
Aroma lapangan kampus telah kembali tercium, seakan-akan angin sepoi-sepoi memanggil semua mahasiswa kembali berkuliah.
Jojo kembali ke Australia, tanpa pamit ke Rara, Rara juga malas tau, hanya waktu tahun baru Rara menelepon Mami untuk ucapkan selamat tahun baru.
Semua mahasiswa sedang berdebat menanti pembagian Kartu Hasil Studi, dan ternyata hasilnya Rara memuaskan, tak ada mata kuliah yang mengulang, dia segera mengabadikan hasilnya lewat satu jepretan foto, dan mengirim via WhatsApp grub keluarganya.
Puji Tuhan, bagus nilainya nduk. Kata Mama.
Bagus. Kata Papa.
Good gak sia-sia disekolahin. Goda Riris.
Mantul. Balas Rinly
Rara membaca pesan Riris tak marah, sebab hatinya lagi bahagia.
"Gimana nilaimu?" Tanya Rika.
"Puji Tuhan Bagus, kalau kamu?" Tanya Rara.
"Aku ngulang satu mata kuliah, dapat D," Kata Rika.
"Gak masalah, manusia selalu diberi waktu untuk mengulang," kata Rara.
"Semoga saja ada semester pendek, jika ada aku langsung ikut," Kata Rika.
"Iya, aku bantu doa," Kata Rara.
"Ayo lanjut nulis Kartu Rencana Studi," Ajak Rara.
Setelah mereka menulis mata kuliah yang akan dikontrak pada semester dua ini mereka menyerahkan ke bagian tata usaha program studi.
"Gimana liburanmu Ka?" Tanya Rara.
"Biasa saja, aku lihat status-statusmu, asik banget," Kata Rika.
"Biasa saja, kebetulan kan hari rayaku," Kata Rara.
"Ra, aku lihat sepertinya Dini, Josua, Alex dan Ari seperti menjauh dari kamu," Kata Rika.
"Biarin, aku gak mau pikiran jelek, aku ingin pikiran positif saja," Kata Rara.
"Ada yang kamu gak mau ceritakan ke aku ya Ra?" Tanya Rika.
"Bukan gak mau, tapi jangan sampai salah sangka, kamu dengar aja dari mereka duluan, nanti baru dengar dariku," Kata Rara.
Rika akhirnya diam.
Semester dua ini Rara jalani dengan sendirian, Dini tidak lagi mengajaknya untuk latihan di klinik tantenya, Josua benar-benar menjauh. Rara tidak peduli.
"Ra, aku diajak untuk latihan di kliniknya Dini," Kata Rika.
"Kamu ikut saja, gak pikirkan aku," Kata Rara.
"Gak apa-apa ya Ra," Kata Rika.
Rara tetap berjalan fokus pada kuliahnya, Puji Tuhan, ada saja jalan keluar, Mami meneleponnya.
Hallo anak Mami, apa kabar? Tanya Mami di seberang sana.
Kabar baik Mi, Jawab Rara.
Bagaimana kuliahmu? Tanya Mami.
__ADS_1
Baik Mi, Mami ada kenalan untuk aku kerja sambilan? Rara akhirnya beranikan diri bertanya.
Kerja sambilan? kamu butuh uang? Tanya Mami.
Butuh uang dan butuh pelatihan Mi. Kata Rara.
Mami ada teman, nanti mama hubungi kamu, kamu free setiap sore? Tanya Mami.
Iya Mi, aku selalu free setiap sore. Kata Rara.
Ok, nanti Mami hubungi kamu, Kata Mami.
Terima kasih banyak Mi, Ucapa Rara.
Kamu kalau ada apa-apa hubungi Mami, gak usah malu. Kata Mami.
Iya Mi. Jawab Rara.
Rara tersenyum, dalam hati berkata. Biar semua meninggalkan aku, Tuhanku tetap ada untuk aku.
Sorenya Mami langsung meneleponnya, memberikan alamat klinik dan nomor telepon temannya Mami yang punya klinik dan apotik. Rara langsung menuju dan bertemu dengan Ibu Yohana, orangnya ramah sekali. Rara jujur menceritakan dia ingin menambah pengalaman sebagai perawat.
"Tenang saja Ra, nanti kamu akan di dampingi Ruby, dia akan mengajari kamu yang kamu butuhkan," Kata Bu Yohana.
"Terima kasih Bu," Kata Rara.
Kegelisahan sempat menyelimuti Rara, apakah Ruby orangnya jahat, atau tidak, judes atau tidak. Ternyata Ruby sangat ramah.
"Aku senang ada teman yang akan selalu ada disini setiap sore," Kata Kak Ruby
"Mohon bimbingannya, Kak," Kata Rara.
Putri sangat semangat menapaki dunia kampus kembali, Miki dan Mika sibuk menceritakan liburan mereka yang penuh ceria, "Kamu tau Put, malam tahun baru Miki makan lima kali, gimana gak jadi gemuk begini," Kata Mika.
"Liburanku aman-aman saja," Kata Putri.
Putri masih belum bisa bercerita lepas tentang kehidupannya ke Miki dan Mika, semua perlu waktu untuk Putri terbuka, Putri hanya ajak Miki dan Mika berselfie ria, dan Putri naikan foto itu di status.
"Put, kok melamun," Teguran dari arah belakang Putri.
Putri membalikan badannya dan melihat ke arah suara, ternyata Rangga.
"Senangnya bisa berjumpa lagi dengan kalian," Sapa Rangga.
Miki dan Mika bersalaman dengan Rangga.
"Boleh peluk gak Put? Aku kangen banget sama kamu," Kata Rangga.
"Kangen gak datang Natalan ke rumah," Kata Putri.
Rangga tanpa ijin dari Putri, langsung menarik Putri dalam pelukan.
"Waduh, tahun baru, semangat baru, keberanian baru, tanpa ijin langsung peluk," Kata Mika.
Putri terlihat santai, tangannya juga langsung melingkar ke pinggang Rangga.
"Awas pacarmu lihat Ga!" Kata Miki dengan suara tegas.
"Aku lagi gak ada pacar, aku putus sebelum Natal kemarin," Kata Rangga.
"Yang bener, seorang Rangga gak ada pacarnya?" Tanya Mika.
"Benar, biar aja kalau gak percaya," Kata Rangga.
__ADS_1
Putri hanya tersenyum, ponselnya berbunyi, ada pesan masuk, Putri membukanya, kaget melihat yang mengirim pesan adalah Arya.
Semangat kuliahnya ya. Pesan Arya pada postingan status WhatsApp nya.
Putri bingung mau membalasnya atau membiarkan.
Mika yang lancang dan lincah segera membaca dan berkata, "Diamin dulu, jangan dianggap gampangan."
Putri tertawa mendengarnya.
Dewi lagi memandangi Kartu rencana studinya, dia membaca berulang kali.
"Dewi, itu sudah benar, dan susah bagus tak ada coretan, kumpulkanlah," Kata Cika.
"Ok ku pergi kumpulkan dulu ya," Kata Dewi.
Dalam perjalanan mengumpulkan Kartu Rencana Studi, Dewi mendapatkan telepon, nomor baru.
Hallo selamat siang, Kata Dewi ketika mengangkat teleponnya.
Selamat tahun baru sayang, maaf ya tidak bisa hubungi kamu selama ini, inipun aku hanya punya waktu paling lama lima menit, senang dengar suaramu, sehat-sehat dan jaga diri ya sayang. Suara Bagas di seberang sana.
Bagas, kamu dimana? Tanya Dewi.
Aku di pedalaman Papua, bantu doa ya, I love you, Aku pulang kita langsung nikah, dah... Bagas langsung memutuskan panggilannya.
Dewi seperti orang yang tersetrum, dia sempat berdiri di tengah koridor dan menatap ponselnya.
"Hai Cika, Selamat tahun baru," Rian menyapanya.
"Selamat tahun baru," Balas Cika.
"Nungguin Dewi?" Tanya Rian.
"Iya," Jawab Cika.
"KRSmu sudah beres?" Tanya Rian.
"Sudah, kalau kamu?" Tanya Cika.
"Sudah juga," Jawab Rian.
"Cika, kalau aku sesekali ajak kamu jalan-jalan, gak apa-apa kan?" Tanya Rian.
"Gak apa-apa," Jawab Cika.
"Aku temenin sampai Dewi datang boleh gak?" Tanya Rian.
"Boleh," Jawab Cika.
"Makanan kesukaan kamu apa?" Tanya Rian.
"Apa ya, sepertinya kue," Kata Cika.
"Liburan kemarin bagaimana?" Tanya Rian.
"Menyenangkan, kamu sendiri?" Tanya Cika.
"Sama menyenangkan juga," Kata Rian.
Walau awalnya kaku, lambat lain lidah dapat juga mengurai kata, Rian dan Cika akhirnya dapat saling merangkai suatu dialog dalam intonasi yang bersahabat.n
Awal semester yang penuh ceria dihadapi mereka.
__ADS_1