
"Bener," Jojo refleks tangannya mengacak rambut Rara.
Rara hanya diam tertunduk, Jojo tertawa, hasrat tangannya tak dapat dibendung, jantung Rara berdegup cepat, tanpa mereka sadari, perjalanan pulang pergi les meninggalkan jejak rasa di hati mereka berdua.
__ADS_1